Showing posts with label metropop. Show all posts
Showing posts with label metropop. Show all posts

January 23, 2020

[Book Review] Finn - Honey Dee

Judul: Finn
Penulis: Honey Dee
Genre: Metropop (17+)
Rilis: 13 Januari, 2020
Tebal: 312 halaman
Bahasa: Indonesia
Penerbit: GPU
ISBN:  9786020634869
Harga: IDR 89.000 (P. Jawa)
Rate: ★★★★½


B l u r b :

Setelah "membunuh" seseorang, apakah kita masih bisa "hidup"?

Sejak kematian Arthur, kehidupan Liz dan keluarganya seolah ikut mati. Tak ada lagi kehangatan maupun kebahagiaan. Muak dengan kehidupannya, Liz merencanakan pelarian menuju kebebasan.

Liz berkenalan dengan Andika Gautama, kakak dari seorang remaja penderita autisme. Perkenalan itu membawa Liz ke Balikpapan, tempat ia menyanggupi untuk bekerja sebagai terapis Finn, adik Andika.

Bagi Andika, Liz tidak hanya memenuhi semua kriteria menjadi terapis Finn, tetapi juga mengisi ruang kosong di hatinya. Bagi Finn, Liz adalah harapan setelah dunianya hilang saat kematian ibunya. Dan, bagi Liz, Andika dan Finn adalah kunci mendapatkan uang demi kehidupan baru dan memaafkan diri sendiri atas kematian Arthur.

Masing-masing berjuang menyembuhkan diri dari luka. Namun, jika tiga tragedi ini bersatu, akankah ada keajaiban atau justru lebih banyak musibah terjadi oada mereka?

*

"Anak autis mengalami sakit kepala berkepanjangan. Kelainan pencernaan yang mereka alami membuat sistem sarafnya terepngaruh juga. Kepalanya terasa panas. Kamu tahu bahwa anak autis harus diet CFGFSF—Casein Free, Gluten Free, Sugar Free?" [Liz] - h. 76

Well, aku baru tahu kalau penderita autisme 'haram' makan yang berbahan kasein, gluten, dan gula, karena ternyata dapat membuat si penderitanya alergi. Jujur topik mengenai autisme ini langsung menarik perhatianku dari awal. Berkaca dari karya Honey Dee yang pernah aku baca, Rooftop, aku menaruh harapan kalau buku ini juga akan memiliki sesuatu yang berbeda.

Kalau biasanya Metropop mengangkat topik mengenai cinta-cintaan serta kehidupan masyarakat urban, Finn ini berbeda. Label boleh Metropop, tapi isinya lebih berupa sesuatu yang selama ini jarang kita sentuh, yaitu autisme. Di sini mengisahkan Finn, seorang anak autisme berusia 21 tahun yang mendapat perlakuan kejam dari sang ayah. Ibunya sudah meninggal, sementara kakaknya, Dika, nggak bisa—atau nggak mau berbuat banyak—untuk membela adiknya di hadapan sang ayah. Lalu di sisi lain ada Liz, cewek kuliahan yang merasa menjadi pembunuh sang adik. Padahal semua itu hanyalah kecelakaan. Sejak Arthur, adiknya yang juga autis, meninggal, suasana rumah sudah tak lagi hidup. Liz beserta kedua orangtuanya hanya seperti orang asing yang tinggal dalam satu atap.

Ada dua sudut pandang yang digunakan, yaitu Finn dan Liz. Dari sini kita akan tahu seperti apa 'isi kepala' para penderita autisme. Apa yang mereka rasakan, apa yang mereka pikirkan, apa yang mereka pahami atau tidak. Bagaimana cara anak autis menanggapi suatu masalah, itu sama sekali berbeda dengan kita yang dilahirkan sebagai orang normal. Pikiran anak-anak autis itu polos. Mereka mengerti dan merasakan, namun mereka tidak tahu apa namanya. Sementara dari sudut pandang Liz, aku suka banget ketika dia mati-matian merawat penderita autisme, padahal Finn bukan apa-apanya. Liz ini memiliki pemahaman sendiri mengenai autisme, sebuah pandangan yang sangat positif dan membangun.

Alur ceritanya sendiri ringkas, nggak melebar ke mana-mana. Benar-benar fokus. Gaya bahasanya juga enak untuk diikuti, termasuk dari sudut pandang Finn yang menggunakan kata SAYA sebagai penunjuk dirinya sendiri. Penulis juga begitu memperhatikan keterbatasan kata yang dimiliki oleh Finn sebagai penderita autisme. Secara keseluruhan buku ini memiliki sesuatu yang baru, sesuatu yang mungkin selama ini kita pandang setengah mata.

Banyak pelajaran dan pengetahuan yang aku dapat dari buku ini. Per lembarnya aku baca dengan sungguh-sungguh. Aku berusaha memahami seperti apa Finn, seperti apa Liz, juga seperti apa Dika. Dan ending-nya heartwarming banget. Aku rekomen deh buku ini buat kalian baca.

Q u o t e s :

Sebenarnya, ada yang lebih buruk daripada kematian, yaitu hidup tanpa harapan. Itu jauh lebih buruk. Parah, kalau kubilang. Nggak mati dan juga nggak hidup. Ini baru tragedi yang sebenarnya. - h. 11
Sebuah kematian datang, lalu kehidupan lain yang tersisa ikut mati perlahan. - h. 12
Nggak. Nggak ada orang yang berbuat kesalahan, lalu bisa tidur dengan tenang. Sekali lagi, nggak ada. Apalagi kalau kesalahan itu sebesar pembunuhan. Dia nggak akan bisa hidup dengan normal lagi. Nggak akan! Dia pasti menghabiskan hari-hari memikirkan terus tentang kematian. Sadar atau nggak, rasa bersalah bakal terus mengejar sampai bikin pengin mati. Sayangnya, penjahat seeprti itu nggak punya cukup nyali untuk mati. - h. 13
"Autisme bukan kelainan jiwa." [Liz] - h.75
"Laki-laki itu egois, Liz." Dika menggeleng. "Meluapkan kemarahan lebih mudah daripada mengakui rasa bersalah." - h. 165
"Kita nggak diciptakan untuk sendiri, Liz. Kita tetap butuh orang lain, sekuat apa pun kita." [Dika] - h. 194
"Dua hati yang patah bisa saling memperbaiki untuk belajar menyembuhkan diri bersama." [Dika] - h. 194
"Kadang mati lebih mudah daripada hidup." [Dika] - h. 278
Maaf nggak selalu berupa kata-kata, kan? - h. 283 
 

