Showing posts with label fantasy. Show all posts
Showing posts with label fantasy. Show all posts

July 02, 2021

[Movie & Drama Review] C-Drama: Miss Crow and Mr. Lizard / Wu Ya Xiao Jie Yu Xi Yi Xian Sheng / 烏鴉小姐與蜥蜴先生 (2021)

 Judul: Miss Crow and Mr. Lizard / Wu Ya Xiao Jie Yu Xi Yi Xian Sheng / 烏鴉小姐與蜥蜴先生
Sutradara: Qiang Wu
Penulis Naskah: Yang Ni Kou, Liu Chang
Genre: Office Romance, Comedy, Fantasy
Pemeran: Allen Ren Jialun (Gu Chuan), Fair Xingfei (Jiang Xiaoning), Wayne Liu (Xu Chengran), Chloe Zhao (Zhao Yan)
Negara: China
Bahasa: Mandarin
Jumlah Episode: 36 
Durasi: 45 menit per episode
Tayang: 26 April - 17 Mei 2021
Rating: 8.0/10


S i n o p s i s :

Sepuluh tahun yang lalu Gu Chuan mengalami sebuah kecelakaan yang menyebabkan luka serius pada jantungnya. Untuk bertahan hidup, jantung Gu Chuan harus diganti dengan dengan jantung mekanis. Akan tetapi jantung mekanis itu membuat Gu Chuan tidak bisa hidup seperti orang normal. Gu Chuan tidak boleh melakukan aktivitas yang membuat jantung mekanisnya berdetak cepat, termasuk jatuh cinta. Karena tak mau hidup tapi terasa seperti 'mati', Gu Chuan memutuskan untuk mengakhiri semuanya setelah dia mendapatkan penghargaan.

Semua berubah sejak Jiang Xiaoning hadir dalam kehidupan Gu Chuan. Jiang Xiaoning adalah gadis yang selalu sial, namun dia memiliki sifat ceria dan penuh semangat. Kegigihan Jiang Xiaoning dalam belajar arsitektur membuat Gu Chuan memberikan perhatian khusus kepada Jiang Xiaoning. Sampai akhirnya Gu Chuan menyadari jika masa lalunya ternyata berhubungan dengan Jiang Xiaoning.


Halo! Wah, lama banget rasanya nggak nge-blog. Kangen nggak? Jelas kangen lah. Hehe.... Kalau biasanya aku bikin review tentang buku, kali ini aku mau bikin review tentang drama. Sebenarnya ini adalah kali sekian aku nonton C-Drama, mungkin yang lainnya aku akan bikin review-nya kapan-kapan. 

Miss Crow and Mr. Lizard, judulnya terus terang langsung bikin aku tertarik, apalagi cast ceweknya Fair Xingfei, aku suka banget sama dia dan udah nonton beberapa dramanya. Kalau sama cast cowoknya, pada awalnya aku malah nggak terlalu klik, wajahnya asing buat aku yang masih beberapa kali nonton C-Drama. Tapi sekarang malah terbayang-bayang terus, hehe.... Dasar aku!

P l o t :

Kurang lebih sama seperti yang aku tulis di sinopsis. Gu Chuan yang menjadi cowok super duper dingin karena jantung mekanisnya, perlahan-lahan luluh oleh Jiang Xiaoning, gadis yang selalu ceria dan semangat meski hidupnya diliputi oleh kesialan. 

Biasanya aku nggak terlalu suka dengan genre office romance, tapi semua terpatahkan di drama ini. Aku suka! Romance-nya mengalir, natural gitu, nggak lebay sama sekali. Jadi meski Gu Chuan dan Jiang Xiaoning saling suka, mereka nggak terang-terangan, lucu aja gitu ngelihat kisah mereka yang tarik ulur kayak benang layangan, haha! 



