Showing posts with label roman. Show all posts
Showing posts with label roman. Show all posts

January 23, 2020

[Book Review] Finn - Honey Dee

Judul: Finn
Penulis: Honey Dee
Genre: Metropop (17+)
Rilis: 13 Januari, 2020
Tebal: 312 halaman
Bahasa: Indonesia
Penerbit: GPU
ISBN:  9786020634869
Harga: IDR 89.000 (P. Jawa)
Rate: ★★★★½


B l u r b :

Setelah "membunuh" seseorang, apakah kita masih bisa "hidup"?

Sejak kematian Arthur, kehidupan Liz dan keluarganya seolah ikut mati. Tak ada lagi kehangatan maupun kebahagiaan. Muak dengan kehidupannya, Liz merencanakan pelarian menuju kebebasan.

Liz berkenalan dengan Andika Gautama, kakak dari seorang remaja penderita autisme. Perkenalan itu membawa Liz ke Balikpapan, tempat ia menyanggupi untuk bekerja sebagai terapis Finn, adik Andika.

Bagi Andika, Liz tidak hanya memenuhi semua kriteria menjadi terapis Finn, tetapi juga mengisi ruang kosong di hatinya. Bagi Finn, Liz adalah harapan setelah dunianya hilang saat kematian ibunya. Dan, bagi Liz, Andika dan Finn adalah kunci mendapatkan uang demi kehidupan baru dan memaafkan diri sendiri atas kematian Arthur.

Masing-masing berjuang menyembuhkan diri dari luka. Namun, jika tiga tragedi ini bersatu, akankah ada keajaiban atau justru lebih banyak musibah terjadi oada mereka?

*

"Anak autis mengalami sakit kepala berkepanjangan. Kelainan pencernaan yang mereka alami membuat sistem sarafnya terepngaruh juga. Kepalanya terasa panas. Kamu tahu bahwa anak autis harus diet CFGFSF—Casein Free, Gluten Free, Sugar Free?" [Liz] - h. 76

Well, aku baru tahu kalau penderita autisme 'haram' makan yang berbahan kasein, gluten, dan gula, karena ternyata dapat membuat si penderitanya alergi. Jujur topik mengenai autisme ini langsung menarik perhatianku dari awal. Berkaca dari karya Honey Dee yang pernah aku baca, Rooftop, aku menaruh harapan kalau buku ini juga akan memiliki sesuatu yang berbeda.

Kalau biasanya Metropop mengangkat topik mengenai cinta-cintaan serta kehidupan masyarakat urban, Finn ini berbeda. Label boleh Metropop, tapi isinya lebih berupa sesuatu yang selama ini jarang kita sentuh, yaitu autisme. Di sini mengisahkan Finn, seorang anak autisme berusia 21 tahun yang mendapat perlakuan kejam dari sang ayah. Ibunya sudah meninggal, sementara kakaknya, Dika, nggak bisa—atau nggak mau berbuat banyak—untuk membela adiknya di hadapan sang ayah. Lalu di sisi lain ada Liz, cewek kuliahan yang merasa menjadi pembunuh sang adik. Padahal semua itu hanyalah kecelakaan. Sejak Arthur, adiknya yang juga autis, meninggal, suasana rumah sudah tak lagi hidup. Liz beserta kedua orangtuanya hanya seperti orang asing yang tinggal dalam satu atap.

Ada dua sudut pandang yang digunakan, yaitu Finn dan Liz. Dari sini kita akan tahu seperti apa 'isi kepala' para penderita autisme. Apa yang mereka rasakan, apa yang mereka pikirkan, apa yang mereka pahami atau tidak. Bagaimana cara anak autis menanggapi suatu masalah, itu sama sekali berbeda dengan kita yang dilahirkan sebagai orang normal. Pikiran anak-anak autis itu polos. Mereka mengerti dan merasakan, namun mereka tidak tahu apa namanya. Sementara dari sudut pandang Liz, aku suka banget ketika dia mati-matian merawat penderita autisme, padahal Finn bukan apa-apanya. Liz ini memiliki pemahaman sendiri mengenai autisme, sebuah pandangan yang sangat positif dan membangun.

Alur ceritanya sendiri ringkas, nggak melebar ke mana-mana. Benar-benar fokus. Gaya bahasanya juga enak untuk diikuti, termasuk dari sudut pandang Finn yang menggunakan kata SAYA sebagai penunjuk dirinya sendiri. Penulis juga begitu memperhatikan keterbatasan kata yang dimiliki oleh Finn sebagai penderita autisme. Secara keseluruhan buku ini memiliki sesuatu yang baru, sesuatu yang mungkin selama ini kita pandang setengah mata.

Banyak pelajaran dan pengetahuan yang aku dapat dari buku ini. Per lembarnya aku baca dengan sungguh-sungguh. Aku berusaha memahami seperti apa Finn, seperti apa Liz, juga seperti apa Dika. Dan ending-nya heartwarming banget. Aku rekomen deh buku ini buat kalian baca.

Q u o t e s :

Sebenarnya, ada yang lebih buruk daripada kematian, yaitu hidup tanpa harapan. Itu jauh lebih buruk. Parah, kalau kubilang. Nggak mati dan juga nggak hidup. Ini baru tragedi yang sebenarnya. - h. 11
Sebuah kematian datang, lalu kehidupan lain yang tersisa ikut mati perlahan. - h. 12
Nggak. Nggak ada orang yang berbuat kesalahan, lalu bisa tidur dengan tenang. Sekali lagi, nggak ada. Apalagi kalau kesalahan itu sebesar pembunuhan. Dia nggak akan bisa hidup dengan normal lagi. Nggak akan! Dia pasti menghabiskan hari-hari memikirkan terus tentang kematian. Sadar atau nggak, rasa bersalah bakal terus mengejar sampai bikin pengin mati. Sayangnya, penjahat seeprti itu nggak punya cukup nyali untuk mati. - h. 13
"Autisme bukan kelainan jiwa." [Liz] - h.75
"Laki-laki itu egois, Liz." Dika menggeleng. "Meluapkan kemarahan lebih mudah daripada mengakui rasa bersalah." - h. 165
"Kita nggak diciptakan untuk sendiri, Liz. Kita tetap butuh orang lain, sekuat apa pun kita." [Dika] - h. 194
"Dua hati yang patah bisa saling memperbaiki untuk belajar menyembuhkan diri bersama." [Dika] - h. 194
"Kadang mati lebih mudah daripada hidup." [Dika] - h. 278
Maaf nggak selalu berupa kata-kata, kan? - h. 283 
 

September 13, 2019

[Book Review] Song for Alice - Windry Ramadhina

Judul: Song for Alice
Penulis: Windry Ramadhina
Genre: Romance (13+)
Rilis: 29 Juni, 2018
Tebal: 328 halaman
Bahasa: Indonesia
Penerbit: Roro Raya Sejahtera
ISBN: 9786025129070
Harga: IDR. 85.000
Rate: ★★★½


B l u r b :

SEPERTI APA CINTA MENINGGALKANMU
ADALAH SESUATU YANG TERAMAT SULIT KAU LUPAKAN.

Bagi Arsen, pulang berarti kembali pada Alice—perempuan pertama yang mencuri hatinya dua belas tahun lalu. Sore itu adalah pertemuan pertama mereka setelah lama tak bertemu. Arsen menarik Alice ke dalam pelukannya, berusaha mengingatkan perempuan itu pada sejarah mereka dulu. Namun yang membersit di benak Alice hanya sakit hati... ditinggal pergi Arsen di saat dia benar-benar jatuh cinta.

Memang benar, Alice selalu merindukan Arsen. Ketertarikan di antara mereka masih memercik api seperti dulu. Namun masa lalu adalah pelajaran yang teramat berharga bagi perempuan itu. Arsen adalah orang yang membuat Alice merasa paling bahagia di muka bumi, juga yang bertanggung jawab membuatnya menangis tersedu-sedu.

Sekuat tenaga Alice mencoba menerima kembali kehadiran Arsen dalam hidupnya. Membiasakan diri dengan senyumnya, tawanya, gerak-gerik saat berada di ruang tengah; bahkan harus meredam gejolak perasaan atas kecupan hangat Arsen di suatu malam. Terlepas dari kenyataan Arsen membuat Alice jatuh cinta sekali lagi, ada pertanyaan besar yang hingga kini belum terjawab: pantaskah laki-laki itu diberi kesempatan kedua?

