Showing posts with label bhuana ilmu populer. Show all posts
Showing posts with label bhuana ilmu populer. Show all posts

November 16, 2019

[Book Review] Finally, The Netherlands! - Fitria Sawardi dan Irham Aladist

Judul: Finally, The Netherlands!
Penulis: Fitria Sawardi dan Irham Aladist
Genre: Fiksi (13+)
Rilis: 24 Juni, 2019
Tebal: 192 halaman
Penerbit: Bhuana Ilmu Populer
Bahasa: Indonesia
ISBN: 9786232162228
Harga: IDR. 49.000 (P. Jawa)
Rate: ★★★☆☆



B l u r b :

Aku menitipkan mimpi pada kincir angin, agar menerbangkan mimpi-mimpiku hingga langit ketujuh. Aku menggantungkan mimpi pada bintang, menghiasi langit harapan. Aku bermimpi, sebagai isyarat yang tajam, bahwa aku punya cita yang menantang.

Tentang seseorang dari kota kecil,
yang akhirnya mempertemukannya dengan aroma kesuksesan.

Tentang menuliskan mimpi di atas kertas,
yang niscaya menjadi coretan yang bermakna.

Tentang keyakinan,
bahwa Tuhan tidak akan menyia-nyiakan doa dan usaha hamba-Nya.

*

Mimpi, siapa pun pasti memiliki mimpi—setidaknya pernah bermimpi, kan? Namun bagaimana cara dan usaha kita untuk menggapainya, itulah yang membuat mimpi kita terasa sangat 'mahal'.

Dzaki, seorang pemuda dari kota kecil, merantau ke Malang untuk berkuliah. Lulus dengan nilai yang sangat baik tidak lantas membuatanya mudah mendapatkan pekerjaan. Mau pulang ke rumah orangtua malu, tapi hidup di perantauan juga tidak mudah. Hm, pernah kan ngerasain hal semacam ini? Fresh graduate yang belum punya kerjaan, sedangkan mau minta orangtua rasanya malu banget kan ya?

Segala usaha ditempuh Dzaki untuk sekadar bertahan hidup, termasuk bekerja di bidang yang sangat tidak sesuai dengan bidangnya. Tapi setelah dijalani, Dzaki merasa tersiksa. Terlebih lagi dia memiliki impian untuk melanjutkan kuliahnya di luar negeri. Hal ini bukanlah sesuatu yang sulit kalau Dzaki berasal dari keluarga berada. Masalahnya, dia berasal dari keluarga yang bisa dibilang kekurangan. Jadi satu-satunya jalan untuk mewujudkan impiannya itu adalah dengan berburu beasiswa. Lantas, dengan nilai baik serta beberapa sertifikat yang dimilikinya, apakah semuanya berjalan dengan lancar?

Wohooo! Tidak semudah itu, Ferguso!
Perjalanan Dzaki untuk mendapatkan beasiswa tidaklah mulus, melainkan panjang, berliku, dan dibutukan kesabaran serta ketabahan yang ekstra.

Masalah utamanya terletak pada skor TOEFL Dzaki yang berada di bawah skor minimum. Dzaki sudah beberapa kali mengikuti test, tapi skornya tidak pernah melampaui standar minimum yang diminta. Karena hal itulah, Dzaki berkali-kali ditolak. Wah, nggak kebayang deh kecewa dan capeknya kayak apa. Kalau aku palingan udah nyerah aja deh, lelah dengan penolakan, Kakak....

Apa yang diceritakan di sini mengajarkan kalau tidak semua hal berjalan dengan mudah, termasuk meraih mimpi. Butuh perjuangan, kesabaran, juga jangan lupa berserah diri kepada-Nya. Ingatlah bahwa hasil yang didapat tidak pernah mengkhianati usaha yang telah dilakukan. 

Pengalamanku membaca buku ini adalah seperti membaca sebuah pengalaman nyata tentang perjuangan seseorang. Apa yang terjadi di dalam sini terasa dekat, bukan sesuatu yang didramatisir. Yah, jujur aku ngerasa agak bosan dengan kegagalan Dzaki, namun di sisi lain aku sadar, bila mungkin untuk meraih sesuatu yang tinggi, kita harus jatuh berkali-kali terlebih dahulu. 