Jumlah episode yang lumayan panjang (karena aku nggak suka nonton drama yang episodenya ala-ala gerbong kereta api) bisa aku nikmati dengan baik. Di awal-awal aku excited banget, sangat menikmati hari-hari Jiang Xiaoning sebagai asisten pribadi Gu Chuan. Suka banget pembawaan Jiang Xiaoning yang selalu berpikiran positif dan nggak takut melakukan apa pun, walau awalnya Gu Chuan sama sekali nggak peduli. Lama-lama tingkah 'ajaib' Jiang Xiaoning berhasil juga bikin Gu Chuan tertarik, bahkan sampai cemburu. 

Fyi, Jiang Xiaoning ini cewek yang aktif banget, kontras banget dibandingkan dengan Gu Chuan yang udah kayak robot. 


Kisah Gu Chuan dan Jiang Xiaoning ini nggak selancar jalan tol lho! Su Manlin, manajer di Chuan Design Studio yang notabene sudah enam tahun bekerja dengan Gu Chuan ini punya perasaan terpendam pada Gu Chuan. Mulanya sih Su Manlin nggak terlalu khawatir, karena dia yakin kalau Jiang Xiaoning bukan tipe cewek yang disukai Gu Chuan. Tapi melihat kedekatan Gu Chuan dan Jiang Xiaoning, Su Manlin gerah juga. Apalagi Gu Chuan selalu lebih memilih dan memperhatikan Jiang Xiaoning ketimbang dirinya. Mulai deh, aksi-aksi ala cewek antagonis dimulai. Meski nggak sadis, aku kesel banget sama Su Manlin.

Selain kisah Gu Chuan dan Jiang Xiaoning, kita juga akan disuguhi kisah sahabat Gu Chuan, Xu Chengran dan sahabat Jiang Xiaoning, Zhao Yan. Agak-agak hoek juga ngelihat Xu Chengran sebagai playboy tobat yang bucin banget sama Zhao Yan. Secara Zhao Yan ini tipe cewek yang galak banget loh!


Latar pekerjaan dalam drama ini sangat menarik buatku. Arsitektur. Setelah nonton drama ini, aku baru tahu kalau pekerjaan arsitek itu njlimet banget, wkwkwk. Karena ini drama yang pekerjaan tokoh utamanya arsitek, semua latar yang ditampilkan memiliki nilai 'keindahan' sendiri. Selama nonton hampir-hampir nggak ketemu sama bangunan yang nggak enak dilihat, nyaris semuanya enak dipandang mata, apalagi rumahnya Gu Chuan. Mau banget aku pindah ke sana, selain desain yang apik, view-nya juga luar biasa keren. 


Persahabatan antara Gu Chuan dan Xu Chengran bikin aku terharu. Sekilas jadi ingat sama bromance antara Kim Shin dan Wang Yeo di Goblin atau Yoo Shi-jin dan Seo Da-young di DOTS. Tolol, tolol bareng. Galau bareng. Somplak bareng. Gokil pokoknya!



Dari awal sampai akhir, cerita Miss Crow and Mr. Lizard ini bisa aku nikmati dengan baik. Semua misteri tentang apa yang terjadi sepuluh tahun lalu terjawab semua di akhir cerita. Lalu, hubungan Gu Chuan dan Jiang Xiaoning yang diwarnai dengan putus-nyambung sempat bikin aku baper setengah mati. Mulai episode 30 ke belakang, banyak bawang-bawangnya. So, jangan lupa sedia tisu!

Minusnya?
Kalau tadi ngomongin yang bagus-bagus, sekarang kebalikannya.
Jujur yang bikin aku kecewa sama drama ini adalah bagian ending-nya. Di mana Gu Chuan sempat diceritakan koma karena jantungnya bermasalah saat mengeluarkan listrik berlebih untuk melindungi Jiang Xiaoning. Di sini aku sempat mengira bakalan sad ending, karena meski nggak mengeluarkan listrik berlebih pun, Gu Chuan akan mati karena jantungnya sudah tidak bisa berfungsi lagi dengan baik. Aku sempat berpikir juga kalau Gu Chuan akan mendapatkan jantung donor asli, yang bukan mekanis di akhir cerita. Tapi semua perkiraanku dipatahkan! 