*

Wow, akhirnya keturutan juga baca buku ini. Dah, wow, aku suka sama ceritanya. Beautiful sadness. Dari awal aja auranya sendu banget, bikin aku tahu ke mana arah ceritanya. Meski begitu aku tetap berharap ada keajaiban yang bisa bikin aku senyum di akhir. Tapi harapan cuma harapan, garis takdir Alice dan Arsen tidak seberuntung Elena dan Damon. LOL.

Bisa dibilang aku suka dengan apa yang disuguhkan oleh buku ini. Gaya menulisnya enak untuk dibaca, mengalir, terutama di bagian narasinya, aku suka banget. Sayangnya percakapan di sini agak-agak gimana gitu. Bayangin aja, di Jakarta masak kita masih pakai sebutan aku-kau? Mungkin karena gaya bahasanya mengadopsi novel terjemahan, jadi terbawa. Cuma yah, di Jakarta gitu loh, sounds weird aja kalau pakai aku-kau, apalagi Arsen ini seorang musisi rock yang doyan pesta, terus kerjaannya juga keluar masuk pub. Selain itu, 'suasananya' seperti bukan di Jakarta. Semua itu tercermin dari kebiasaan para tokohnya, misal pilihan makanannya. Di sini aku nggak nemu tuh Alice jajar es potong atau ketoprak. Pokoknya western banget, misal: spageti, sup krim, roti bawang (hal. 90). Baca buku ini berasa bukan di Indonesia—sumpah, Indonesianya maksa banget. Malahan kalau setting tempatnya di luar negeri, aku malah bisa terima.

Kalau dari segi ceritanya sendiri, aku sangat menikmatinya—walau harus pura-pura lupa kalau setting-nya di Jakarta. Aku tersentuh banget sama sosok Arsen. Dia pergi untuk menggapai mimpinya. Lalu saat dia sudah menggapainya, dia seperti kehilangan dirinya sendiri. Sampai sebuah kecelakaan membuatnya sadar, bila hidup bisa berakhir kapan saja, bila ternyata selama ini dia hanya membuang-buang waktu yang dimilikinya. Akhirnya, Arsen memutuskan untuk pulang, memohon kesempatan kedua pada gadis yang dicintainya.

Konfliknya juga cuma konflik internal antara Arsen dan Alice. Arsen yang merasa bersalah dan Alice yang terluka. Sempat aku mikir kalau buku ini pasti tambah seru kalau misalnya Arsen ada afair dengan Mar, hehe. *jahad ya aku*
Nggak. Nggak. Aku tahu kok penulis ingin menyuguhkan cerita yang seperti apa.

Kisah Alice dan Arsen di sini indah. Dalam artian apa yang dilakukan Arsen itu tulus. Malahan aku nggak terlalu respek sama Alice yang kesannya sok jual mahal karena masih terluka karena kepergian Arsen. Tapi kalau aku di posisi Alice, pasti juga akan merasa sulit untuk kembali percaya pada sosok Arsen.

Tapi aku terlanjur cinta sama Arsen, huweee....

Apa buku ini bikin aku mewek?
Ya, bentar doang tapi. Hehe....
Jadi di awal-awal aku sempat membatin, Oh, ini ceritanya tentang ini terus pasti ujung-ujungnya begini. Baru setelah sepertiga bagian terakhir, aku bener-bener tahu ke mana arah ceritanya. Awalnya memang terkesan flat and ordinary, ditambah lagi feel-nya juga belum begitu dapet—mungkin karena percakapan aku-kau itu tadi kali ya?
Tapi saat berhasil menyelami sosok Arsen, aku langsung jatuh cinta.

Jadi kalau kalian suka romance ringan yang nggak kebanyakan drama, tapi ada nyesek-nyeseknya, buku ini adalah pilihan yang tepat. Pertama mungkin terasa biasa aja, terus kalian akan jatuh cinta sama Arsen, memihak Arsen dan sebel sama Alice. Kemudian kalian akan melunak sama Alice, lalu ikut bahagia melihat Arsen dan Alice. Tapi ujung-ujungnya kalian bakalan nangis bersama Alice.

*

Q u o t e s :

Tetapi, aneh. Ada kalanya kebebasan terasa begitu hambar dan tidak memuaskan. [Arsen] - h. 37
"Satu-satunya yang bisa dilakukan oleh 'maaf' adalah membuatmu merasa lebih baik." [Alice] - h. 94

September 08, 2019

[Book Review] Precious Lady - Acariba

Judul: Precious Lady
Penulis: Acariba
Genre: Romance
Rilis: 6 Mei, 2015
Tebal: 320 halaman
Bahasa: Indonesia
Penerbit: Elex Media Komputindo
ISBN: 9786020264004
Harga: IDR. -
Rate: ★★★☆☆


B l u r b :

Cinta yang tulus dan juga jujur adalah harapan setiap wanita. Begitu juga dengan dokter Diva yang perkasa. Dia begitu mendambakan pria yang bisa mencintai dirinya dengan tulus dan apa adanya di usia ke-25.

Sayangnya, setiap pria yang dijodohkan dengannya lebih menginginkan kekayaan keluarganya dan pria lainnya memilih mundur karena ketakutan dengan kemampuan membela diri yang Diva miliki. Hingga akhirnya ada dua pria yang bersedia memberi Diva cinta seperti yang dia inginkan—dua pria ini jugalah yang sukses membuat hatinya jungkir balik kebingungan. Bima yang seorang duda berusia 34 tahun dan Ino—yang masih SMA—berusia 17 tahun.

Siapa yang menyangka, Diva dihadapkan pada pilihan yang sulit. Sangat tidak mungkin memilih salah satu dari keduanya,karena ternyata mereka adalah ayah dan anak. Pilihan Diva jelas akan menghancurkan hubungan keluarga itu.

*

Buku ini sudah terbit empat tahun yang lalu ya?
Iya. Baru beli sekitar dua bulan lalu waktu sale di gudang Gramedia, terus baru kelar baca subuh tadi.

Seperti yang sudah dijabarkan di blurb-nya, karakter ceweknya nyeremin beud. Nyeremin dalam artian dia jago bela diri, jadi ada apa-apa langsung dibanting. Sebenernya unik juga sih karakter seperti ini, hanya saja aku sering terganggu sama sikapnya yang cenderung impulsif, dikit-dikit banting, dikit-dikit tendang. Kesannya terlalu dilebih-lebihkan gitu.

Sedangkan dari segi ceritanya sendiri lumayan lucu dan aku cukup menikmatinya. Hubungan Bima-Diva-Ino memang agak bikin aku geregetan, bukan karena aku gemes, tapi karena sebel. Bima yang kelewat 'husband and dad material' banget, Diva yang galak-galak tapi benernya mau, juga Ino yang ngebet banget sama Diva. 

Latar belakang cerita ini adalah seputar bisnis dan perjodohan, hal yang sangat sering aku temui dalam novel roman. Diva yang berprofesi sebagai seorang dokter berasal dari sebuah keluarga kaya, sayangnya dia tidak berminat untuk meneruskan bisnis keluarganya. Bima juga sama aja, berasal dari keluarga kaya, tapi dia memilih untuk membangun bisnisnya sendiri. 

Gaya menulisnya oke, enak dibaca meski beberapa scene bikin aku garuk-garuk kepala. Ada yang kelewat lebay, ada juga yang nggak sinkron. Cuma memang untuk bacaan, buku ini sudah cukup menghibur kok, dengan catatan mengabaikan detail-detail kecil yang mungkin kurang bisa diterima. Typo juga masih banyak.

Misalnya saja usia Bima. Sumpah deh, aku bingung sebenernya Bima itu umur berapa. Di blurb 34 tahun, terus di halaman berapa gitu 36 tahun, ada juga yang 37 tahun, di halaman 198 38 tahun. Lha, ini yang bener yang mane, Kakak?
Lalu ada juga nama tokohnya yang mungkin salah tulis ya. Itu, cewek yang naksir Ino di halaman 88 namanya Widya, tapi di halaman 89 namanya Winda. *waduh*

Oh ya, aku sarankan pembaca buku ini adalah mereka yang sudah cukup usia. Soalnya obrolan serta adegannya kurang cocok dibaca sama mereka yang masih di bawah umur. Nggak vulgar kok. Nggak. Bagiku nggak vulgar. Terus terlalu banyak umpatan. Jadi bagi yang nggak terbiasa mungkin bakalan ngerasa nggak nyaman.