September 07, 2019

[Book Review] Mencari Simetri - Annisa Ihsani

Judul: Mencari Simetri
Penulis: Annisa Ihsani
Genre: Metropop (17+)
Bahasa: Indonesia
Tebal: 240 halaman
Rilis: 19 Agustus, 2019
Penerbit: GPU
ISBN: 9786020629360, 9786020629353 (Digital)
Harga: IDR. 75.000 (P. Jawa)
Rate: ★★★½


B l u r b :

Menjelang usia kepala tiga, April merasa gamang dan kehilangan arah. Ia memiliki karier yang nyaman, tapi tidak bisa dibanggakan. Punya banyak teman, tapi mereka sibuk dengan keluarga masing-masing. Dekat dengan Armin, tapi tak pernah ada kejelasan. Belum lagi menghadapi keanehan Papa yang terus menerus melupakan hal sepele.

Enam tahun April terjebak dalam hubungan yang rumit dengan Armin. Entah salah satu dari mereka punya pacar, atau memang sudah terlalu nyaman berteman. April tetap tak mampu melepaskan Armin sebagai sosok pria ideal.

Saat menemani Papa melalui serangkaian tes medis, Lukman hadir. Pria itu menawarkan kehidupan yang mapan dan hubungan serius.

April berusaha mencari cara untuk menyeimbangkan hidupnya kembali. Dan cara untuk menemukan simetri hatinya. Memilih hidup bersama Lukman, atau menunggu Armin entah sampai kapan.

*

Awalnya aku pikir novel ini akan sama saja dengan novel-novel Metropop pada umumnya, yang menceritakan tentang kehidupan cinta dengan bumbu-bumbu pekerjaan layaknya kaum urban. Ya memang seperti itu sih, tapi cuma 'bungkusnya' aja. Padahal setelah membaca dan menikmati ceritanya, aku cukup tersentil. Haha.

April, wanita berusia 29 tahun dengan hidup yang serba mengambang. Tidak punya tujuan, juga tidak punya arah. Kehidupannya hanya berkutat pada sebuah pekerjaan yang menurut orangtuanya tidak cukup membanggakan, plus perasaannya pada Armin yang tanpa kejelasan. Mereka berdua teman, dekat, tapi hanya seperti itu. April naksir Armin, sedangkan Armin sama sekali tidak peka. Namun begitu April berniat move on, Armin malah terkesan seperti memberi harapan. Yah, gitu aja terus sampai lebaran kebo! Sumpah, kisah April dan Armin di sini bikin aku eneg. Ke-tijel-annya kelamaan, bertahun-tahun. Aku sampai bertanya-tanya, "Nggak capek gitu nge-bucin selama itu? Sementara dunia terus berputar?" *Kalo aku sih ogah. Ogah banget!

Kehadiran Lukman sedikit meredakan rasa eneg-ku. Cuma ujung-ujungnya aku eneg lagi karena April jelas-jelas tidak menyukai Lukman. Sama sekali nggak welcome terhadap eksistensi Lukman. Jujur sebel banget sih, kenapa April malah milih si Armin yang nggak jelas itu?!

Oke deh, cukup bicara soal kisah cintanya April yang menurutku nggak banget. Sisi lain buku ini menyuguhkan sesuatu yang realistis. April merasa eneg dengan hidupnya yang terkesan B aja. Pekerjaan yang gitu-gitu aja, tanpa pencapaian yang bisa dibanggakan. Lalu ada hubungannya dengan Sita, sahabatnya, yang merenggang karena Sita memiliki anak. Tak lupa juga hubungan April dengan keluarganya, terutama ayah kandungnya.

Semua itu membuat April jengkel dengan kehidupan yang dia miliki. Sewaktu melihat instagram Sita yang tengah berkumpul dengan sesama ibu muda, plus anak-anak mereka, April merasa jika dirinya sudah tertinggal jauh. Semua teman-temannya sudah berlari, sementara dia masih diam di tempat dengan kehidupan yang itu-itu saja. Tapi lama-lama April menyadari kalau hubungannya dengan Sita merenggang karena masing-masing dari mereka punya kehidupan. April dengan kehidupannya, Sita dengan kehidupannya. Yah, seperti inilah hidup. Semakin dewasa, akan semakin sibuk dengan hidup kita sendiri, sampai rasanya nggak punya waktu buat say hi sama sahabat kita sendiri. Jadi hubungan yang mulanya dekat jadi merenggang dengan sendirinya, padahal kita tidak bermaksud seperti itu.

Lanjut dengan posisi April sebagai anak bungsu yang mau tak mau harus mengurus ayahnya yang mulai pikun. Ibunya tidak di rumah karena harus mengurus Eyang Uti di luar kota, sementara Kak Laras sudah berkeluarga.
Kebayang nggak betapa repotnya merawat orangtua yang tidak bisa mengurus dirinya sendiri?
Di satu sisi kita punya kehidupan sendiri, juga pekerjaan yang mungkin menjadi prioritas. Tapi di sisi lain kita juga tidak bisa mengabaikan jika orangtua membutuhkan kita. Keadaan yang sangat sulit memang. Selain direpotkan dengan orangtua yang harus diladeni, kita juga pontang-panting membagi waktu. Biasanya di titik ini, kita ribut dengan saudara sendiri. Meributkan siapa yang harus merawat, dlsb. 

Itulah kenapa aku bilang apa yang dialami April ini sangat dekat dengan kehidupan kita. Sebagian besar dari kita mengalaminya, kan?
Dan sesuatu yang bisa aku ambil dari cerita ini adalah: Kadang-kadang kita menganggap masalah kita adalah yang paling berat, padahal tanpa kita ketahui, masalah orang-orang yang ada di sekitar kita mungkin saja lebih berat. Mereka hanya tidak mengeluh dan menunjukkannya.