Sebuah buku yang bisa dibilang tipis, akan tetapi memiliki banyak motivasi serta pelajaran yang bisa kita ambil untuk diterapkan. Banyak dari kita yang lupa akan mimpi kita. Mungkin keadaan yang tidak mendukung, mungkin juga ada faktor lain yang membuat kita membuang mimpi itu jauh-jauh. Tapi percayalah, nggak ada ruangan yang nggak berpintu, semua pasti ada jalan keluarnya.

Gaya penulisannya menurutku terkesan repetitif dan ini sedikit mengganggu kenyamananku dalam membaca. Kegagalan Dzaki benar-benar seperti hanya diulang-ulang, rata-rata dengan latar belakang masalah yang sama. Aku sama sekali nggak bisa merasakan emosi tokoh utamanya, alias si Dzaki ini. Kurang lebih rasanya kayak baca koran. Meski begitu tetap enak dibaca karena penulisannya yang rapi. Bahasa yang digunakan adalah bahasa baku, ditambah lagi hal-hal yang diulas adalah seputar akademik, jadi untuk sebagian orang mungkin terasa nggak santuy. Tapi aku tetap bisa menikmati dan menangkap apa yang ingin penulis sampaikan.

Di halaman 120, seusai pelatihan TOEFL di Jakarta, bukannya langsung pulang ke Malang atau Madura, Dzaki malahan 'menyempatkan untuk mampir ke Malaysia'. Ew, di sini aku muterin mata nih. Katanya dia super hemat, bahkan nge-laundry pakaian aja sayang sama uangnya, eh, kok malah ke Malaysia? Tapi berhubung dia ke Malaysia untuk menemui keluarga besarnya yang rata-rata menjadi TKI di sana, jadi okelah, anggap aja untuk silaturahmi.

Bagi kamu yang membutuhkan motivasi karena berkali-kali gagal, mungkin bisa coba untuk baca buku ini. Bukan sebuah buku yang istimewa, namun cukup menampar kamu-kamu yang terlalu gampang menyerah. Oh ya, buku ini juga kaya akan pengetahuan seputar dunia akademik lho!

Q u o t e s :

Namun, mimpi ini tidak akan pernah menjadi kenyataan jika aku tidak pernah berbuat apa-apa. - h. 19 
Butuh proses yang panjang agar bisa mendapatkan hasil yang istimewa. - h. 21
Bertitel sarjana ternyata sangat memberatkan daripada yang tidak sarjana. Ada berbagai tanggung jawab, juga harapan-harapan besar yang menggantung di punggungku. - h. 28-29
Semangat itu datang dan pergi, bak air lautan yang pasang surut. - h. 36
"Kalau kamu menyerah, bagaimana bisa sukses?" [Pak Wahyudi] - h. 97
Bagaimana mungkin sebuah keinginan terwujud kalau tidak bermimpi dan berjuang? - h. 188
Aku tidak akan berhenti bermimpi selama masih hidup. - h. 188
 

June 26, 2019

[Book Review] Kenya - Kincirmainan

 Judul: Kenya
Penulis: Kincirmainan
Genre: Novel Roman (18+)
Bahasa: Indonesia
Tebal: 356 halaman
Rilis: Mei 2019
Penerbit: Bhuana Ilmu Populer
ISBN: 9786232160644
Harga: IDR. 84.000
Rate: ★★★★☆

 
B l u r b :

Gue Kenya Barika Bayo, lahir di Kenya, punya adik cowok yang super mega ultra sensitif bernama Afrika.

Seeprti cewek lain di muka bumi jni, gue juga bikin resolusi tahun baru yang nggak berguna sebab isinya 85% gagal 10% pasti segera gagal dan 5% belum pasti gimana nasibnya.

Kacau.

Delta, cowok yang gue sayang dari kecil dan mau gue tembak tepat pada malam pergantian tahun, which is bagian dari rencana besar gue tahun ini, justru jadian sama sahabat gue! Parahnya, malam itu juga gue malah jatuh ke pelukan Data, adiknya Delta!