Singkatnya, novel ini perpaduan antara lucu dan lebay!

Q u o t e s :

"Aku takut kalau cuma aku yang merasa jatuh cinta di dalam hubungan ini." [Bima] - h. 121
Sama seperti saat kita bermaksud meninggalkan orang yang kita cintai, menerima cinta seseorang yang tidak kita cintai itu juga sama sulitnya. - h. 157
Ditinggalkan itu menyakitkan. Tapi dipermainkan itu lebih menyakitkan. - h. 187
Dia selalu mengatakan bahwa setiap langkah yang dipilih haruslah tanpa penyesalan. Walaupun langkah itu berakhir dengan buruk, tapi paling tidak ada pelajaran yang bisa diambil di sana. - h. 260
"Jangan harapkan keadilan di dunia, Di. Kadang kala sesuatu yang kita anggap tidak adil adalah kejadian paling adil bagi kita." [Rima] - h. 289 

July 20, 2019

[Book Review] Learn to Love You - Astrid Zeng

Judul: Learn to Love You
Penulis: Astrid Zeng
Genre: Amore (21+)
Bahasa: Indonesia
Tebal: 296 halaman
Rilis: 24 Mei, 2019
ISBN: 9786020631127
Harga: IDR. 79.000 Paperback (P. Jawa)
Rate: ★★★☆☆


B l u r b : 

Siapa wanita yang dikencani Sebastian Su semalam?

Setelah malam kelabu yang samar-samar ia ingat, Bibiana akhirnya menyetujui lamaran Sebastian. Namun, siapa yang menyangka bahwa Bibiana bersedia menikah kilat demi menjaga nama baik keluarga?! Dengan seorang penyanyi internasional pula!

Sementara itu, Sebastian merasa harus bertanggung jawab atas perbuatannya pada Bibiana. Ide untuk menikahi gadis itu mungkin bisa membuat para pencari berita tak lagi antusias akan kehidupan pribadinya.

Sejak menikah, Bibiana mendapati sisi lain Sebastian di balik tameng dingin yang selama ini dia tampilkan di depan umum. Perasaan Bibiana berubah sedikit demi sedikit. Saat menyadari dirinya telah jatuh cinta dengan suaminya sendiri, Bibiana mulai takut jika Sebastian tidak akan pernah bisa menerimanya.

*

Siapa pernah terjebak kakak-adik zone?
Bibiana pernah.
Dia suka sama Raymond, sayangnya Raymond hanya menganggap Bibiana sebagai adik. Hueeee 😭

Buku ini memiliki cerita yang manis, kalo kalian suka baca novel HQ, mungkin buku ini bisa disebut versi lokalnya. Secara garis besar buku ini nggak menyuguhkan cerita yang anti-mainstream, melainkan sebuah kisah sederhana antara Bibiana dan Sebastian yang mampu membuat aku sebagai pembaca tersedot ke dalamnya. Sebagai cewek, siapa sih yang nggak pengin jadi Bibiana? Lahir sebagai keturuan keluarga old money di Indonesia, udah gitu nikah sama penyanyi internasional pula. Buat aku buku ini memberi sensasi 'happy' waktu baca, tahulah kehidupan semacam itu hampir-hampir mustahil ada di kehidupan nyata.

Soal karakter, aku nggak terlalu berkesan karena masing-masing karakternya udah ordinary buat aku, cewek dimanja vs cowok dingin. Ngelihat sikap mereka dari awal, aku udah bisa menduga jalan ceritanya bakal seperti apa. Tapi tetep aja, aku bisa menikmati lembar per lembarnya. Menggunakan sudut pandang orang ketiga, buku ini nyaman buat dibaca. Kalimatnya gampang dicerna dan nggak ribet.

Ngomong-ngomong soal feel, jujur aku baru dapat feel-nya ketika Bibiana dan Sebastian udah nikah terus pindah ke Taipei. Apalagi pas Raymond mulai agak-agak nggak nyaman ketika ngelihat kedekatan Bibiana dan Sebastian. Oh ya, aku juga suka dengan kehidupan keluarga Mr. S yang super duper teratur. Sarapan aja bener-bener on time, berasa don't wanna waste the time.

Hal yang aku sayangkan di sini adalah porsi manis-manisnya Sebastian berasa kurang, sampai ending pun rasanya masih ada kakunya. Terus di halaman 80, ketika Bibiana baru aja tiba di kediaman keluarga Mr. S di Taipei, dia kelihatan speechless banget. Bagiku ini agak janggal aja. Bibiana kan anak orang kaya, harusnya nggak sekaget itu. Lalu aku juga penasaran dengan lagu 'Learn To Love You' yang diciptakan Sebastian itu isinya gimana sih?

Kesimpulannya buku ini menawarkan sebuah kisah yang manis ala-ala novel HQ. Di mana cewek berhati lembut dipertemukan dengan cowok berhati dingin. Berhubung semua tokohnya di sini adalah para orang-orang berduit, so kita nggak bakal menemukan konflik yang berhubungan dengan itu. "Money is no object," kata Sebastian. Ceritanya ringan, manis, dan gampang dinikmati.


Q u o t e s :

"Love is selfish." [Sebastian Su] - h. 96
"Memercayai wanita tidak sama dengan menikahinya." [Sebastian Su] - h.  118
"Deepest love can bring deepest betrayal too." [Simon] - h. 143
"Mungkin tidak susah untuk belajar hidup bersamamu. Tapi, akan sulit jika kamu tidak memiliki hasrat padaku." [Bibiana] - h. 153
"Kehadiranmu membuatku tidak bisa membuat lagu sedih lagi. Jadi, aku putuskan mulai sekarang aku hanya akan menciptakan lagu bahagia. Karena bersamamu, aku selalu bahagia." [Sebastian Su] - h. 202-203

June 26, 2019

[Book Review] Kenya - Kincirmainan

 Judul: Kenya
Penulis: Kincirmainan
Genre: Novel Roman (18+)
Bahasa: Indonesia
Tebal: 356 halaman
Rilis: Mei 2019
Penerbit: Bhuana Ilmu Populer
ISBN: 9786232160644
Harga: IDR. 84.000
Rate: ★★★★☆

 
B l u r b :

Gue Kenya Barika Bayo, lahir di Kenya, punya adik cowok yang super mega ultra sensitif bernama Afrika.

Seeprti cewek lain di muka bumi jni, gue juga bikin resolusi tahun baru yang nggak berguna sebab isinya 85% gagal 10% pasti segera gagal dan 5% belum pasti gimana nasibnya.

Kacau.

Delta, cowok yang gue sayang dari kecil dan mau gue tembak tepat pada malam pergantian tahun, which is bagian dari rencana besar gue tahun ini, justru jadian sama sahabat gue! Parahnya, malam itu juga gue malah jatuh ke pelukan Data, adiknya Delta!

Oh my God, Kenya, what were you thinking?!


*

Buku ini asyik!
Kalimat itu yang seketika terlintas di benakku ketika baca. Dari segi cerita, jujur aku nggak terlalu impress, tapi dari segi lain-lainnya aku suka.

Buku ini memiliki karakter yang bagiku unik. Kenya, sosok cewek yang nggak ada cewek-ceweknya, gahar dan ceplas-ceplos. Nggak ada tuh kalimat jaga image dalam kamusnya. Fisik Kenya juga nggak seperti kebanyakan cewek di novel-novel lain yang memiliki kecantikan dan tubuh yang sempurna. Sebaliknya, Kenya ini terkesan B aja, rambutnya megar kribo pula. Tapi di sinilah keunikannya. Kenya itu, cantik dengan caranya sendiri. Nggak cuma Kenya, karakter dari tokoh yang lain pun kuat, jadi aku bisa dengan gampang memutuskan suka atau nggak suka.

Misalnya Afrika, adik cowok Kenya ini malah dianugerahi paras cantik dan hati yang super sensitif. Wkwk, kadang dunia memang kebolak-balik ya? Kenya yang cewek kesannya malah kayak preman, sedangkan Afrika yang cowok malah kalem.

Fyi, ini adalah buku pertama dari Kincirmainan yang aku baca. Gaya tulisannya yang ceplas-ceplos bikin aku langsung cocok dan bisa dengan mudah dinikmati. Oh ya, kovernya cuteee juga lho! Itu menggambarkan Kenya banget, sementara bagian belakangnya, ada si cowok cantik alias Afrika alias adiknya Kenya. Kovernya membantu banget buat membangun imajinasi sewaktu membaca.