Perasaanku bisa dibilang campur aduk saat membaca buku ini. Antara jengkel dengan April yang selalu mengeluh dengan kehidupannya, termasuk jadi bucin-nya Armin, serta banyaknya kejadian dalam buku ini yang secara pribadi menegurku. Awalnya aku nggak yakin bakal ngasih rate 3*, karena keburu eneg duluan sama April yang terus mengharapkan Armin. Tapi semakin ke belakang, aku semakin menikmati cerita ini. Intinya cerita ini membuat hatiku menjerit: AKU NGGAK MAU KAYAK APRIL!
Kebanyakan mengeluh bikin capek hati sendiri.

Oh ya, terlepas dari isi ceritanya, aku merasa kurang nyaman dengan gaya bahasanya.
Baku. Penggunaan aku-kau di sini berasa nggak match sama keadaan sekarang ini. Yakali di zaman Tinder ngobrolnya masih pakai aku-kau? Lagian ini lokasinya di Jakarta, kan?

Q u o t e s:

"Karena hubungan ini bahkan tidak pernah dimulai. Kau tidak bisa mengakhirinya karena tidak ada yang bisa diakhiri." [Sita] - h. 11
"Ketika orang-orang menaruh ekspetasi mereka terhadapmu dan kau tidak mau memenuhinya, itu bukan masalahmu. Kau tidak bisa memenuhi ekspetasi semua orang." [Armin] - h. 52
"Tahu tidak, hanya karena kau menyukai seseorang, bukan berarti kau tidak boleh pergi dengan orang lain. Tidak ada istilah monogami dalam dunia taksir-menaksir." [Tantri] - h. 56
"Aku mulai bertanya-tanya seberapa realistis mengharapkan seseorang untuk setia padamu seumur hidup." [Kak Laras] - h. 108
"Percayalah, kau tidak ingin berumah tangga dengan cowok yang terus-terusan membuatmu merasa tidak cukup baik." [Sita] - h. 124
Kurasa kebanyakan pertemanan berakhir bukan karena perselisihan dan pertengkaran, melainkan karena salah satu atau keduanya sudah larut dalam kehidupan mereka masing-masing. [April] - h. 141
Namun, dalam hati aku menyadari, entah umurmu 14 atau 29, cinta yang tak berbalas tetap sama menyakitkannya. [April] - h. 194
"Cinta bisa datang dan pergi. Komitmenlah yang membuatmu tetap bertahan saat kau bangun pada pagi hari dan tidak lagi kasmaran dengan orang yang tidur di sebelahmu." [Mama April] - h. 210

August 23, 2019

[Book Review] Resign - Almira Bastari

Judul: Resign
Penulis: Almira Bastari
Genre: Metropop
Rilis: 29 Januari, 2018
Tebal: 288 halaman
Bahasa: Indonesia
Penerbit: GPU
ISBN: 9786020380711, 9786020380728 (Digital)
Harga: IDR 68.000 Paperback (P. Jawa)
Rate: ★★★★☆



B l u r b :

Kompetisi sengit terjadi di sebuah kantor konsultan di Jakarta. Pesertanya adalah para cungpret, alias kacung kampret. Yang mereka incar bukanlah penghargaan pegawai terbaik, jabatan tertinggi, atau bonus terbesar, melainkan memenangkan taruhan untuk segera resign!

Cungpret #1: Alranita
Pegawai termuda yang tertekan akibat perlakuan sang bos yang semena-mena.

Cungpret #2: Carlo
Pegawai yang baru menikah dan ingin mencari pekerjaan dengan gaji lebih tinggi.

Cungpret #3: Karenina
Pegawai senior yang selalu dianggap tidak becus tapi terus-menerus dijejali proyek baru.

Cungpret #4: Andre
Pegawai senior kesayangan si bos yang berniat resign demi dapat menikmati kehidupan keluarga yang lebih normal dan seimbang.

Sang Bos: Tigran
Pemimpin genius, misterius, dan arogan, tapi sukses dipercaya untuk memimpin timnya sendiri pada usianya yang masih cukup muda.

Resign sebenarnya tidak sulit dilakukan. Namun kalau kamu memiliki bos yang punya radar sangat kuat seperti Tigran, semua usahamu pasti akan terbaca olehnya. Pertanyaannya, siapakah yang akan menang?

*

Sebenernya aku udah lama pengin bahas soal buku ini, tapi baru sekarang mood nulis review-nya muncul setelah reread kedua, hehe.
Buku ini ada mirip-miripnya dengan DOMB-nya Titi Sanaria. Bukan dari segi ceritanya, melainkan dari suasana kantornya.

Secara garis besar menceritakan mengenai empat cungpret yang berlomba-lomba untuk resign. Loh, kenapa? Bukannya cari kerja itu susah, kok malah pengin resign?! Ya kalo bosnya model kayak Tigran siapa yang betah coba? Hampir nggak ada hari tanpa lembur! Iya sih bayaran gede, tapi kalo nggak punya waktu buat ngabisin ya percuma dong.

Salah satu poin menarik dalam buku ini adalah para cungprets itu sendiri. Tiada hari tanpa gosip. Terus dialognya fresh, humornya simpel tapi masuk, jadi nggak garing. Itu juga yang membuat buku ini page turner. Sementara untuk romance-nya aku nggak begitu klik, yah semacam cinlok sama bos sendiri, udah gitu kesannya maksa. Perasaan Rara berubahnya terlalu cepat, mengingat dia benci setengah mamvus sama Tigran. Harusnya lebih alot kan ya, nggak segampang itu dia dibikin luluh.

Yah, buku ini memang nggak offer sebuah cerita yang wow atau yang baper atau yang lucunya kebangetan. Tapi bagiku mengikuti kegiatan para cungprets itu cukup menghibur, apalagi kalo yang lagi suntuk kek aku, haha. Makanya aku sampe reread, butuh sesuatu yang ringan dan segar soalnya. 

Aku rekomen buku ini sebagai bacaan pelepas penat. Bisa juga buat selingan abis baca novel yang tebel-tebel dengan cerita yang berat.

August 04, 2019

[Book Review] False Beat - Vie Asano

Judul: False Beat
Penulis: Vie Asano
Genre: Metropop (17+)
Bahasa: Indonesia
Tebal: 296 halaman
Rilis: 19 Maret, 2018
Penerbit: GPU
ISBN: 9786020382265
Harga: IDR.72.000 Paperback (P. Jawa)
Rate: ★★★½


B l u r b :

"Nggak usah lihat-lihat. Gawat kalau lo nanti suka sama gue."