Oh my God, Kenya, what were you thinking?!


*

Buku ini asyik!
Kalimat itu yang seketika terlintas di benakku ketika baca. Dari segi cerita, jujur aku nggak terlalu impress, tapi dari segi lain-lainnya aku suka.

Buku ini memiliki karakter yang bagiku unik. Kenya, sosok cewek yang nggak ada cewek-ceweknya, gahar dan ceplas-ceplos. Nggak ada tuh kalimat jaga image dalam kamusnya. Fisik Kenya juga nggak seperti kebanyakan cewek di novel-novel lain yang memiliki kecantikan dan tubuh yang sempurna. Sebaliknya, Kenya ini terkesan B aja, rambutnya megar kribo pula. Tapi di sinilah keunikannya. Kenya itu, cantik dengan caranya sendiri. Nggak cuma Kenya, karakter dari tokoh yang lain pun kuat, jadi aku bisa dengan gampang memutuskan suka atau nggak suka.

Misalnya Afrika, adik cowok Kenya ini malah dianugerahi paras cantik dan hati yang super sensitif. Wkwk, kadang dunia memang kebolak-balik ya? Kenya yang cewek kesannya malah kayak preman, sedangkan Afrika yang cowok malah kalem.

Fyi, ini adalah buku pertama dari Kincirmainan yang aku baca. Gaya tulisannya yang ceplas-ceplos bikin aku langsung cocok dan bisa dengan mudah dinikmati. Oh ya, kovernya cuteee juga lho! Itu menggambarkan Kenya banget, sementara bagian belakangnya, ada si cowok cantik alias Afrika alias adiknya Kenya. Kovernya membantu banget buat membangun imajinasi sewaktu membaca.

Pekerjaan Kenya juga menarik lho. Cuma kalo ini relatif sih. Bagi aku sendiri pekerjaan yang berhubungan dengan hewan itu menarik. Apalagi waktu Kenya sama Bella mau ke Cina buat jadi relawan yang ngerawat panda. OMG!!! Panda gitu, aku suka banget sama pandaaaa🐼🐼🐼
Chemistry antar karakternya juga aku suka, terutama Kenya-Data dan Kenya-Afrika.

Wait, buku ini ada TAPI-nya lho....
Jadi gini, buku ini mengandung adegan, life style, juga kata-kata yang bagi sebagian orang tabu. Saranku, ketika baca buku ini tolong cerdas. Jangan pandang dari sisi negatifnya alias bad habit para tokohnya. Posisikan mereka juga manusia yang punya sisi baik dan brengsek. Aku juga muterin mata sama Kenya yang dengan gampangnya jatuh ke pelukan laki-laki lain. But I know it's Kenya and her imperfect.

Kesimpulannya buku ini punya karakter yang unik, pokoknya Kenya itu beda banget sama ciwik-ciwik dalam novel-novel yang seringnya perfectly beauty. Gaya penulisan yang ceplas-ceplos bikin minim jenuh. So kalo kalian suka buku yang page turner tapi juga bikin penasaran, Kenya ini adalah pilihan yang tepat.


Q u o t e s :

"Semua orang butuh sekali-kali jatuh. Makin keras jatuhnya, makin banyak pelajaran yang lo dapet. Nikmatin aja. Gue juga pernah kok di posisi lo." [Data] - h. 25
Kenapa dari sekian banyak wanita di muka bumi ini, bukan hati gue yang lo pilih? [Kenya] - h. 109
"Sebab masa muda itu cuma sesaat. Kiss slowly, fall in love, have lots of fun, and be brave while you were young." - h. 128
Every human being has an ability to recover themselves." - h. 188
If the love tied me so hard, if the love didn't make me happy with their happiness, then it's not love at all. - h. 208
Apa benar seseorang yang sejak lama kita inginkan menjadi tidak lagi menarik saat berhasil kita dapatkan? - h. 227
"Friends with benefit itu memang mustahil, ya? Itu hanya akan bikin dua orang bodoh saling jatuh cinta pada akhirnya." - h. 339 

May 30, 2019

[Book Review] Hell a Spell - Daisy Ann

Judul: Hell a Spell
Penulis: Daisy Ann
Genre: Romance (13+)
Tebal: 286 halaman
Rilis: 2019
Bahasa: Indonesia
Penerbit: Bhuana Ilmu Populer
ISBN: 9786024832087
Harga: IDR. 65.000 (P. Jawa)
Rate: ★★½


B l u r b : 

Sandra. Perempuan biasa yang menyimpan kebencian pada seseorang di masa lalunya. Ia adalah perempuan kebanyakan. Sesederhana itu.