Aku bisa terima Gu Chuan koma, tapi mendekati menit-menit terakhir menjelang ending, semuanya skip langsung tiga tahun kemudian. Hasilnya? Tenang, bukan sad ending kok. Tapi 'tiga tahun kemudian' ini membuat pertanyaan-pertanyaan baru muncul. Gu Chuan itu ceritanya koma selama tiga tahun? Atau Gu Chuan sudah sadar tapi berjuang selama tiga tahun sebelum akhirnya jantungnya diperbaiki? Sebenarnya apa yang terjadi pada Gu Chuan dalam kurun waktu tiga tahun?

Entahlah, akhir yang hanya sekadar narasi bikin aku kecewa berat. Padahal aku nggak keberatan kok kalau ditambah empat episode lagi agar semua nggak terkesan terburu-buru.

*
𝗠𝗲𝘀𝗸𝗶𝗽𝘂𝗻 𝗷𝗮𝗻𝘁𝘂𝗻𝗴 𝗶𝗻𝗶 𝘁𝗲𝘁𝗮𝗽 𝘁𝗮𝗸 𝗮𝗱𝗮 𝘀𝘂𝗮𝗿𝗮 𝗱𝗲𝘁𝗮𝗸 𝗷𝗮𝗻𝘁𝘂𝗻𝗴, 𝘁𝗮𝗽𝗶 𝗰𝗶𝗻𝘁𝗮 𝗚𝘂 𝗖𝗵𝘂𝗮𝗻 𝗽𝗮𝗱𝗮𝗸𝘂 𝘁𝗮𝗸 𝗽𝗲𝗿𝗹𝘂 𝗱𝗶𝗯𝘂𝗸𝘁𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗱𝗲𝘁𝗮𝗸 𝗷𝗮𝗻𝘁𝘂𝗻𝗴. — 𝗝𝗶𝗮𝗻𝗴 𝗫𝗶𝗮𝗼𝗻𝗶𝗻𝗴.

Tenang, tapi aku oke kok dengan ending-nya. Semua punya kelebihan dan kekurangan, kan?
Intinya aku suka dan menikmati kisah Gu Chuan dan Jiang Xiaoning. Awalnya aku susah beradaptasi dengan pemeran Gu Chuan alias Allen Ren, karena wajahnya yang kurang familier buat aku. Tapi sekarang? Aku kebayang-bayang wajahnya terus. Lol. Lol. Lol.

Ini adalah pertama kalinya aku nonton akting Allen Ren, wajahnya sedikit mengingatkan aku pada sosok Yeo Jin-goo. Sedangkan Fair Xingfei, Miss Crow and Mr. Lizard ini adalah drama keempat dia yang aku tonton. Sebelumnya aku udah nonton akting Fair Xingfei di Master Devil Do Not Kiss Me S1&S2, Put Your Head on My Shoulder, dan My Little Happiness. Semoga di lain kesempatan, dalam waktu dekat aku bisa me-review drama lagi.

*



May 06, 2019

[Book Review] Levent Princes Wants Me - Ervina Karim

Judul: Levent Princes Wants Me
Penulis: Ervina Karim
Genre: Roman Fantasi
Tebal: 230 halaman
Rilis: 2018
Penerbit: DM Publisher
Editor, Desain Kover, Layout, Latar Kover: Siti Nurannisa
ISBN: -
Harga: -
Rate: ★½



Buku ini menceritakan tentang apa sih?

Tentang cewek bernama Avril yang tiba-tiba diculik ke negeri dongeng dan menjadi ratu di sana. Dia dijadikan istri dari Levent, sang penguasa yang merupakan Vampir. Avril berkali-kali ingin kembali, tapi di saat yang sama dia juga termehek-mehek oleh pesona Levent. Labil ya? Okelah, maklum masih 18 tahun.
Singkat kata mereka menikah, kemudian berperang melawan seorang penyihir yang berniat menghancurkan mereka beserta dengan pasukannya.
Avril sempat kembali ke dunia nyata setelah koma selama dua tahun. Tapi toh akhirnya dia nggak bisa memungkiri kalau dia tetap istrinya Levent.