Gara-gara terlilit utang dengan om-nya, Aya harus rela menjadi manajer Keanu & the Squad. Sebenarnya pekerjaan itu tak seburuk yang dia bayangkan, kalau saja bukan Keanu yang harus dihadapinya. Vokalis sekaligus pentolan band itu mungkin punya banyak fans. Dan harus dicatat, Keanu tuh punya wajah ganteng, bibir seksi, penampilannya keren, dan suara yang bagus banget. Tapi, Keanu punya segudang kelakuan ajaib yang membuat Aya tak bisa berkutik, juga membuat jadwal roadshow band itu berantakan!

Aya pun mencari cara untuk mengendalikan Keanu agar roadshow berjalan lancar. Baru saja merasa menemukan jawaban, Aya malah terjerumus dalam masalah baru: mengetahui rahasia besar yang disimpan Keanu yang membuatnya terperangkap dalam drama tak berujung.

*

So, are you fans of One OK Rock or My First Story? Kalo iya kalian wajib baca buku ini deh kayaknya. Wkwkwk.... Jujur aku agak lama nggak ngedengerin lagu-lagu Jepang—belakangan ini didominasi K-Pop sama Western—nah, pas baca buku ini tiba-tiba aku kangen banget sama J-Pop. Akhirnya nyalain laptop dan setel lagu-lagunya L'Arc~en~Ciel, One OK Rock, My First Story, dll. Hehe.... I had ever into J-Pop u know!

Oke, cukup deh prolog dari aku. Mari kita langsung bahas soal bukunya. Sebetulnya aku udah tertarik baca buku ini sejak awal rilis dulu, ya penasaran aja sih. Cuma yah, kelindes sama buku-buku lain, hiks.

Satu hal yang paling aku suka dari buku ini adalah world building-nya alias penggambaran suasananya. Berhubung buku ini menceritakan mengenai anak band beserta dengan roadshow-nya, jadi isinya ya nggak jauh-jauh dari kegiatan anak band. Entah manggung, bikin lagu, syuting, dll. Aura musik dan band-nya kerasa banget. Terus dari sini aku juga baru tahu kalo tugas seorang manajer artis itu ternyata ribet banget, apalagi kalo artisnya itu Keanu yang—haduhhh—semaunya sendiri. Suka muncul dan ngilang sesuka hati, bicaranya sesuka udel. Eh, tapi, tapi, tapi ... Keanu itu ganteng banget. Bibir kissable-nya itu loh nggak nahan!!!

Konflik yang disuguhkan bukanlah konflik yang rumit. Yah semacam hate to love antara Aya dan Keanu. Manajer dan vokalis band. Alur cerita yang dipakai adalah alur maju dengan beberapa flashback di bagian yang memang perlu. Twist-nya oke meski dari awal aku udah bisa menebak. Bisa dibilang eksekusi buku ini oke punya. Gaya menulisnya simpel dan enak dibaca, nggak bertebaran quotes yang kadang malah bikin ambigu di sana sini.

So far aku nggak ada masalah sama karakternya. Baik Aya atau Keanu masing-masing punya karakter yang kuat. Aya disiplin, Keanu seenaknya sendiri. Chemistry yang terbangun antara Aya dan "Keanu" Kevin berasa natural. Hubungan mereka dikemas menarik sebagai manajer dan artis (vokalis band). Oh ya, Keanu itu punya kakak kembar identik lho. Namanya Kevin. Kevin ini kayak mirror-nya Keanu, secara fisik sama dengan Keanu. Bedanya kalo Keanu itu bebas dan suka bersenang-senang, Kevin ini pendiam dan jadi kebanggaan sang papa. Mereka berdua sama-sama kuliah hukum, tapi yang lulus dan berhasil jadi pengacara Kevin. Keanu? Dia mah emang jalannya bukan ke sana.

Untuk endingnya nggak seperti ekspetasiku, tapi tetep oke kok—dan aku bisa menerima endingnya. 

Kesimpulannya buku ini layak dibaca. Aku rekomen buat kalian yang suka dengan karakter cowok anak band, bad boy gitulah. Ceritanya agak beda dengan novel metropop pada umumnya. Penulis 'menjiwai' tulisannya, karena pada saat membaca kita bener-bener seperti masuk ke dalam ceritanya dan merasakan emosi para karakternya. Buat aku buku ini juga termasuk page turner.

July 31, 2019

[Book Review] Romansick - Emilya Kusnaidi

Judul: Romansick
Penulis: Emilya Kusnaidi
Genre: Metropop
Bahasa: Indonesia
Tebal: 280 halaman
Rilis: 5 Februari, 2015
Penerbit: GPU
ISBN: 9786020312781
Harga: IDR. -
Rate: ★★½



B l u r b :

Her life was almost perfect. Pekerjaan sebagai editor di majalah fashion ternama, rekan kerja yang baik hati meskipun doyan gosip, serta dua sahabat cowok yang selalu ada ketika dibutuhkan. So what a girl could ask for more? Well, please underline the ‘almost’ part.

Audrey ‘Dre’ Kahono jatuh cinta setengah mati dengan Eren,sahabatnya––namun nggak pernah punya keberanian untuk mengungkapkan hal itu. Sebuah pengakuan mendadak dari Eren membuatnya terseret dalam insiden penuh kesialan yang berujung pada serentetan drama baru; pertemuan tanpa sengaja dengan Austin yang moody setengah mati, insiden di pelataran parkir, dan belum lagi soal liburan ke Bintan yang mendadak namun berakhir mengejutkan!

Austin yang persisten mendekati Dre membuat Dre kesal tapi lama-lama suka. Nah, masalahnya, ketika Dre mulai dekat dengan cowok lain, Eren malah kelihatan uring-uringan. Belum lagi drama antara Dre dan Eren berakhir, Austin malah menambah drama baru dalam hidupnya...

*

Jujur aku perlu waktu sekitar dua mingguan buat kelarin buku ini. Pertama, pikiranku lagi morat-marit. Kedua, aku nggak konek-konek sama feel-nya, baru setelah halaman 200 aku baru ngerasain, itu pun nggak jleb-jleb amat, cuma yah ... pokoknya konek.