"Seandainya aku diberi kekuatan untuk mengutuk satu orang manusia di bumi ini, orang itu pasti adalah kamu."

William Trixie. Lelaki arogan, kasar, bukan orang yang mudah terkesan, tapi pada saat bersamaan ia peduli kepada orang lain. Ia bukan lelaki kebanyakan. Sesederhana itu.

"Kalau memang kutukanmu itu terjadi dan tidak ada satu pun yang bersedia mendampingiku seumur hidup, kamu yang harus bertanggung jawab."




Apa yang aku bahas dari novel ini nggak panjang-panjang kok. Dari blurb-nya udah jelas gimana karakter kedua tokoh utamanya. Sedangkan dari segi ceritanya, terus terang aku bilang kalo buku ini sangat jauh dari ekspetasiku. Waktu baca judulnya aku mikir kalo buku ini berbau-bau kutukan/magis, tapi ternyata setelah aku baca, ceritanya sekadar hate to love antara Sandra dan William.

Secara garis besar ceritanya sederhana sekali, nggak ada bumbu-bumbu yang bisa bikin pembaca jadi geretan atau termehek-mehek. Kisah Sandra dan William ini benar-benar flat. Gaya menulisnya mengacu pada novel-novel terjemahan, tapi di beberapa bagian aku ngerasa kalo dipaksakan. Biasanya aku baca novel romance yang nggak lebih dari 300 halaman aku cuma butuh waktu 1-2 hari, tapi pas baca ini butuh waktu 4 hari.  Secara plot sebetulnya bisa lebih dikembangkan lagi, konfliknya juga masih bisa digali. Terus cara Sandra dan William ini jatuh cinta kelihatan sekali sangat dipaksakan, terlebih di bagian endingnya. Aku kayak nggak menemukan konflik di buku ini, 'naik-turunnya' sama sekali nggak berasa. Semua berjalan lancar, apa adanya, dan sedikit dipaksakan, hehe....

Kesimpulannya buku ini kovernya bagus, waktu baca blurb-nya aku juga cukup tertarik. Tapi isinya sangat jauh dari harapan jika dibandingkan dengan judul, kover, maupun blurb-nya.




November 04, 2018

[Book Review] Me Minus You - Dian Mariani

Judul: Me Minus You
Penulis: Dian Mariani
Halaman: 224 halaman
Genre: Romance (17+)
Penerbit: Bhuana Ilmu Populer (BIP)
Tahun: Juni, 2018
ISBN: 9786024556259
Harga: IDR 59.000 (P. Jawa)
Rate: ★★★★☆ (Actually 3.8★)




Menyenangkan. Menenangkan. Cinta itu seharusnya seperti ini. Tidak perlu terburu-buru. Tidak selalu banyak kata-kata. Saling percaya. Saling mengerti. Tidak perlu takut, kecuali takut kehilangan. Tidak ada khawatir, kecuali cemas ditinggalkan. Tidak perlu terlalu banyak rayuan. Tidak perlu bunga, karena hatinya sendiri sudah penuh renda-renda. [Rein] - h. 40

B l u r b :

Dua sosok dewasa, dengan cinta yang dewasa juga. Tidak pernah ada aturan harus selalu bertemu atau melapor setiap hari. Semua tumbuh begitu saja, termasuk perasaan cinta. Daniel bukan pria romantis dan pandai bermain kata. Tapi dari matanya, Rein tahu ia disayangi. Diinginkan, Dicintai. Rein percaya pada Daniel sepenuh hatinya.