Karakternya?

Rata-rata galau. Nggak ada yang kuat.

Penulisannya?

Oke, mari kita bahas....

♥ Benernya aku ogah bahas soal kata pengantar karena nggak ada sangkut pautnya sama cerita. Cuma karena ada dan kebaca sama aku, otomatis mataku langsung gatel kena typo-typo yang bertebaran. Kalo ada yang tanya typo-nya apa aja, silakan cek sendiri, males jelasin satu-satu karena ini poin yang sangat sederhana sekali, tapi terkesan diabaikan. Mungkin ada yang beranggapan kata pengantar boleh ditulis suka-suka, ya tapi nggak gini-gini juga kaleee. Okelah, aku nggak mau nge-judge kalo buku ini dari banyaknya typo di kata pengantar, jadi mari kita baca dulu. . . .

♥ Judulnya Levent Princes Wants Me. Hm, dari aku awal belajar bahasa Inggris, nggak ada tuh kata Princes. Yang ada Prince untuk pangeran dan Princess untuk putri. Atau mungkin Princes di sini maksudnya jamak?

♥ Masih sampai halaman 5, tapi aku udah kesel banget sama penggunaan tanda baca yang ada. Ituloh, seenak jidat narohnya. Penggunaan kata depan dan awalan juga ngasal.



♥ ...mahkota gagah... [- h. 5] → Kok nggak enak dibaca ya? Kalo orang pakai baju zirah kelihatan gagah mah wajar, tapi kalo mahkota kok nganu ya.

Layout-nya boros. Aku nggak tahu versi cetaknya gimana ya, yang pasti versi pdf-nya boros banget, jaraknya lebar-lebar kayak jarak aku dan kamu.

"The pretties sunday afternoon drive in the world." [- h. 10] → Weleh, ini mengutip aja kok ya masih salah sih? Salahnya di mana? Coba ceki-ceki Wikipedia sana.

♥ Pfffftttt! Udah ah, aku nyerah sama typo, penggunaan tanda baca, kata depan, awalan, dan tetek bengeknya. Capek akutu! Btw aku masih sampai halaman 11. Next aku bakalan coba mengabaikan typo.

♥ Nah, mau pakai dual POV sah-sah aja kok, tapi nggak usah ditulis Avril POV, Author POV. Kalo emang POV-nya Avril ya tulis aja di atasnya, Avril. Eh tapi masalahnya ini mixed antara POV satu sama POV tiga. Gini deh, untuk POV yang gado-gado gini coba kamu baca novel Petjah karangan Oda Sekar Ayu. Coba pelajari gimana dia nge-mix POV tapi masih oke buat dibaca.

♥ Melipat dada. [- h. 17] → Bisa jelasin ini posisinya gimana? Aku masih gagal paham.

♥ Lha? Di akhir POV-nya Avril ada tulisannya Avril POV End. Yawlaaaa😅

♥ Terpelilit. [- h. 52] → Apaan neh?

♥ Menghisap. [- h. 53] → Oke, mungkin masih banyak yang belum tahu ya, kalo sebenarnya kata hisap itu nggak ada di KBBI. Yang ada isap. Untuk karya-karya selanjutnya, semoga bisa diterapkan.

♥ Meneguk saliva. [- h. 54] → Ini udah kedua kalinya aku ketemu sama kalimat meneguk saliva, yang tadi lupa di halaman berapa. Sebenernya ini nggak salah sih, karena saliva itu sendiri artinya ludah/air liur. Cuma saliva itu bukan bahasa Indonesia loh, kalaupun maksa dipakai, ya harus miring tulisannya. Tapi menurutku penggunaan kata saliva di sini kurang tepat aja, beda kalau dipakai dalam istilah medis/biologi.