Awal baca aku udah nggak ngerasa nyaman dengan gaya nulisnya. Hm, gimana ya, bahasanya gado-gado alias campuran Indo-English. Tulisan seperti ini biasanya aku nemu di bukunya Babang CS, tapi cara meramunya beda jadi bisa tetep enak dibaca. Nah, di sini aku bener-bener nggak ngerasa nyaman bacanya, malah di aku kesannya lebay. Satu kalimat itu susunannya bisa Eng-Indo-Eng. Aduh, beneran bikin selera baca jadi menguap. Mungkin karena ini juga feel-nya nggak konek-konek di aku. Weits, ini subjektif lho, bagi orang lain mungkin aja beda.

Kalo ceritanya sendiri sih buat aku terlalu menye-menye di awalnya. Si Dre galau batin mulu kena friend zone, cemburu, curhat ke Tara. Ya gitu deh. Terlalu repetitif. Maksudku nggak ada apa kek atau gimanalah yang bikin pembaca itu penasaran. Konflik yang B aja seperti ini harusnya diimbangi dengan eksekusi yang menarik. Sorry to say, di sini nggak kayak gitu. Singkatnya buku ini punya alur cerita yang flat banget (buat aku).

Aku nggak begitu suka sama karakter Dre, kesannya dia itu childist. Sama Austin juga B aja. Yang suka sih sama Tara, wkwkwk. Asik aja gitu. Kalo sama Eren, aku sama sekali nggak klik.

Oh iya, di halaman 238, itu ada salah sebut nama: Seharusnya Eren senang bisa berduaan dengan Eren. Maksudnya Dre kali ya? 


Q u o t e s :

"Getting drunk is like borrowing the happiness from tomorrow." [Austin] - h. 166

April 01, 2019

[Book Review] Nothing Hurts Like Love - Ria N. Badaria

Judul: Nothing Hurts Like Love
Penulis: Ria N. Badaria
Halaman: 304 halaman
Genre: Metropop (17+)
Tahun: Februari, 2019
Penerbit: GPU
ISBN: 9786020622316, 9786020622323 (Digital)
Harga: IDR. 88.000 (P. Jawa)
Rate: ★★★☆☆


B l u r b :

Tersangka prostitusi online kelas atas, RF, kembali menyebut nama-nama artis yang masuk dalam jaringannya. Model dan
bintang iklan terkenal berinisial LA disebut-sebut sebagai salah satu artis yang terlibat.
-----------
Bagi ladya Arum, tidak ada yang lebih menyakitkan melebihi cinta. Ia pernah begitu bodoh menyerahkan cinta dan segala yang ia miliki pada bajingan pengecut yang tak bertanggung jawab. Ia rela meninggalkan keluarganya demi hidup bersama lelaki itu. Bahkan yang lebih tragis, kedua orangtuanya kecelakaan ketika hendak mencegahnya pergi.

Ladya melanjutkan hidup dalam dinginnya penyesalan tak berujung. Segala luka ia tutupi di balik penampilan tak bercela serta ambisi harta dan ketenaran.

Prasetya Pradana adalah sosok di balik kesuksesan Ladya Arum. Bertahun-tahun pria itu menopang Ladya sebagai manajer, meskipun diam-diam ia menyimpan cinta dan rasa sayang yang teramat dalam. Dan ketika Ladya diterpa gosip tak sedap, Pras rela melakukan apa pun. Tak peduli ia harus mengorbankan diri. Pras ingin Ladya percaya bahwa cinta tak pernah menyakiti dan ketulusan selalu mampu merekat semua luka.

K a r a k t e r :

Ladya Arum → Wanita 28 tahun. Merupakan model dan bintang iklan terkenal. Pernah dicampakkan oleh cinta membuatnya hidup hanya demi uang, tak peduli mengenai apa pun yang harus dikorbankannya.

Prasetya Pradana → Laki-laki 32 tahun yang merupakan manajer Ladya.

Utama Tandrawan → Laki-laki 33 tahun. Penerus perusahaan properti besar dan sukses di Indonesia. Dia pernah mencampakkan serta menghancurkan hidup wanita yang dicintainya, Ladya, demi menuruti kemauan ayahnya.

Haris (RIP) → Kakak Ladya yang merupakan sahabat Pras.

Raymon Fernando → Laki-laki kemayu yang membuat Ladya terjerumus ke dalam prostitusi, bisa dibilang mucikari lah ya.

Mirna Asisten Ladya. Menurutku si Mirna ini agak suka ikut campur urusan Ladya-Pras. Mungkin gara-gara dia suka sama Pras kali, ya?

Ferdi Atasan Pras di perusahaan manajemen tempat Ladya bernanung.

Budi → Sahabat Pras.

Laras   Istri Utama.


Seperti yang udah ditulis di blurb-nya, buku ini menceritakan mengenai sekelumit kehidupan Ladya, seorang model dan bintang iklan terkenal tanah air. Ladya memiliki luka masa lalu, itu yang membuatnya berambisi merengkuh segalanya agar tidak dihina, sekalipun untuk mencapainya, dia harus melegalkan segala cara—termasuk terjun ke dalam prostitusi kelas atas.

Jujur blurb-nya bikin aku tertarik, karena menawarkan cerita yang akan berkaitan dengan dunia prostitusi dan antek-anteknya, ekspetasiku dark romance lah. Tapi rupanya aku salah duga. Ceritanya lebih menekankan pada perasaan Pras pada Ladya dan kehidupan Ladya yang cenderung 'rusak'.

Setengah buku pertama diisi dengan pergulatan batin dua tokoh utama, yaitu Ladya dan Pras. Ladya dengan segala penyesalannya dan Pras dengan segala usahanya untuk melindungi Ladya. Ladya tidak percaya cinta, sementara Pras mati-matian menunjukkan jika cinta bisa mengubah apa pun, termasuk menyembuhkan luka. Nah, di sini aku ngerasa bosan karena ceritanya berasa nggak maju-maju. Diksi yang dipakai aku suka, menyentuh juga, tapi kalau konfliknya nggak kelihatan kan ya pasti bosan juga. Konfliknya batin mulu, nggak ada konflik eksternal yang menyemarakkan cerita. Baru setelah lewat halaman 160-an, konflik utamanya mulai muncul. Utama, si perusak hadir kembali dalam hidup Ladya. Pun dengan Laras, istri Utama, yang merecoki Ladya karena tidak terima suaminya ingin kembali pada Ladya.

Awal-awal aku juga agak terganggu dengan sikap Pras yang terkesan jadi bucin-nya Ladya. Tapi untungnya seiring berjalannya cerita Pras bisa tegas terhadap perasaan dan sikapnya.