Hingga keraguan datang dan mengusiknya. Saat sedang bersama, Daniel beberapa kali harus meninggalkannya, setelah menerima telepon dari seseorang. Seseorang yang tak pernah sanggup diceritakannya pada Rein. Seseorang yang~mau tak mau~telah menjadi bagian penting dalam hidup Daniel.

Rahasia apa yang disembunyikan Daniel? Kalau harus memilih, siapa yang dipilih Daniel? Seseorang~yang penting untuknya sejak dulu~atau Rein~yang baru dikenalnya tapi berhasil membuatnya jatuh cinta? Atau bolehkah ia memiliki keduanya?


S t o r y l i n e :

Sebuah urusan pekerjaan mempertemukan Daniel dan Rein untuk kali pertama. Saat itu juga baik Daniel maupun Rein merasakan getaran-getaran lain di dadanya. Setelahnya Daniel bekali-kali membuat janji, namun berkali-kali juga batal. Sama-sama sibuk menjadi alasan mereka sulit bertemu satu dengan yang lain. Hubungan mereka terbilang sangat sederhana. Dan DEWASA. Tidak ada kata 'I love you' atau 'Kita pacaran' dalam hubungan mereka. Tidak ada sebuah ketegasan memang, just let it flow. Apa yang mereka obrolkan didominasi oleh topik pekerjaan dan beberapa hal kecil lainnya~seperti makanan kesukaan. Benar-benar tidak ada hal khusus. Tapi di balik kesederhanaan hubungan Daniel dan Rein berakar sebuah cinta yang kokoh.

Terkadang ketika mereka bersama, sebuah telepon masuk membuat Daniel harus pergi meninggalkan Rein. Mulanya Rein memaklumi, bukankah hubungan mereka hanya sekadar dekat? Tapi kemudian Rein mulai bertanya-tanya. Firasatnya mengatakan jika ada sesuatu yang disembunyikan Daniel darinya. Entah apa....

Rupanya memang ada sesuatu yang disembunyikan Daniel dari Rein. Daniel mengakui itu, namun dia tidak bisa menceritakannya. Tidak untuk saat ini. Sampai suatu hari Daniel sama sekali tidak ada kabar. Ketika Rein menghubungi ponsel Daniel, yang menerimanya adalah seorang perempuan, mengatakan kalau Daniel tengah sakit. Rein menjenguk Daniel dengan sebongkah rasa penasaran di dada, dia tetap berusaha berpikir positif. Walau pada akhirnya kenyataan yang ada membuat Rein harus menelan pil pahit. Perempuan yang menerima teleponnya tadi adalah Livia, kekasih Daniel.

Tidak ada keributan. Daniel dan Rein bertemu kembali dengan sikap mereka yang dewasa. Daniel berkata jika dia mencintai Rein, namun ada sesuatu yang membuatnya tidak bisa meninggalkan Livia. Setelahnya mereka sama-sama menderita. Rein berusaha melupakan Daniel dan Daniel mencoba untuk mencintai Livia. Tapi sayangnya masalah hati tidak sesederhana itu.

Semua memang membutuhkan pengorbanan, termasuk untuk bahagia.



Cinta itu ternyata begitu. Semakin dipaksa, semakin tak bisa. Cinta itu ternyata keras kepala. Semakin berharap hilang, semakin dalam juga menapaknya. [Daniel] - h. 99

K a r a k t e r :

Rein → Cewek yang berprofesi sebagai konsultan. Pengalaman buruk dengan mantannya membuat Rein tidak mau terlibat hubungan baru dengan lawan jenis. Tapi dadanya kembali berdebar ketika dia bertemu Daniel. Suka banget sama croissant dan majalah donal bebek.

Daniel → Cowok dengan reputasi pekerjaan yang bagus. Ganteng pula. Sayangnya Daniel memiliki janji yang membuatnya membuang jauh-jauh keinginannya untuk bersama Rein dan terpaksa menemani orang yang tidak dia cintai.

Stevan → Cowok ini ada rasa pada Rein. Tapi saat itu Rein masih betul-betul nggak pengin dekat sama cowok. Baru saat Rein 'berpisah' dari Daniel, Stevan mendekati Rein lagi. Stevan ini adalah teman kuliah Daniel. And ... he's an asshole!

