Showing posts with label novel dewasa. Show all posts
Showing posts with label novel dewasa. Show all posts

July 07, 2019

[Book Review] Broken Angel - Anna Anderson

Judul: Broken Angel
Penulis: Anna Anderson
Genre: Amore
Bahasa: Indonesia
Tebal: 200 halaman
Rilis: 17 April 2017
Penerbit: GPU
ISBN: 9786020334509
Harga: IDR. 55.000
Rate: ★☆☆☆☆


B l u r b :

Abigail “Abby” Hendrawan, memiliki hidup yang terlindung. Sebagai putri bungsu pengusaha kaya dengan kedua kakak yang over-protektif, Abby tumbuh menjadi gadis polos yang hanya memiliki kehidupan di rumah dan sekitar kampus.

Sebagai pemilik jaringan hotel ternama, Jonathan “Joe” Hasby dikenal memiliki reputasi buruk. Sepak terjangnya di dunia malam sudah diketahui umum, termasuk pergaulannya dengan gadis-gadis panggilan papan atas.

Sampai suatu kesalahpahaman membuat Abby tersasar di kamar Joe dan disangka salah satu gadis panggilan yang dipesan pria itu. Saat Joe menyadari kesalahannya, kerusakan suda terjadi. Abby sudah menghilang.

Penyesalan membuat Joe berusaha keras melacak keberadaan Abby. Ketika akhirnya Joe bertemu Abby, dia tahu gadis itu takkan mungkin memanfaatkannya. Hingga Joe bertekad untuk meyakinkan Abby bahwa sesuatu yang diawali dengan sesal itu kini berkembang menjadi cinta yang serius untuknya.

*

Buku macam apa ini??? *kembalikan dua jamku yang berharga plisss.... mending dua jam itu aku pakai buat bobok siang atau luluran dah!

Sorry to say, this book is suck—or sick. Sampai-sampai pas baca aku tanya berulang kali dalam hati, "Seriusan ini terbitan mayor?" Soalnya berasa baca wattpad, bedanya tulisannya minim typo.

Awalnya aku penasaran aja karena beberapa teman ngasih penilaian minus buat buku ini, sementara buku ini terbitan mayor yang harusnya oke. Berangkat dari itu akhirnya aku nekat baca, dan beneran, buku ini menurutku belum layak untuk diterbitkan oleh penerbit mayor.

Mengambil genre novel roman dewasa alias amore, aku sama sekali nggak bisa merasakan 'amore' itu sendiri. Mungkin maksud penulis ingin membuat cerita bergenre dark romance, but TOTALLY FAILED! Mulai dari premis, alur cerita, serta konfliknya aye aye banget. Apalagi karakternya, ugh, sorry lagi, bikin eneg maksimal. Penulisannya kurang smooth, perpindahan POV-nya juga. Terus endingnya bikin pengin tepok jidat abang bakso. Haduh, sumpah aku bingung mau komentar apa, banyak hal-hal konyol di luar nalar yang bikin aku muterin mata sampe berasa juling. Kurang lebih seperti inilah:

1. Gaya hidup yang terkesan dipaksakan [- h. 11]
Ceritanya pagi-pagi Joe udah dibikin bad mood sama papanya. Berhubung pusing tujuh keliling dan nggak ada puyer bintang tujuh, dia nenggak minuman keras๐Ÿ˜… Hadeh, Bang, ini Endonesah yang pagi-pagi aja udah gerah. Pikiran butek bukannya ngadem malah minum miras. Nggak puas dengan itu, dia menghubungi Madam yang biasa menyediakan ciwik-ciwik buat nananina. Yaoloh, Bang, lo katanya pengusaha yang udah punya beberapa usaha lo sendiri (di luar punya bokap lo), tapi sumpah, itu kepala kok isinya cuma miras sama swadikap-skidi-pap-pap doang ya? Lo itu pengusaha ato preman terminal sih?

2. Adegan salah kamar yang uwauuuuw banget [- h. 14]
*garuk-garuk kepala*
Abby dan Joe ini entah sepasang manusia dari planet mana. Di awal kakaknya Abby memang ngasih nomor kamar suite-nya nggak pasti, 732 atau 731 gitu katanya. Tapi ayolah, masak nggak nanya dulu di resepsionis sih? Atau dia punya iPun, kan? Telepon kakaknya dulu kek. Terus si Joe juga, tahu ada ciwik polos disamber aja. Iya sih pas itu dia lagi nunggu ciwik dari Madam, tapi apa segitu sangek-nya sampai ciwik nyasar pun diembat? Kelakuannya bar-bar beneran ini orang.