Terus yang bikin aku geli banget adalah adegan papanya Utama nampar Utama. Hadeh.... Iya kalau Utama masih bocah atau ABG, lha ini udah 33 tahun. Kalo niat ya gelut aja sekalian, banci banget cuma nampar.

Aku ngerasa di sini kita diajak untuk memahami jika cinta itu memiliki banyak wajah. Ada senang, sedih, bahkan bisa mengubah seseorang. Tapi yang ditekankan adalah mengenai ketulusan Pras terhadap Ladya. Meski Ladya sudah rusak, tapi Pras tetap bertahan di sisinya, bahkan membuat Ladya membuka hatinya untuk Pras. Yah, bagiku Pras itu TGTBT aja sih.... Sedangkan Ladya, sebagai cewek yang pernah tersakiti, berubah sampai segitunya wajar, aku bisa menerima perubahannya. Cuma setidaknya di akhir cerita Ladya bisa mempersembahkan sesuatu yang berharga untuk Pras, berkorban demi orang yang dicintainya.

Pas baca sampai pertengahan aku nggak yakin kalau bakal ngasih bintang tiga, tapi setelah baca sampai ending okelah. Sebab buku ini flat di awal, konfliknya baru berjubel di separo terakhir.

Am I recommending this book?
Yes, if you a huge fans of romance story.
Not, if you a huge fans of emotional story.

Q u o t e s :

Saat kau menghabiskan hampir seluruh waktu dalam hidupmu untuk mengurus dan menjaga seseorang, dengan sendirinya kau akan menganggap orang itu sebagai bagian dirimu yang tak bisa dilepaskan meski kau ingin melepaskannya. [Pras] - h. 43
Dia harus mendapatkan yang terbaik saat harus melakukan hal terburuk dalam hidupnya. - h. 49
“Kamu hanya perlu melupakan luka itu, Ladya. Berhenti menyakiti diri sendiri, karena yang akan berakhir terluka hanyalah dirimu juga, bukan orang lain.” [Pras] - h. 77
“Karena itu, berhentilah melangkah di jalan yang salah! Kembalilah. Kamu akan tersesat jika melangkah semakin jauh.” [Pras] - h. 77
“Aku memiliki perasaan yang paling kamu benci, untukmu. Aku mencintaimu walaupun tahu kamu tidak bisa menerimanya.” [Pras] - h. 138
“Karena itu, Ladya, lupakan semua yang sudah terjadi dan buatlah dirimu bahagia. Hiduplah bahagia, demi mereka yang menyayangimu.” [Pras] - h. 155
“Aku mencintaimu dan aku siap tersakiti karena perasaanku itu.” [Pras] - h. 157
“Tujuan terbaik manusia dalam hidupnya adalah meraih bahagia.” [Budi] - h. 169
“Hadapi pelaku kenanangan buruk itu agar tidak lagi mengusikmu.” [Pras] - h. 186
“Siapa pun dirimu, merengkuh cintamu adalah anugerah untukku.” [Pras] - h. 191
“Aku mungkin tidak bisa memberimu kehidupan mewah seperti yang kamu miliki, tapi tidak akan membiarkanmu kelelahan.” [Pras] - h. 223
“Bersandarlah padaku, Ladya. Aku akan berusaha menjadi sandaran yang kuat dan nyaman untukmu.” [Pras] - h. 223
“Apa istimewanya menawarkan hal-hal yang sudah dia miliki? Dia jelas tidak lagi menginginkan itu semua darimu. Kamu punya ketulusan cinta, kamu punya keinginan untuk membuatnya bahagia. Tawarkan itu padanya, karena itu yang dia butuhkan.” [Budi] - h. 227
“Jika nanti kamu lelah menghadapi semuanya, berjanjilah untuk melepaskannya. Aku ingin kamu berhenti berjuang jika itu terlalu melelahkan.” [Pras] - h. 235
“Cinta bisa berubah menjadi obesesi yang sangat mengerikan, setelah pergi dan melukaimu. Kamu harus pahami itu!” [Laras] - h. 264

December 25, 2018

[Book Review] Purple Prose - Suarcani

Judul: Purple Prose
Penulis: Suarcani
Genre: Metropop (17+)
Halaman: 304 halaman
Penerbit: GPU
Tahun: Oktober, 2018
ISBN: 9786020614137, 9786020614144 (Digital)
Rate: ★★★★☆
Harga: IDR 79.000



Jakarta memang menyelamatkan masa depannya, tapi tidak bisa melindunginya dari masa lalu. Dan, masa depan yang damai tidak akan tercipta jika kita masih takut pada masa lalu. - h. 15 

B l u r b :

Tujuh tahun lalu, kematian Reza membuat Galih lari ke Jakarta. Namun, penyesalan tidak mudah dienyahkan begitu saja. Ketika kesempatan untuk kembali ke Bali datang lewat promosi karier, Galih mantap untuk pindah. Ia harus mencari Roy dan menyelesaikan segala hal yang tersisa di antara mereka.

Roya begitu terkurung dalam perasaan bersalah. Kanaya, adiknya, menderita seumur hidup karena kekonylannya tujuh tahun lalu. Roya merasa tidak memiliki hak untuk berbahagia dan menghukum dirinya secara berlebihan. Kehadiran Galih mengajarkan Roya cara memaafkan diri sendiri.

Saat karier Galih makin mantap dan Roya mulai mengendalikan haknya untuk berbahagia, karma ternyata masih menunggu mereka di ujung jalan.


Karena takdir bukan sesuatu yang bisa dijelaskan hanya dalam satu perdebatan. Sama halnya dengan kebenaran. Sejauh mana pun mereka membicarakannya, tidak akan jelas siapa yang benar maupun siapa yang salah. Semua tergantung pada sudut pandang. - h. 31
Kadang mereka yang terjerumus ke dalam dunia itu memang hanya berlari di lingkaran. Perlu tekad yang benar-benar kuat, tenaga besar untuk bisa menyerong keluar. - h. 68 

S t o r y l i n e :

Ketika Galih dimutasi dari Jakarta ke Bali, mamanya begitu menentang. Sang mama tidak mau Galih kembali bertemu dengan teman-teman semasa kuliahnya, yang membuat Galih terbelenggu dalam lingkaran setan. Namun Galih menganggap jika ini adalah sebuah kesempatan yang bagus karena dia dipromosikan sebagai Area Sales Manager menggantikan Pak Suryawan. Akhirnya, dengan berat hati mamanya melepas Galih dengan janji Galih tidak akan lagi bertemu dengan teman-temannya terdahulu. Padahal tanpa sepengetahuan sang mama, di Bali Galih berniat mencari Roy, temannya yang membuat Reza meninggal.