Pekerjaan Kenya juga menarik lho. Cuma kalo ini relatif sih. Bagi aku sendiri pekerjaan yang berhubungan dengan hewan itu menarik. Apalagi waktu Kenya sama Bella mau ke Cina buat jadi relawan yang ngerawat panda. OMG!!! Panda gitu, aku suka banget sama pandaaaa🐼🐼🐼
Chemistry antar karakternya juga aku suka, terutama Kenya-Data dan Kenya-Afrika.

Wait, buku ini ada TAPI-nya lho....
Jadi gini, buku ini mengandung adegan, life style, juga kata-kata yang bagi sebagian orang tabu. Saranku, ketika baca buku ini tolong cerdas. Jangan pandang dari sisi negatifnya alias bad habit para tokohnya. Posisikan mereka juga manusia yang punya sisi baik dan brengsek. Aku juga muterin mata sama Kenya yang dengan gampangnya jatuh ke pelukan laki-laki lain. But I know it's Kenya and her imperfect.

Kesimpulannya buku ini punya karakter yang unik, pokoknya Kenya itu beda banget sama ciwik-ciwik dalam novel-novel yang seringnya perfectly beauty. Gaya penulisan yang ceplas-ceplos bikin minim jenuh. So kalo kalian suka buku yang page turner tapi juga bikin penasaran, Kenya ini adalah pilihan yang tepat.


Q u o t e s :

"Semua orang butuh sekali-kali jatuh. Makin keras jatuhnya, makin banyak pelajaran yang lo dapet. Nikmatin aja. Gue juga pernah kok di posisi lo." [Data] - h. 25
Kenapa dari sekian banyak wanita di muka bumi ini, bukan hati gue yang lo pilih? [Kenya] - h. 109
"Sebab masa muda itu cuma sesaat. Kiss slowly, fall in love, have lots of fun, and be brave while you were young." - h. 128
Every human being has an ability to recover themselves." - h. 188
If the love tied me so hard, if the love didn't make me happy with their happiness, then it's not love at all. - h. 208
Apa benar seseorang yang sejak lama kita inginkan menjadi tidak lagi menarik saat berhasil kita dapatkan? - h. 227
"Friends with benefit itu memang mustahil, ya? Itu hanya akan bikin dua orang bodoh saling jatuh cinta pada akhirnya." - h. 339 

May 31, 2019

[Book Review] Just the Person I Loved Before - Ollyjayzee

Judul: Just the Person I Loved Before
Penulis: Ollyjayzee
Genre: Romance (18+)
Tebal: 360 halaman
Rilis: Maret, 2019
Bahasa: Indonesia
Penerbit: Elex Media Komputindo
ISBN: 9786020490229
Harga: IDR. 79.800
Rate: ★★★★☆


Blurb:

Aku Sissy. Jatuh cinta pertama kali kepada Bram, kakak sahabatku. Cinta pertama begitu berkesan. Cinta remaja, tak terbalas, dan sangat membekas. Mungkin karna semua serba pertama. Pertama jatuh cintam dan pertama patah hati. Cinta yang aku bawa hingga masa dewasa.

Sampai pada suatu ketika aku sadar bahwa aku harus berubah. Aku harus bisa melupakan Bram dan membuka hati untuk cinta yang lain. Aku bertemu Hanif. Dia pria yang baik dan kami saling cocok. Aku pun memutuskan untuk menjalani hubungan dengannya, dan berproses bersamanya.

Tetapi kenapa ketika aku telah bersama Hanif, Bram justru datang kembali untuk memberikan jawaban? Mengabulkan impian yang telah aku tunggu selama belasan tahun.
Kamu sangat terlambat, Bram.


Dari blurb udah ketahuan seperti apa garis besar ceritanya. Yep, hate to love relationship. Latar belakang serta alur cerita yang ditawarkan sudah terlalu mainstream, sering kali kita jumpai pada novel-novel roman pada umumnya. Tapi mungkin yang menjadikan buku ini berbeda adalah cara penulis mengeksekusinya. Penulis memasukkan unsur pekerjaan, persahabatan, serta hubungan kekeluargaan yang membuat ceritanya jadi berliku.

Buku ini mengusung Jakarta sebagai latar tempatnya. Kehidupan masyarakat yang selalu sibuk dengan pekerjaan, juga dipenuhi dengan orang-orang yang saling memanfaatkan, dlsb. Di titik ini aku ngerasa begitu nyata, di mana pekerjaan nggak bisa dipisahkan dengan kehidupan kita sebagai manusia. Keseharian tokohnya pun tampak wajar, well, bukan jenis-jenis CEO yang seringnya membuat kita termehek-mehek hanya dengan mendengar statusnya aja. Bukan juga anak pemilik perusahaan yang doyan menghambur-hamburkan recehan. Pekerjaan Sissy sebagai office manager dan Bram sebagai dokter spesialis kandungan itu gampang banget kita temukan dalam dunia nyata, kan?

Untuk karakternya sendiri, aku suka banget sama Sissy. Dia itu wanita yang kuat dan menginspirasi. Sissy ini mandiri dan baik banget. Sayang kebaikannya itu malah jadi titik kelemahannya, bikin dia gampang dimanfaatin. Cara Sissy menghadapi suatu masalah juga dewasa, nggak galau melulu kayak ABG, cuma memang di satu sisi dia suka berprasangka buruk. It's fine, bagiku itu manusiawi, apalagi kalo sedang cemburu, ya kan?
Sementara untuk Bram, dia ini tipe-tipe pria yang bisa dibilang kaku. Hm, ya kurang lebih seperti kebanyakan tokoh pria favorit dalam novel lah.
Lalu ada Hanif yang sebenernya baik, cuma dia itu minder sama Sissy karena secara karir Sissy itu lebih dari dia. Walau toh akhirnya Hanif memiliki usahanya sendiri, dia tetap aja minder, selalu merasa lebih rendah daripada Bram. Padahal Sissy nggak pernah mempermasalahkan itu lho.

Kesimpulannya buku ini punya alur cerita yang klise, namun cara penulis mengeksekusinya membuat buku ini jadi menarik. Karakter serta kehidupan sehari-harinya berasa dekat banget sama kita. Nggak muluk-muluk yang kadang bikin kita eneg, pokoknya pas lah dengan setting Indonesia.


Quotes:

Moving on is being able to look back without needing to reach out. - h. 85

"Nggak ada yang remeh kalau sudah menyangkut hati dan perasaan, Sy." [Bram] - h. 166


May 13, 2019

[Book Review] Claires - Valerie Patkar

Judul: Claires
Penulis: Valerie Patkar
Genre: Romance (13+)
Tebal: 380 halaman
Bahasa: Indonesia
Rilis: 19 Maret 2018
Penerbit: Bhuana Ilmu Populer
ISBN: 9786024553661
Harga: IDR. 81.000 (P. Jawa)
Rate: ★★★★☆


B l u r b :

Tentang ada, namun tidak ada.
Tentang di sini, namun pergi.
Tentang sembuh, namun tetap luka.
Tentang percaya, namun ditinggalkan.

Claire dan Deverra seperti deretan awan di atas langit.
Mereka sama dan itu membuat mereka sempurna.

Claire dan Ares seperti rangkaian baris warna pada pelangi.
Mereka berbeda dan itu membuat mereka indah.

"Untuk siapa pun yang mengingatku
di kepalanya, aku mengingatmu lebih jelas
dari semua ingatan di kepalamu itu."

K a r a k t e r :

Claire Paveitria: Seorang gadis berdarah Bali dan Inggris. Setelah kedua orangtuanya bercerai, dia memilih tinggal bersama ibunya di Manchester, namun belakangan memilih untuk tinggal sendiri di Bali. Suka menulis puisi.

Kai Deverra: Pacar Claire. Seorang pembalab F1 yang terpaksa meninggalkan Claire selama enam bulan demi Grand Prix.

Ares Nota: Cowok begajulan, anak bungsu dari deretan orang terkaya di Indonesia. Kerjaannya hanya hura-hura.

Apollo Kitara: Sahabat Ares dan teman baik Kai.

Katrina Lanticca: Sahabat Claire.