Livia → Cewek yang sangat mencintai Daniel. Livia egois karena memanfaatkan keadaannya untuk membuat Daniel berada di sisinya. Bagi Livia tak masalah Daniel tidak mencintainya, asalkan bisa terus bersama-sama.

Domi → Sahabat Rein sejak kuliah.


P e n u l i s a n :

Novel ini ditulis menggunakan sudut pandang orang ketiga terbatas. Pilihan kata maupun susunan kalimatnya cukup nyaman dibaca, meski ada beberapa yang penulisannya perlu dikoreksi. Perpindahan POV-nya memang kadang tiba-tiba, tapi okelah, aku nggak bingung kok bacanya. 

Koreksi pada - h. 156 -157 [spoiler alert]
Waktu Daniel menolong Rein di hotel, waktu menuju ke kamarnya kan naik tangga biasa karena Daniel nggak punya pass card. Nah, waktu udah selesai nolongin Rein, kenapa ada kalimat '...Daniel yang menggendong Rein menuju lift.' Nah, di sini aku nggak paham nih. Kan Daniel nggak punya pass card, Rein pastinya juga nggak punya karena yang booking kamar Stevan. Terus kenapa digendong ke lift?



"You know what, you don't have totally forget someone if you wanna be with someone else. Yet, being with someone else, will make you forget the old one. Totally." [Domi] - h. 112

Hal pertama yang bikin aku tertarik buat baca buku ini adalah kovernya. Terus sewaktu baca blurb-nya, aku malah semakin tertarik. Kisah yang disuguhkan dalam buku ini memang bukan percintaan yang banyak gombalan atau sebagainya, malahan hampir-hampir nggak ada gombalannya. Karena memang hubungan Daniel dan Rein digambarkan sebagai hubungan yang 'dewasa', yang nggak menuntut dan lebih banyak memahami.

Sebetulnya garis besar ceritanya sendiri sederhana, tapi karena masing-masing karakternya 'hidup' dan realistis, buku ini jadi nggak membosankan untuk dibaca. Yup, aku paling suka dengan cara penulis membangun karakter di sini. Pas banget. Nggak berlebihan, juga nggak kurang. Secara keseluruhan plotnya juga oke. Cuma perlu ada yang diperbaiki di penulisannya agar lebih enak dibaca. Soalnya beberapa nggak konsisten. Misalnya kalimat yang diucapkan dalam hati ada yang menggunakan kalimat miring, ada yang menggunakan '...' ada juga yang nggak diapa-apain. 

Jadi kalau kalian tanya apa aku suka sama buku ini, aku bakal jawab ya 😍 Karena dalam buku ini mengajarkan kalau cinta itu tidak egois. Rela berkorban walau rasanya begitu berat dan sakit. Tapi jangan lupa, semua pengorbanan itu pasti bakal dapat balasan yang setimpal kok.

June 06, 2018

[Book Review] Seven Minutes in Heaven - Yuanita Wong

Judul: Seven Minutes in Heaven
Penulis: Yuanita Wong
Halaman: 232 halaman
Genre: Teenlit
Penerbit: Bhuana Ilmu Populer (BIP)
Tahun: Mei, 2018
ISBN: 9786024555238
Rate: ★★★☆☆


Kini aku bertanya-tanya, seberapa lamakah sebuah hubungan yang terjalin dengan banyak kebohongan juga kata-kata tak tersampaikan akan sanggup bertahan? - h. 47

Storyline
Cerita dibuka dengan Mia Fawn yang hendak memasukkan surat cinta ke loker milik Greyson Hunter. Namun karena tiba-tiba cowok itu muncul di hadapannya, Mia malah memasukkan surat cinta itu ke loker yang terletak di atas loker milik Grey. Belakangan Mia tahu bila loker itu milik Liam Foster.

Kemudian saat Anna, sahabat Mia, berulang tahun, Mia dan Liam terjebak di ruangan yang sama dalam permainan Seven Minutes in Heaven.

Dan setelah kejadian itu, hubungan Mia dan Liam berubah....