Kepindahan Galih ke Bali berjalan lancar. Semua staf menyambutnya dengan antusias dan ramah, kecuali Roya yang sama sekali tidak menaruh perhatian khusus seperti yang launnya. Perempuan itu terkesan cuek.

Galih merasa jika semua ini tidak seburuk yang dibayangkan, dia merasa baik-baik saja. Hingga suatu hari seseorang yang dulunya adalah teman kuliahnya lewat di depan kontrakannya dan mengenalinya. Galih hendak mangkir dengan berpura-pura tidak kenal, akan tetapi itu tidak mungkin. Jadilah kedua teman lama itu mengobrol, bahkan teman-teman lamanya yang lain juga ikut berkunjung. Nama Roy tanpa sengaja terlontar oleh salah satu temannya, yang seketika membuat Galih meradang dan menanyakan alamat baru Roy. Setelah mendapatkannya, tanpa pikir panjang Galih mendatangi Roy yang ternyata kehidupannya sudah berbalik seratus delapan puluh derajat.

Di sisi lain Roya mengenali Galih, dia yakin Galih adalah pemuda babak belur yang pernah ditolongnya dulu. Walau begitu Roya berusaha mengabaikan dan hanya fokus pada pekerjaannya. Sikap Roya ini menarik perhatian Galih, lelaki itu merasa heran karena Roya tidak seperti teman-temannya yang lain. Terlebih Roya ini hanya bisa meminta maaf jika dibentak atau disalahkan oleh teman-temannya.

Galih sering kali menggoda Roya, mencandainya hingga perempuan itu salah tingkah. Sampai akhirnya Galih mengutarakan perasaannya pada Roya. Sempat menganggap ungkapan perasaan Galih itu hanyalah candaan, Roya akhirnya bisa merasakan bila lelaki itu benar-benar menyukainya.

Waktu terus berjalan, hubungan Galih dan Roya masih sembunyi-sembunyi. Selain karena peraturan kantor yang melarang para karyawannya untuk menjalin hubungan, Roya juga belum siap untuk memperkenalkan Galih pada keluarganya. Dalam hati, Roya masih beranggapan kalau dia tidak layak bahagia sementara adiknya trauma seumur hidup karenanya.

Pertemuan Roy dan Roya mengubah segalanya. Roy memberitahu Galih siapa Roya sebenarnya. Hal itu membuat Galih ketakutan, dia sempat lari dan menghindari kekasihnya itu. Akhirnya karena tidak kuat menanggung dosa di masa lalu, Galih berusaha menghadapinya. Meski itu artinya dia akan kehilangan Roya.


"...aku pikir cara terbaik untuk menang atas masa lalu adalah dengan menghadapinya." - h. 106
Masa lalu ternyata tetap menjadi hantu-hantu yang mengganggu mereka dengan cara yang sama. - h. 132
...rasa bersalah itu seperti jamur di kulit. Jika tidak dicabut sampai ke akarnya, maka akan tumbuh lagi. - h. 164 

K a r a k t e r :

Galih → Laki-laki yang humoris, apa aja dijadikan candaan. Namun di balik semua itu tidak ada yang mengetahui jika dia pernah menjadi seorang pendosa di masa lalu.

Roya → Perempuan aneh yang suka membakar dupa untuk menenangkan diri. Peristiwa yang dialami adiknya tujuh tahun lalu membuatnya merasa tidak pantas untuk berbahagia dan terus-terusan menyalahkan diri sendiri.

Kanaya → Adik Roya yang memiliki trauma.

Roy → [Aku bilang sih ya, ini orang the real bajingan. Nggak peduli dia udah tobat sekalipun aku tetep nggak bisa maafin]

"Kamu boleh saja lari dari kenyataan, tetapi tidak dariku." [Galih] - h. 171
"Aku memang bodoh, tetapi bukan berarti tidak paham. Aku mengerti kapan aku diinginkan, sadar juga ketika aku tidak diharapkan." [Roya] - h. 231 

P e n u l i s a n :

Seperti salah satu buku karya Suarcani yang aku baca tahun lalu, tulisan-tulisannya masih jago banget ngaduk-ngaduk emosi. Kayaknya penulisnya ahli bikin orang nyesek tapi pengin terus baca deh. Wkwkwk....

Mulai dari penulisan sampai setting tempat, semuanya oke. Aku nggak akan komentar apa-apa karena memang nggak ada yang perlu dikomentarin. Eh, ada satu yang ganjal, di halaman 174 ada kalimat: "Yes, you can and you have done it."
Hm, kata done itu setahuku selalu diletakkan di akhir kalimat, alias nggak ada buntutnya.

"Karma itu seperti asap, Ya. Dia selalu ada di udara, walau tidak terlihat. Ketika waktunya tiba, dia akan datang untuk menagih pertanggungjawaban." [Galih] - h. 289

Wah, setelah tahun lalu hatiku diporakporandakan sama Ghi dan Kei, sekarang giliran dibikin nyesek sama Galih dan Roya. Sebetulnya di bab-bab awal aku udah bisa nebak twist-nya, tapi aku kepo sama penyelesaiannya, juga sama hubungan Galih dan Roya. Karena yah, kisah dalam buku ini tuh kayak benang ruwet, susah diurai.

Seperti Welcome Home, Rain, novel ini mengusung kisah yang kelam dan aku pikir topik yang diambil sama beraninya juga. Bedanya sih Purple Prose menunjukkan kalau penulisnya lebih matang aja, kelihatan dari tulisannya yang lebih rapi dan lebih enak dibaca.

Kalau dari segi cerita sih aku suka ini daripada Welcome Home, Rain. Tapi bagiku emosinya lebih ngena si Ghi dan Kei. Hm, mungkin ini pengaruh akunya yang lebih suka tokoh-tokoh YA ya. So, bagi yang suka cerita dengan aura kelam, buku ini rekomen banget buat kalian. Dijamin nggak bakal nyesel meski mungkin kalian bakalan sebel karena nyesek banget, hehe.