S t o r y l i n e :

Secara garis besar buku ini menceritakan Claire yang harus long distance dengan Kai. Berawal dari ponsel yang ketinggalan, dia akhirnya sering bertemu dengan Ares—cowok begajulan yang sangat bertolak belakang dengan Kai. Ares terus-terusan mengejar dan mengganggu Claire, sama sekali tidak peduli dengan status gadis itu yang sudah menjadi milik orang lain. Di satu sisi, Claire yang kesepian juga mulai terbiasa dengan gangguan Ares. Claire tahu ini salah, namun ketika dia diharuskan untuk memilih, dia merasa kesulitan.


Iya, aku tahu kok kalau buku ini hype-nya udah lewat, udah setahun lebih bahkan. Dulu sempat mau beli buku ini, tapi sold terus sampai akhirnya kelupaan sendiri dan baru kebeli bulan lalu.

Sebetulnya kisah yang ditawarkan sangatlah klise, namun ketika udah masuk ke dalam cerita, perasaan ini jadi ikut-ikutan campur aduk. Di awal-awal aku ketawa-ketawa aja dengan kelakuan Ares, lalu di bagian sepertiga akhir, rasanya dada nyut-nyutan pas baca. Entah ini efek aku yang lagi kebaperan atau gimana, yang pasti aku berasa masuk banget ke ceritanya, bisa rasain gimana patah hatinya Ares, gimana galaunya Claire, juga gimana usaha kerasnya Kai.

Aku memang bukan penganut long distance dan nggak bakal mau. Jadi aku bisa banget ngerasain apa yang Claire rasakan. Claire nggak meminta diprioritaskan, tapi setidaknya dia pengin Kai itu sekali aja lebih milih dia daripada balapan. Pas banget waktu Claire kesepian, Ares masuk dalam kehidupannya, bikin hari-harinya yang sepi jadi semarak. Claire juga ngerasa nyaman dengan Ares. Salah sih, tapi kalau aku ada di posisi Claire, mungkin aku juga bakalan ngerasain hal yang sama. Bukannya selingkuh, tapi kehadiran dari orang yang kita sayang itu penting dalam sebuah hubungan. Cuma, hal seperti ini bisa berbeda-beda pada setiap orang, jadi memang bukan patokan.

Dalam buku ini sebetulnya lebih menekankan jika cinta itu bukan terdiri dari dua pribadi yang sama sehingga terlihat sempurna. Namun lebih pada dua pribadi berbeda yang berjalan bersama-sama sehingga cinta itu memiliki warna dan tidak monoton.

Kalimat-kalimatnya dalem banget, bener-bener indah buat aku. Sayangnya terkesan kurang rapi waktu dibaca, coba dirapiin dikit, wuih, bakalan cakep banget buku ini. Beberapa scene aku ngerasa agak lebay, tapi terbayarlah kalau dibandingin dengan keseluruhan cerita.

Menjelang akhir cerita aku agak kecewa dengan sikapnya Claire yang bersikukuh nggak mau ngakuin perasaannya dan memilih untuk lari. Bukan karena aku kasihan sama Ares sih, tapi lebih karena aku ngerasa Claire sok jual mahal aja. Ares udah di depan mata, tinggal jujur aja apa susahnya sih?

Kesimpulannya, kalau kalian suka buku dengan cerita yang jleb atau feel-nya ngena banget, aku rekomen buku ini ke kalian.


Q u o t e s :

It feels great. To find that someone you are longing for, asking how you are doing. Eventhough they aren't longing for you like the way you do. - h. 8
Bahwa kadang menjadi baik-baik saja tidak berarti sama dengan menjadi bahagia. - h. 9 
"Finding your paradise is as simple as to remember the smallest thing that remained forever." - h. 9
Sedikit orang yang percaya, ketika kaki terkilir dan sukar berjalan, selalu ada tangan yang bersedia terulur untuk membantunya bangkit. - h. 11
"Buat aku, nggak ada hari esok. Aku mau lakuin semuanya sekarang. Karena aku nggak tahu besok gimana. Aku nggak mau gagal dan hidup berdasarkan kata seharusnya." - h. 28
Karena pada dasarnya, manusia terlalu sibuk memberi cinta pada orang lain, sehingga lupa kalau dirinya sendiri juga butuh itu. - h. 43
Nota memang bukan sebuah keluarga yang hangat. Tapi Nota merupakan keluarga yang saling peduli dan melindungi. - h. 53
"Because true feeling starts from hate." - h. 84
"Jangan selalu merasa nggak enak. Semua orang kan berhak jadi diri mereka sendiri." - h. 99
Hujan selalu datang untuk membawa kembali kenangan yang sudah kering dengan cara membasahinya. - h. 107
"Cinta seperti misteri terselubung pada suatu zaman, mengendap-endap di balik penampilan, dan menjadikan hati kita sebagai sarangnya." - h. 163
Cinta bukan hanya dari dua orang berbeda yang memiliki satu tujuan, melainkan dua orang yang memiliki dua tujuan berbeda dan menjalani keduanya bersama-sama tanpa ada satu pun yang meninggalkan. - h. 164
"Sesempurna apa pun sebuah hubungan, kesempurnaan itu selalu kalah dengan perasaan. Ketika dia punya perasaan lebih dengan yang nggak sempurna, ketidaksempurnaan itu justru yang membuat semuanya jadi indah." - h. 186
"Buat diri kamu bukan jadi yang pertama untuk dia, tapi jadi yang terakhir. Karena saat kamu jadi yang pertama, selalu ada orang kedua." - h. 187
"Love is short. Forgetting is so long." - h. 256
 Jatuh cinta bukan sebuah kesalahan. Hanya waktu dan orang yang tidak tepat yang membuatnya salah. - h. 259
"Walau lo merasa nggak pantas, selama dia butuh lo, kata nggak pantas itu bisa dihapus." - h. 304
"Kalau nggak sakit namanya bukan cinta." - h. 312
"Girls cut their hair to get a new life, to forget everything that is really hard to be forgotten." - h. 319
Setinggi-tingginya harapan, di saat kita tidak punya tangga untuk sampai ke sana, kita hanya perlu berdiri di tempat kita berada, diam dan menatap harapan itu dari jauh. Karena meskipun kita tidak mewujudkan harapan itu, setidaknya harapan itu masih di sana, menunggu kita. Kapan pun kita punya tangganya, kita akan sampai ke sana. - h. 335-336
"Cintai orang yang bisa buat kamu bahagia. Bukan yang bisa buat kamu sempurna. Karena yang sempurna belum tentu bisa buat kamu bahagia. Tapi bahagia selalu bisa buat hidup kamu sempurna." - h. 345
Kita selalu bisa mencintai seseorang sebanyak yang kita ingin. Tapi hanya akan ada satu orang yang bisa menyakiti kita sebanyak yang mereka mau.... - h. 366

May 06, 2019

[Book Review] Levent Princes Wants Me - Ervina Karim

Judul: Levent Princes Wants Me
Penulis: Ervina Karim
Genre: Roman Fantasi
Tebal: 230 halaman
Rilis: 2018
Penerbit: DM Publisher
Editor, Desain Kover, Layout, Latar Kover: Siti Nurannisa
ISBN: -
Harga: -
Rate: ★½



Buku ini menceritakan tentang apa sih?

Tentang cewek bernama Avril yang tiba-tiba diculik ke negeri dongeng dan menjadi ratu di sana. Dia dijadikan istri dari Levent, sang penguasa yang merupakan Vampir. Avril berkali-kali ingin kembali, tapi di saat yang sama dia juga termehek-mehek oleh pesona Levent. Labil ya? Okelah, maklum masih 18 tahun.
Singkat kata mereka menikah, kemudian berperang melawan seorang penyihir yang berniat menghancurkan mereka beserta dengan pasukannya.
Avril sempat kembali ke dunia nyata setelah koma selama dua tahun. Tapi toh akhirnya dia nggak bisa memungkiri kalau dia tetap istrinya Levent.

Karakternya?

Rata-rata galau. Nggak ada yang kuat.

Penulisannya?

Oke, mari kita bahas....