♥ Judul bab: Blood's Drink? [- h. 57] → Tahu fungsi tambahan 's pada sebuah kata nggak?

♥ ...tubuhku terbengkalai tak berdaya. [- h. 61] → Terbengkalai memang bisa diartikan sebagai terlantar, tapi konteksnya apa dulu. Coba cek KBBI dan pahami artinya.

♥ Kurcaci, Tinkerbell, Beauty and the Beast, Mariposa... [- h. 62] → Kok ada Beauty and the Beast? Itu bukan jenis makhluk loh, tapi judul film. Hehe.

♥ Terlentang. [- h. 62] → Cek KBBI.

♥ Judul bab: Abnormal Married. [- h. 64] → #RIPEnglish.

♥ Mensejajarkan. [- h. 68] → Cek KBBI.

♥ "We got married to night, Avril." [- h. 69] → Belajar bahasa enggresss dulu ya, Nak.

♥ Judul bab: Panik Morgan! [- h. 74] → Auto rolling eyes!

♥ Kok aku terganggu dengan selipan kata-kata err, arght. Terlalu sering muncul. Kesal, sebal, marah, gugup, dlsb itu bisa diekspresikan macam-macam. Nggak melulu eer, arght.

♥ Si Avril hilang dan Morgan, kakaknya, kebingungan. Dia menanti sampai sore. Di situ juga dijelaskan kalau setiap pagi neneknya berbelanja untuk keperluan. Nah, terus si nenek pulang deh. [- h. 77-78] → Wait, ini neneknya belanja sampai sore gitu? Dan setiap hari?

♥ Pergejolakan. [- h. 80] → Cek KBBI.

♥ Morgan selama ini cuek sama Avril. Tapi giliran Avril hilang, Morgan langsung ngenes, sampai tidur di kasurnya Avril dan peluk selimut Hello Kitty. [- h. 82] → Walah, Morgan baperan amat ya. Banyak kok kakak cowok yang cuek tapi benernya sayang. Cuma yah, nggak gini-gini juga kali. Kecuali hilangnya udah berhari-hari, bolehlah baper gini karena menyesal. Ini kan masih sehari? Biasanya cowok cenderung optimis dan nggak mau disalahkan. Morgan, plis deh jangan kayak nastar yang garing di luar, tapi lembek di dalam.

♥ Kedua lenganku melingkupi rahang tegasnya. [- h. 113] → Posisi gimana lagi ini? Lengan melingkupi rahang, hm.

♥ Judul bab: Him Never Fall In Love. [- h. 132] → Tepok jidat. Him bisa sih diletakkan di depan, tapi struktur kalimatnya nggak gini.

♥ Banyak kata dan kalimat yang maksa. Nggak cocok, tapi di cocok-cocokin. Apakah ini efek ilmu cocoklogi yang lagi tren sekarang ini?

♥ Emak sama babenya Avril kelimpungan pas tahu kalo anak perempuannya hilang. Emaknya nangis, babenya mabuk-mabukan. [- h. 167] → WTF, anaknya ilang malah mabok-mabokan, maksudnya apaaah?

♥ Judul bab: De Ja Vu. [- h. 175] → Cek sendiri yang bener gimana tulisannya.

Avril mine's Levent. [- h. 225] → Ya Gusti, sudahlah, capek mau komen soal parahnya bahasa enggres yang dipakai.

♥ Sampai akhir cerita pangerannya cuma ada satu, yaitu Levent. Nah, berarti judulnya nggak pas. Kalo satu doang kan Prince, nggak pake tambahan s.


Seperti sebelumnya, aku bikin review dan nge-post ini atas permintaan author. Jadi jangan bilang kalo aku mau jelek-jelekin pihak tertentu ya.