April 20, 2018

[Book Review] Sweetly Broken - Dadan Erlangga

Judul: Sweetly Broken
Penulis: Dadan Erlangga
Halaman: 256 halaman
Genre: Metropop (21+)
Tahun: Februari, 2018
Penerbit: GPU
ISBN: 9786020381961
Harga: IDR 63.000 (P. Jawa)
Rate: ★★★★☆




Tanpa cinta hidup terasa lebih mudah, tapi sayangnya tidak indah. - h. 5


B l u r b :

Pengalaman patah hati hingga berdarah-darah, membuat Lara Doris Hartono menutup hati dan menetapkan aturan konyol saat bertemu pria tampan; bersikap dingin dan tak pedulu serta jangan pernah menunjukkan kekaguman dan ketertarikan sedikit pun.

Namun, saat pertama kali bertemu Dias Adji Nugroho, Lara nyaris melanggar aturan tersebut. Padahal, ia pernah bersumpah akan menghajar pria itu karena tayangan di akun Instagram Dias yang menjelek-jelekkan wedding organizer milik Lara. Sekuat apa pun mengelak, Lara mendapati dirinya luluh dalam dekapan kokoh pria itu.

Ketika Lara sedang menikmati kebahagiaan bersama Dias, seseorang dari masa lalunya muncul. Aryoza Megantara, mantan terindah semasa SMA yang tak pernah benar-benar meninggalkan sudut hatinya.

Untuk kali ini saja, Lara tergoda untuk meraih kembali apa yang pernah hilang dari masa lalunya bersama Yoza. Namun, apakah itu sepadan jika harga yang akan ia bayar adalah kehilangan Dias untuk selamanya...?




"Selalu ada kesempatan kedua buat cowok ganteng." - h. 23

S t o r y l i n e :

Lara tengah dirundung patah hati karena pria yang selama ini menjalin hubungan dengannya, tiba-tiba menghilang dan memutuskan untuk menikah dengan perempuan lain. Tak mau terus tenggelam dalam kesedihannya, ia memutuskan untuk menyibukkan diri pada pekerjaannya sebagai pemilik wedding organizer. Baru saja ia hendak memulainya saat melihat tayangan Instastory yang menjelek-jelekkan WO miliknya. Lara kesal setengah mati, bersumpah akan membunuh pria itu jika suatu hari mereka diizinkan bertemu.

Lain di mulut, lain di hati.
Tanpa sengaja Lara bertemu pria itu, Dias, di pesta ulang tahun Zaky. Bukannya marah, Lara malah tak berkutik di hadapan Dias. Lara berusaha menepis perasaan yang menghinggapinya, namun lagi-lagi Dias menjadi penyelamatnya saat di jalan ia diadang oleh dua pria bertubuh besar yang ditemuinya di klab malam tadi. Lara lari ketakutan, namun saat Dias menarik tangannya, ia menangis dalam pelukan Dias❤

Hubungan Lara dan Dias semakin dekat. Mereka mulai sering bertemu dan Dias juga mulai suka nginep di tempatnya Lara. Sampai suatu hari Clara, sepupu Monik (teman semasa sekolah Lara) memutuskan untuk memakai jasa Cherish Wedding untuk pesta pernikahannya. Dan saat Lara membaca form yang diserahkan oleh Clara, Lara terbelalak ketika melihat nama Aryoza Megantara sebagai calon mempelai pria Clara.
Ada berapa orang yang memiliki nama itu? Lara hanya berharap bila Yoza itu bukanlah Yoza-nya.

Di saat lagi seneng-senengnya sama Dias, Yoza balik lagi ke kehidupan Lara. Membuat Lara terlena dalam kenangan manis yang pernah diukirnya bersana Yoza, cinta semasa sekolah yang selama ini masih bersemayam di bawah alam sadarnya. Lara pun mulai tak mengacuhkan perhatian Dias karena sibuk baper dengan masa-masa indahnya bersama Yoza dulu.

Mantan atau gebetan?
Pilot atau selebgram?
Yang pasti keduanya sama-sama ganteng😎

Situasi yang sulit, ya?

Kesempurnaan itu ternyata bisa menjadi luka ketika ia mengkristal dalam wujud kenangan. Kesempurnaan yang takkan pernah bisa kuraih ulang, dan hanya mampu kukenang dengan air mata berlinang. - h. 109



Tema seperti ini sudah umum: hate to love, tapi setiap penulis punya caranya sendiri untuk membuat sesuatu yang sudah umum ini menjadi menarik. Contohnya buku ini, aku enjoy banget bacanya. Gaya berceritanya enak, jadi nggak bosen bacanya😁 Keseharian Lara sebagai pemilik WO juga diceritakan dengan cukup mendetail tanpa membuat pembaca merasa sedang membaca deskripsi 'keseharian pemilik WO'.

Oh ya, novel ini penulisnya cowok ganteng lho! Tapi di sini si penulis bisa memosisikan dirinya sebagai Lara, yang notabene merupakan cewek tulen.... Ditambah lagi buku ini menggunkan pov orang pertama. Salut deh, bisa menjiwai seorang 'Lara' hingga sedalam ini.

Cerita berlatar belakang Bandung-Jakarta ini semakin ke belakang buku ini semakin menarik untuk dibaca. Emosi dalam ceritanya semakin ngena. And fyi banyak part yang bikin aku nempelin sticky note, I love it! Dari tema yang umum, bisa diolah menjadi sebuah cerita yang apik, cukup mempermainkan emosi pembacanya.

Awalnya aku udah siap-siap patah hati buat Dias, karena nyangka kalau Lara dan Dias nggak akan berakhir sesuai harapanku. Tapi rupanya ending cerita ini dikemas dengan apik dalam lembar-lembar terakhir.

Tapi sebetulnya aku ngerasa sedikit timpang mengenai kepadatan porsi cerita. Di awal-awal terkesan santai banget, lalu makin ke belakang makin berat. But that's okay! You win my heart. Aku suka diksinya yang terasa real dan nggak muluk-muluk.

"Mencintai seseorang tanpa bisa memilikinya memang menyakitkan. Namun, jauh lebih menyakitkan ketika kita memiliki seseorang yang mencintai orang lain." - h. 246