♥ Benernya aku ogah bahas soal kata pengantar karena nggak ada sangkut pautnya sama cerita. Cuma karena ada dan kebaca sama aku, otomatis mataku langsung gatel kena typo-typo yang bertebaran. Kalo ada yang tanya typo-nya apa aja, silakan cek sendiri, males jelasin satu-satu karena ini poin yang sangat sederhana sekali, tapi terkesan diabaikan. Mungkin ada yang beranggapan kata pengantar boleh ditulis suka-suka, ya tapi nggak gini-gini juga kaleee. Okelah, aku nggak mau nge-judge kalo buku ini dari banyaknya typo di kata pengantar, jadi mari kita baca dulu. . . .

♥ Judulnya Levent Princes Wants Me. Hm, dari aku awal belajar bahasa Inggris, nggak ada tuh kata Princes. Yang ada Prince untuk pangeran dan Princess untuk putri. Atau mungkin Princes di sini maksudnya jamak?

♥ Masih sampai halaman 5, tapi aku udah kesel banget sama penggunaan tanda baca yang ada. Ituloh, seenak jidat narohnya. Penggunaan kata depan dan awalan juga ngasal.



♥ ...mahkota gagah... [- h. 5] → Kok nggak enak dibaca ya? Kalo orang pakai baju zirah kelihatan gagah mah wajar, tapi kalo mahkota kok nganu ya.

Layout-nya boros. Aku nggak tahu versi cetaknya gimana ya, yang pasti versi pdf-nya boros banget, jaraknya lebar-lebar kayak jarak aku dan kamu.

"The pretties sunday afternoon drive in the world." [- h. 10] → Weleh, ini mengutip aja kok ya masih salah sih? Salahnya di mana? Coba ceki-ceki Wikipedia sana.

♥ Pfffftttt! Udah ah, aku nyerah sama typo, penggunaan tanda baca, kata depan, awalan, dan tetek bengeknya. Capek akutu! Btw aku masih sampai halaman 11. Next aku bakalan coba mengabaikan typo.

♥ Nah, mau pakai dual POV sah-sah aja kok, tapi nggak usah ditulis Avril POV, Author POV. Kalo emang POV-nya Avril ya tulis aja di atasnya, Avril. Eh tapi masalahnya ini mixed antara POV satu sama POV tiga. Gini deh, untuk POV yang gado-gado gini coba kamu baca novel Petjah karangan Oda Sekar Ayu. Coba pelajari gimana dia nge-mix POV tapi masih oke buat dibaca.

♥ Melipat dada. [- h. 17] → Bisa jelasin ini posisinya gimana? Aku masih gagal paham.

♥ Lha? Di akhir POV-nya Avril ada tulisannya Avril POV End. Yawlaaaa😅

♥ Terpelilit. [- h. 52] → Apaan neh?

♥ Menghisap. [- h. 53] → Oke, mungkin masih banyak yang belum tahu ya, kalo sebenarnya kata hisap itu nggak ada di KBBI. Yang ada isap. Untuk karya-karya selanjutnya, semoga bisa diterapkan.

♥ Meneguk saliva. [- h. 54] → Ini udah kedua kalinya aku ketemu sama kalimat meneguk saliva, yang tadi lupa di halaman berapa. Sebenernya ini nggak salah sih, karena saliva itu sendiri artinya ludah/air liur. Cuma saliva itu bukan bahasa Indonesia loh, kalaupun maksa dipakai, ya harus miring tulisannya. Tapi menurutku penggunaan kata saliva di sini kurang tepat aja, beda kalau dipakai dalam istilah medis/biologi.

♥ Judul bab: Blood's Drink? [- h. 57] → Tahu fungsi tambahan 's pada sebuah kata nggak?

♥ ...tubuhku terbengkalai tak berdaya. [- h. 61] → Terbengkalai memang bisa diartikan sebagai terlantar, tapi konteksnya apa dulu. Coba cek KBBI dan pahami artinya.

♥ Kurcaci, Tinkerbell, Beauty and the Beast, Mariposa... [- h. 62] → Kok ada Beauty and the Beast? Itu bukan jenis makhluk loh, tapi judul film. Hehe.

♥ Terlentang. [- h. 62] → Cek KBBI.

♥ Judul bab: Abnormal Married. [- h. 64] → #RIPEnglish.

♥ Mensejajarkan. [- h. 68] → Cek KBBI.

♥ "We got married to night, Avril." [- h. 69] → Belajar bahasa enggresss dulu ya, Nak.

♥ Judul bab: Panik Morgan! [- h. 74] → Auto rolling eyes!

♥ Kok aku terganggu dengan selipan kata-kata err, arght. Terlalu sering muncul. Kesal, sebal, marah, gugup, dlsb itu bisa diekspresikan macam-macam. Nggak melulu eer, arght.

♥ Si Avril hilang dan Morgan, kakaknya, kebingungan. Dia menanti sampai sore. Di situ juga dijelaskan kalau setiap pagi neneknya berbelanja untuk keperluan. Nah, terus si nenek pulang deh. [- h. 77-78] → Wait, ini neneknya belanja sampai sore gitu? Dan setiap hari?

♥ Pergejolakan. [- h. 80] → Cek KBBI.

♥ Morgan selama ini cuek sama Avril. Tapi giliran Avril hilang, Morgan langsung ngenes, sampai tidur di kasurnya Avril dan peluk selimut Hello Kitty. [- h. 82] → Walah, Morgan baperan amat ya. Banyak kok kakak cowok yang cuek tapi benernya sayang. Cuma yah, nggak gini-gini juga kali. Kecuali hilangnya udah berhari-hari, bolehlah baper gini karena menyesal. Ini kan masih sehari? Biasanya cowok cenderung optimis dan nggak mau disalahkan. Morgan, plis deh jangan kayak nastar yang garing di luar, tapi lembek di dalam.

♥ Kedua lenganku melingkupi rahang tegasnya. [- h. 113] → Posisi gimana lagi ini? Lengan melingkupi rahang, hm.

♥ Judul bab: Him Never Fall In Love. [- h. 132] → Tepok jidat. Him bisa sih diletakkan di depan, tapi struktur kalimatnya nggak gini.

♥ Banyak kata dan kalimat yang maksa. Nggak cocok, tapi di cocok-cocokin. Apakah ini efek ilmu cocoklogi yang lagi tren sekarang ini?

♥ Emak sama babenya Avril kelimpungan pas tahu kalo anak perempuannya hilang. Emaknya nangis, babenya mabuk-mabukan. [- h. 167] → WTF, anaknya ilang malah mabok-mabokan, maksudnya apaaah?

♥ Judul bab: De Ja Vu. [- h. 175] → Cek sendiri yang bener gimana tulisannya.

Avril mine's Levent. [- h. 225] → Ya Gusti, sudahlah, capek mau komen soal parahnya bahasa enggres yang dipakai.

♥ Sampai akhir cerita pangerannya cuma ada satu, yaitu Levent. Nah, berarti judulnya nggak pas. Kalo satu doang kan Prince, nggak pake tambahan s.


Seperti sebelumnya, aku bikin review dan nge-post ini atas permintaan author. Jadi jangan bilang kalo aku mau jelek-jelekin pihak tertentu ya.

Jujur aku sedikit berharap ada sedikit perubahan pada tulisan kedua milik author ini, ya nyatanya memang ada sih, sedikiiiiiit banget. Yaitu tema yang diangkat sedikit lebih menarik ketimbang My Possessive Junior dulu dan sepertinya memang melakukan riset karena beberapa aku sempat baca beberapa infonya di Wikipedia. Jalan ceritanya agak mbulet, juga nggak punya dasar yang jelas. Contohnya, Levent yang tiba-tiba aja jatuh cinta sama Avril dan ingin menikahinya. Ada dijelaskan di situ kasak-kusuk soal Avril 500 tahun lalu atau apa, aku kurang jelas, dan sampai akhir memang nggak dijelaskan. Boleh-boleh aja berteka-teki asalkan jelas di belakangnya. Digantungin juga boleh, tapi dikasih sekuel. Ya kali digantungin doang nggak enak tauk!