Jujur aku sedikit berharap ada sedikit perubahan pada tulisan kedua milik author ini, ya nyatanya memang ada sih, sedikiiiiiit banget. Yaitu tema yang diangkat sedikit lebih menarik ketimbang My Possessive Junior dulu dan sepertinya memang melakukan riset karena beberapa aku sempat baca beberapa infonya di Wikipedia. Jalan ceritanya agak mbulet, juga nggak punya dasar yang jelas. Contohnya, Levent yang tiba-tiba aja jatuh cinta sama Avril dan ingin menikahinya. Ada dijelaskan di situ kasak-kusuk soal Avril 500 tahun lalu atau apa, aku kurang jelas, dan sampai akhir memang nggak dijelaskan. Boleh-boleh aja berteka-teki asalkan jelas di belakangnya. Digantungin juga boleh, tapi dikasih sekuel. Ya kali digantungin doang nggak enak tauk!

Dari segi penulisan dan tetek bengeknya belum ada perbaikan sama sekali, author terkesan masih menyepelekan typo, penggunaan tanda baca, bahkan kata depan dan awalan pun amburadul. Duh, sampai bingung aku mau komen gimana, karena kurang lebih komenku masih sama seperti dulu. Memang sih, dalam menulis kita menuangkan apa aja yang ada di kepala kita, tapi setelahnya dibaca lagi nggak? Diteliti lagi nggak? Ya kalo bener ini udah hasil editan, naskah aslinya separah apa? Atau, editornya bisa ngedit nggak sih? Hati-hati lho dalam milih editor, pilih yang beneran ahli di bidangnya, jangan yang abal-abal. Bayangin aja naskah amburadul ketemu editor dodol? Ya nggak bakal bener naskahnya. *Duh, emosi aku. Maap.*

Masukanku juga masih sama, terus belajar. Aku nggak tahu kamu usia berapa, tapi tolonglah, jangan menutup mata sama kaidah penulisan yang baik dan benar. Minimal bisalah bedakan kata depan dan awalan, serta peletakan dan penggunaan tanda baca yang tepat. Soal typo, namanya juga manusia, bisa salah, tapi kalo sebanyak ini yah.... Masak sih keluputan sampai satu buku?

Oh ya, perbanyak baca buku yang berkualitas. Pelajari buku itu. Habis nulis, baca ulang, ada yang saltik nggak, kalimatnya udah pas belum, enak dibaca nggak.... Ya gitu aja deh masukanku. Btw thanks udah kasih kesempatan aku buat baca. Next, aku ngarep ada kemajuan dari kamu.

September 16, 2018

[Book Review] The Wicked Ones (Ghost of the Shadow Market, #6) - Cassandra Clare

Title: The Wicked Ones (Ghost of the Shadow Market, #6)
Author: Cassandra Clare
Genre: Fantasy
Year: September, 2018
Publisher: Simon and Schuster (Audiobook)
ISBN: 9781508259459
Rate: ★★★★☆



"I sometimes think there is nothing more painful than love denied. To love someone you cannot have, to stand beside your heart's desire and be unable to take them in your arms. A love that cannot be required. I can think of nothing more painful than that." [Brother Zachariah]

Days ago I just finished reading The Wicked Ones (Ghost of the Shadow Market #6). It's story about Céline Montclaire, the girl who had a crush with Stephen Herondale. Besides she know that Stephen is married to Amatis. But come on, who can deny The Herondales?😂 Before, I never imagine how beautiful Céline is. But after finishing this baby, I imagine Céline was so beautiful. Blond hair and porcelain face. She was Shadowhunter Princess in Paris at that time😍 Hm, fair enough if Jace got a goal—he has those beautiful from his mom and charm from his dad.

But.... But....
Again, my heart broken because of Jem. As Brother Zachariah he still bond to Will and Tessa. Although Will has passed away almost a century.

"This is a wish you should dispense with. Feeling is what makes us human. Even the most difficult feelings. Perhaps especially those. Love, loss, longing—this is what it means to be truly alive." [Brother Zachariah]