Aku ingin tahu apakah suatu saat nanti kami akan menjadi dua orang yang merasa asing terhadap satu sama lain. - h. 121


Aku tidak pernah menduga akan menyukai seseorang sebesar ini. Melebihi siapa pun yang kusukai sebelumnya. Aku merasa tidak akan pernah sanggup kehilangannya.... - h. 123

K a r a k t e r :

  • Mia Fawn: Seorang cewek SMA biasa yang naksir Greyson Hunter, cowok populer di sekolahnya. Sewaktu hendak menyelipkan surat cinta ke loker milik Grey, cowok itu tiba-tiba muncul, membuat Mia akhirnya menyelipkan surat itu ke loker yang terletak di atas loker milik Grey.
  • Greyson Hunter: Cowok populer yang ditaksir hampir seluruh cewek yang ada di sekolah. Pada akhirnya Grey malah berpacaran dengan Anna, sahabat Mia.
  • Liam Foster: Cowok inilah yang menerima surat cinta Mia yang sebenarnya ditujukan untuk Grey. Liam dan Mia dekat setelah sama-sama terjebak dalam permainan Seven Minutes in Heaven.
  • Anna: Sahabat Mia yang masuk dalam jajaran cewek populer. Karena sebuah alasan, Mia menjauhi Anna.


"Kau tidak akan pernah bisa benar-benar bahagia dengan sesuatu yang tidak nyata." - h. 198
[spoiler alert]
Cerita yang disuguhkan ala anak SMA banget. Mia dan Liam pacaran cuma buat manas-manasin dan pelarian, yang ujung-ujungnya berakhir dengan saling cinta. Lalu saat mereka menyadari kalau saling jatuh cinta, Mia dan Liam dihadapkan pada sesuatu yang membuat mereka memilih untuk mempertahankan hubungan atau berpisah. Di samping itu juga diselipkan tentang kehidupan keluarga Mia, di mana Mia pernah dilukai oleh ayahnya—itu membuat Mia sangat ketakutan setiap kali mengingatnya.

Kalau ada yang nanya aku suka sama buku ini atau nggak, aku bakalan jawab suka, tapi juga nggak suka-suka banget. Secara garis besar ceritanya simpel, lebih fokus ke hubungan Mia-Liam yang mulanya mereka pacaran cuma buat 'pelarian' akhirnya jadi suka beneran.

Poin plus dari buku ini sebetulnya bukan terletak pada ceritanya, melainkan pada penulisannya. Yup! Setting-nya di New Jersey dan yang bikin aku suka karena 'rasa' New Jersey-nya begitu kental, bukan cuma 'tempelan'. Ditambah gaya bahasanya yang ala-ala novel terjemahan. Sejenak bikin aku lupa kalau buku ini buku lokal. Chemistry antara Mia dan Liam juga dapet banget—bikin aku kangen masa-masa SMA nih, hehe. Terus ... kovernya, aku suka banget. Cakep!

Cuma yang bikin aku garuk-garuk kepala pas baca itu mulai scene saat Mia, Mase, dan ibu mereka kecelakaan itu, lho! Sejak scene itu kepalaku jadi sering kugaruk XD. Aku jadi ikut-ikutan halu kek Mia.... Lol. Jujur aku baru ngeh maksud ceritanya waktu aku baca part paling akhir di epilog. Seketika membuatku ingin berkata kasar tapi takut dosa, alias aku kesel tapi juga lega. Wkwkwk....

Note:

Seven Minutes in Heaven adalah sebuah permainan yang memiliki peraturan dalam satu ronde, satu pasangan akan dipilih untuk menghabiskan waktu selama tujuh menit, atau berapa pun waktu yang telah disepakati bersama, di dalam ruangan gelap tanpa adanya benda-benda yang bisa menunjukkan waktu atau memberikan cahaya. Pasangan yang terpilih bebas melakukan apa pun yang mereka inginkan, tanpa adanya paksaan, seperti saling mengenal lebih dekat, mengobrol, berciuman, atau bahkan hanya berdiam diri sampai batas waktu habis. Kandidat yang bersedia melakukan permainan bisa dipilih melalui pengambilan undian nama yang dipisahkan berdasarkan jenis kelamin, atau permainan apa saja yang mendukung, misalnya seperti memutar botol.