Dari segi penulisan dan tetek bengeknya belum ada perbaikan sama sekali, author terkesan masih menyepelekan typo, penggunaan tanda baca, bahkan kata depan dan awalan pun amburadul. Duh, sampai bingung aku mau komen gimana, karena kurang lebih komenku masih sama seperti dulu. Memang sih, dalam menulis kita menuangkan apa aja yang ada di kepala kita, tapi setelahnya dibaca lagi nggak? Diteliti lagi nggak? Ya kalo bener ini udah hasil editan, naskah aslinya separah apa? Atau, editornya bisa ngedit nggak sih? Hati-hati lho dalam milih editor, pilih yang beneran ahli di bidangnya, jangan yang abal-abal. Bayangin aja naskah amburadul ketemu editor dodol? Ya nggak bakal bener naskahnya. *Duh, emosi aku. Maap.*

Masukanku juga masih sama, terus belajar. Aku nggak tahu kamu usia berapa, tapi tolonglah, jangan menutup mata sama kaidah penulisan yang baik dan benar. Minimal bisalah bedakan kata depan dan awalan, serta peletakan dan penggunaan tanda baca yang tepat. Soal typo, namanya juga manusia, bisa salah, tapi kalo sebanyak ini yah.... Masak sih keluputan sampai satu buku?

Oh ya, perbanyak baca buku yang berkualitas. Pelajari buku itu. Habis nulis, baca ulang, ada yang saltik nggak, kalimatnya udah pas belum, enak dibaca nggak.... Ya gitu aja deh masukanku. Btw thanks udah kasih kesempatan aku buat baca. Next, aku ngarep ada kemajuan dari kamu.

February 20, 2019

[Book Review] Mouth to Mouth - Christian Simamora

Judul: Mouth to Mouth
Penulis: Christian Simamora
Halaman: 378 halaman
Genre: Novel Dewasa (21+)
Tahun: September, 2018
Penerbit: Roro Raya Sejahtera
ISBN: 9786025903021
Harga: 95.000 (P. Jawa)
Rate: ★★★☆☆


B l u r b :

SERINGNYA,YANG KAMU RINDUKAN HANYA KENANGAN, BUKAN ORANGNYA.

Dear pembaca,

Ketimbang bercerita tentang isi buku, aku memilih untuk mengajukan pertanyaan sederhana yang anehnya tak semua orang tahu jawabannya: seberapa lama waktu yang kamu butuhkan untuk melupakan mantan?

Di salah satu episode How I Met Your Mother, malah ada beberapa pendapat. Lily bilang, setengah umur relationship itu sendiri. Marshall bilang, satu minggu per bulan kalian jadian. Robin bilang, sepuluh ribu gelas minuman beralkohol—tak peduli selama waktu yang kamu butuhkan untuk mencapai target itu.

How about you?
Apakah menurutmu, move on berarti menunggu sampai punya pacar baru lagi? Dan sampai itu benar-benar terjadi, kamu malah membiarkan si mantan kembali lagi, sekaligus menguji apakah kamu masih sebodoh dulu?

Selagi kamu memikirkan jawabannya, nikmati dulu cerita Jordi dan Isadora (plus drama mantan menyebalkan) di buku MOUTH TO MOUTH ini. Seperti biasa aku ucapkan....

Selamat jatuh cinta,

CHRISTIAN SIMAMORA


S t o r y l i n e :

Punya mantan yang masih belum bisa move on?
Untunglah kalau kamu nggak punya, tapi sayangnya Isadora punya lho!
Jadi buku ini menceritakan tentang Isadora yang diuber-uber mantannya yang nggak bisa move on. Demi menghindari sang mantan, Isadora mengaku kalau udah punya pacar baru. Tapi nggak semudah itu Al, mantan Isadora, percaya. Al minta pembuktian dengan meminta Isadora bawa pacar barunya pas di acara pernikahan Dewinta, kakak Isadora. Fyi Al ini masih saudara sama calon kakak iparnya Isadora.
Alhasil Isadora mumet. Eh, di saat lagi buntu-buntunya, Tuhan mengirimkan penghuni baru ke kosannya. Yep, siapa lagi kalau bukan Jordi. Cowok yang mulanya dianggap Isadora terlalu mulus, plus tampangnya bersih kayak oppa-oppa Korea. Kata Isadora sih, bukan tipenya banget. Tapi bolehlah dijadikan pacar jadi-jadian.
Singkat kata dimulailah sandiwara mereka. Jordi yang berprofesi sebagai DJ jelas punya pesona tersendiri. Celakanya, Isadora malah klepek-klepek meski masih aja nggak mau mengakui. Di sisi lain, Jordi yang awalnya cuma disewa buat jadi pacarnya Isadora, malah menginginkan hubungan mereka jadi kenyataan.

❣❣❣❣

Masih sama kok kayak buku-buku Babangse yang lain, buku ini tetap mengusung konsep fun, fresh, dan sexy. Plot yang simpel, juga gaya nulis yang kekinian bikin 'relaxing time-ku' jadi betulan relax.

Cukup ikuti dan nikmati. Itu aja.
Nggak perlu mikir atau cemas dengan gimana endingnya, yang jelas happy ending sih. Soalnya kalau sampai Oppa Jordi dibikin patah hati, aku bakalan santet authornya.

Q u o t e s :

"Mandiri bikin kamu ngurangin ketergantungan sama orang lain. Bikin kamu nggak terlihat lemah juga." [Dewinta] - h. 11
"Women never dress to impress men. We try hard to look fabulous to irritate other women." [Isadora] - h. 71
"Yang paling menyakitkan itu justru bukan pas putus, melainkan trauma yang mengikutinya. Rasanya kayak terbangun dari tidur panjang dan lo nggak ngenalin sekeliling lo. Gue mampu ngobatin luka hati gue sendiri, tapi jujur gue kayak kehilangan nyali untuk memulai hubungan yang baru lagi." [Isadora] - h. 100
"Kamu tahu nggak, selingkuh itu berarti mengkhianati orang yang memercayaimu sungguh-sungguh. Mengecewakan orang yang memercayakan tempat spesial untuk kamu di hatinya. Yang mengira bisa bersama-sama denganmu selamanya. Yang begitu naifnya berpikir kalo kamu nggak akan pernah nyakiti perasaannya." [Isadora] - h. 128
"Micin adalah obat patah hati yang ampuh." [Isadora] - h. 136
"Tergantung, lo kepengen perbedaan kita jadi daya tarik atau malah alasan buat menjauh dari satu sama lain?" [Jordi] - h. 226
"Lo tahu nggak, selain kata-kata, menunggu adalah pertanda cinta dan kesabaran. Semua orang bisa seenaknya bilang 'aku cinta kamu', Is. Tapi seberapa banyak orang yang sabar menunggu dan terus membuktikan kesabarannya?" [Jordi] - h. 231
"Cinta baru itu kayak masuk ke negara asing tanpa buku panduan. Adalah sesuatu yang natural bagi manusia untuk merasakan ketakutan atas hal-hal yang nggak kita ketahui." [Arik] - h. 248

P. S. This book for adult only. For underage, sorry, you must hold your feeling to Jordi.


February 07, 2019

[Book Review] Pride and Prejudice - Jane Austen [Terjemahan Qanita]

Judul: Pride and Prejudice
Penulis: Jane Austen
Halaman: 585 halaman
Genre: Roman klasik
Tahun: 28 Januari 1813 (Terjemahan Qanita: September, 2016)
Penerbit: Penerbit Qanita
ISBN: 9786027870840
Rate: ★★★★☆
Harga: IDR. 54.000


B l u r b :

Elizabeth Bennet dan Fitzwilliam Darcy sama sekali tidak cocok. Elizabeth menilai Mr. Darcy sebagai pria yang sok, angkuh, dan mengesalkan, sementara Mr. Darcy menganggap Elizabeth tidak anggun dan terlalu sering berprasangka.

Mereka saling bermusuhan, bahkan sering kali sampai melontarkan sindiran pedas.Tapi kebencian mereka berangsur menjadi ketertarikan. Seiring berjalannya waktu, Elizabeth melihat sisi lain Fitzwilliam Darcy, bahwa dia bukanlah sekadar pria arogan seperti yang selama ini dia sangka.

K a r a k t e r :

Jane Bennet → Merupakan putri pertama dari pasangan Mr. dan Mrs. Bennet. Digambarkan paling cantik dibandingkan dengan keempat adik perempuannya. Pembawaannya kalem dan selalu berpikir positif. Jane bahkan hampir tidak pernah membenci atau mendendam pada seseorang. Paling dekat dengan Elizabeth.

Elizabeth Bennet (Lizzy) → Putri kedua yang merupakan anak kesayangan Mr. Bennet.. Perangainya tergolong 'berani' dan paling cerdas di antara saudari-saudarinya yang lain. Untuk gadis di masa itu, Elizabeth jauh dari kesan anggun. 

Mary Bennet → Putri ketiga. Tidak terlalu menonjol. Hanya digambarkan sebagai gadis yang suka berdiam diri di rumah dan memperdalam permainan musiknya.

Catherine Bennet (Kitty) → Putri keempat. Usianya memang lebih tua daripada Lydia, adiknya. Akan tetapi perilaku Kitty sangat terpengaruh oleh Lydia.

Lydia Bennet → Putri kelima sekaligus yang tergenit. Usianya masih 16 tahun, akan tetapi sudah suka mengejar-ngejar prajurit tanpa peduli jika tindakannya berujung mempermalukan keluarganya.

Mr. Bennet → Sosok yang cuek, bahkan terhadap urusan anak-anaknya. Kesehariaannya suka mengurung diri di perpustakaannya dan menenggelamkan diri ke dalam buku-bukunya.

Mrs. Bennet →  Seperti ibu-ibu pada umumnya, Mrs. Bennet begitu mengharapkan anak-anaknya menikah dengan pria kaya agar memiliki hidup yang terjamin. Tak jarang menjadi olok-olok karena sifatnya berlebihan (norak). Berpikiran pendek dan cenderung egois.

Fitzwilliam Darcy → Pria yang dari awal pertemuan langsung memberikan kesan angkuh. Dia adalah pria yang sangat kaya di masa itu, pewaris tunggal yang penghasilannya mencapai sepuluh ribu pound per tahun.

Charles Bingley → Sahabat Mr. Darcy yang menyukai Jane. Berkebalikan dengan sahabatnya itu, Bingley malah langsung merebut hati semua orang sejak pertama kemunculannya. Sifatnya ramah dan bersahabat.

George Wickham → Seorang prajurit yang juga merupakan anak dari pelayan ayah Mr. Darcy. Siapa pun yang melihat pasti akan jatuh cinta. Namun ternyata di balik 'kewibawaannya' tersembunyi sifat busuk yang selama ini hanya diketahui oleh Darcy. Suka berhutang dan hanya berfoya-foya. Akhirnya menikah dengan Lydia.

William Collins → Seorang pendeta yang merupakan sepupu dari Mr. Bennet. Mr. Collins adalah orang yang akan mewarisi harta Mr. Bennet ketika dia meninggal kelak, karena Mr. Bennet tidak memiliki anak laki-laki. Setiap kali berbicara selalu bertele-tele dan menyelipkan kotbah. Pernah melamar Lizzy, namun ditolak.

Charlotte Lucas → Anak Lady Lucas, tetangga keluarga Bennet. Demi mengangkat derajat keluarganya, dia bersedia menikah dengan Mr. Collins. Sahabat dekat Lizzy.

Georgiana Darcy → Adik perempuan Mr. Darcy. Cenderung pemalu, tapi dia adalah gadis yang ramah dan menyenangkan.

Caroline Bingley → Saudari Mr. Bingley yang naksir Mr. Darcy.

Mrs. Hurst → Saudari Mr. Bingley yang menikah dengan Mr. Hurst.

Edward Gardiner → Adik dari Mrs. Bennet. 

Mrs. Gardiner → Istri Edward Gardiner yang sangat menyayangi Jane dan Lizzy.

Lady Catherine de Bourgh → Seorang wanita yang sangat terhormat di masanya, memiliki kedudukan sosial yang tinggi. Digambarkan sebagai wanita yang sangat cantik, akan tetapi arogan dan sombong. Lucunya di masa itu orang-orang malah mengagumi Lady Catherine. Membenci Lizzy karena dia berniat menikahkan anak perempuannya dengan Mr. Darcy.




Wah, banyak ya tokohnya?
Iya! Dan itu belum semua. Haha.

Pride and Prejudice ini mengisahkan tentang Lizzy dan Mr. Darcy. Lizzy merupakan anak dari seorang keluarga biasa, sementara Mr. Darcy merupakan keturunan darah biru yang tentunya memiliki kekayaan yang luar biasa. Sayangnya Mr. Darcy ini angkuh, jadi pada awal pertemuan mereka saja, Lizzy sudah tidak menyukainya. Membencinya malah!

Sementara itu di mata Mr. Darcy, Lizzy sama sekali nggak ada cantik-cantiknya, anggun pun nggak. Jadi yah, dia sama sekali nggak tertarik. Tapi saat Lizzy bicara, Mr. Darcy 'agak' tertarik dengan cara pikirnya yang berbeda dengan gadis-gadis lain. Juga, di saat gadis-gadis lain memujanya, berlomba-lomba untuk menarik perhatiannya, Lizzy malah muak dengannya.

Kisah dalam buku ini nggak cuma tentang Lizzy dan Mr. Darcy aja, ada kisah antara Jane-Bingley, Lydia-Wickham, Charlotte-Mr. Collins. Tapi masih berkutat di seputaran keluarga Bennet aja sih, nggak sampai melebar-lebar.

Buku ini aku beli sekitar akhir 2016 lalu, langsung dibaca sih sebenarnya, tapi belum sampai sepuluh halaman aku nyerah. Aku nggak telaten karena dari awal aja udah ketahuan kalau alurnya lambat banget, lebih-lebih tata krama serta cara bertutur di abad itu benar-benar bikin aku nggak telaten.

Tapi bulan Januari lalu aku lihat kok ini buku kasihan banget ya, dibeli nggak dibaca, cuma dianggurin di lemari sampe kertasnya bercak-bercak kuning, sedih aja gitu lihatnya. So, dengan tekat yang kuat aku masukin buku ini dalam Januari reading list-ku, yang artinya apa pun yang terjadi kudu kelar dibaca sebelum Januari berakhir. Selain itu aku juga didorong oleh rasa penasaran, yang katanya buku ini adalah buku roman terpopuler sepanjang masa. Aku kepo dong, kok bisa jadi populer sih?! 

Rasa bosan terus-terusan menyertai selama membaca, tapi aku nekat aja. Aku bikin semacam ketentuan, kalau sampai 30% aku masih nggak klik, terpaksa aku taruh. Eh, ternyata aku tertarik. Haha.... Baca buku ini seperti baca sejarah, wkwk. Di balik alurnya yang lambat dan cara ngomongnya yang bertele-tele, ada sisi positifnya loh. Penggambaran suasana dan tempatnya jelas banget, jadi memang waktu baca aku nggak susah bayangiinya, malah berasa balik ke Inggris di tahun 1800-an. Meski aku sering ngulang-ulang baca karena kadang nggak ngeh sama humor dan sarkasmenya, juga ngomongnya berasa muter-muter sampe mumet bener dah! Pokoknya tutur katanya dibuat sehalus mungkin sekalipun kita sedang memaki, tapi lawan bicara kita juga harus bisa menangkap sarkasme atau humor kita sekalipun itu diutarakan dengan bahasa yang halus.

Mumet, kan?
SAMA!
Wkwkwkwk....

Padahal kalau sekarang kita mau memaki juga langsung aja, nggak usah mbulet sampe berasa baca cerpen. Padahal intinya cuma, 'Kamu kurang ajar!'

Setelah benar-benar tenggelam dalam ceritanya, aku akhirnya tahu kenapa buku ini populer banget, bahkan selama lebih dari dua abad. Di masa itu mungkin yang sedang populer adalah cerita mengenai tragedi, seperti Romeo and Juliet. Tapi Jane Austen seperti menemukan 'ide baru' yang keluar dari kebanyakan cerita di abad itu. Benci jadi cinta yang mungkin pada masa itu belum terlalu populer, juga karakter Lizzy yang memang terkesan 'tidak seharusnya' di masa itu.

Kalau bagi aku sendiri sih, buku ini lebih menarik dari sisi wawasannya daripada kisah cintanya, wkwk. Aku jadi dapat gambaran jelas mengenai Inggris di abad 18. Tapi aku nggak memungkiri kalau Mr. Darcy juga bikin gemez, haha. Awal-awal biasa aja sih, tapi lama-lama aku penasaran sama Mr. Darcy. Sarkasmenya bikin kezel, tapi perbuatannya bikin luluh.

Yah, mungkin itu aja sih kesan-kesan dariku. Soalnya kalau soal cerita jauh banget kalau dibandingkan dengan buku-buku jaman sekarang. Konflik buku ini lebih ke harta dan kedudukan, yang pada masa itu benar-benar jadi nomor satu. Btw aku berencana nonton filmnya meski beberapa temen bilang: "Awas ketiduran!"