3. Joe menyuruh Pak Nyoman melukis Abby [- h. 72]
Aku nggak tahu Joe itu pikirannya buntu atau pekok sih benernya? Tujuannya dia ngelukis wajah Abby yang sedang sedih apa coba? Nggak tahu dah, jyjyk banget bayangin Joe ngelihatin lukisan Abby sambil bilang, "Gadisku. Milikku!" Ya kalo ngerasa salah buruan minta maaf kek, kan udah ketahuan identitasnya Abby, bukan malah kek gini. Secara Joe loh yang merkosa Abby, terus dia ngenes-ngenes sendiri. Fakk banget woy! Makanya, Bang Joe, jangan kebanyakan nenggak miras, otaknya jadi oleng kan?!

4. Kejadian salah masuk kamar yang menjadi awal petaka buat Abby itu seriously aneh. Gimana nggak, katanya keluarga Hendrawan sering menyewa suite itu untuk bersenang-senang, so Abby termasuk di dalamnya, kan? Lha terus kenapa kalo udah sering, Abby masih aja salah kamar?

5. Di halaman 75 dikatakan kalau Abby akan wisuda bulan depan, tapi di halaman 88, yang notabene setahun kemudian, dikatakan bahwa Papa, Mama, Mas Ferdi, dan Dani akan datang pada akhir pekan untuk menghadiri wisudanya. Ini kuliahnya molor atau gimana ya? 

6. Kutipan: Anak perempuan adalah cinta pertama ayah [- h. 93]
Ini nggak kebalik ta? Setahuku di mana-mana ayahlah yang jadi cinta pertama anak perempuannya. Lagian, kalo anak perempuan itu cinta pertama ayahnya, ibunya cinta keberapa dong? Ibunya kan udah ada duluan sebelum anak. Duh, pusing palak berbi kalo dibolak-balik gini.

7. Sumpah jyjyk banget sama Joe yang mandang-mandangin lukisannya Abby sambil merana, bilang kalo kamu milikku, sayang, sebentar lagi kamu akan menemukanmu, atau apalah kalimat benyek lainnya. Ya kalo niat dicari, buruan aja. Bukannya malah merana, mengharu biru karepe dewe. Gaje sumpah! Padahal dia kan sifatnya arogan, masak iya gampang banget berubah benyek gini? Lagi pula dari petunjuk-petunjuk yang udah ada, bukannya gampang dicarinya? Beneran nggak tahu aku cara pikir Joe itu gimana. Bolehlah dia nggak tjerdas, tapi kan dia punya duitttt. Harusnya gampang kalo mau cari Abby, toh petunjuknya udah ada.

KESIMPULANNYA: buku ini cocok dibaca buat orang-orang masokis atau orang kurang kerjaan. Aku sama sekali nggak berniat jelek-jelekin sebuah karya, tapi semua ini adalah penilaianku terhadap sebuah karya. Aku pasti bakalan bilang bagus kalo emang bagus, kalo jelek aku juga pasti bilang jelek. Semoga ini menjadi pembelajaran buat karya-karya selanjutnya ๐Ÿฅฐ

March 21, 2019

[Book Review] Dirt on My Boots - Titi Sanaria

Judul: Dirt on My Boots
Penulis: Titi Sanaria
Genre: Novel Dewasa (18+)
Halaman: 300 halaman
Tahun: September, 2017
Penerbit: Elex Media Komputido
ISBN: 9786020447230
Harga: -
Rate: ★★★☆☆


B l u r b :

Entah ini kutukan atau anugerah, tapi ada banyak laki-laki tampan di kantorku.

Bos besarku masih menawan di usianya yang sudah enam puluhan, namun tentu saja dia bukan pilihan potensial. Aku mencari kekasih, bukan ayah angkat. Lalu Pak Freddy, laki-laki paling tampan di kantor. Dia punya senyum maut yang sayangnya hanya diperuntukkan istrinya. Masih ada pria yang tidak kalah tampan di divisiku lho, dan mereka lajang!

Hore...? Tidak juga.

Putra lebih muda dariku, tapi menjalin cinta dengan berondong tidak ada di daftarku. Sandro lebih tua, tapi aku tak menemukan ada aliran listrik yang tiba-tiba menyambar saat kami berdekatan. Tidak ada ribuan kupu-kupu yang tiba-tiba membentuk koloni, bersarang, dan mendadak mengepak bersamaan di perutku.

Lalu Pak Andra, bos baru di kantorku dengan bokong terindah di dunia. Ya, dia potensial. Tampan dan pintar, dua keunggulan yang hanya dimiliki satu dari seribu laki-laki di dunia. Barangkali masalahnya ada pada diriku. Aku jelas bukan calon potensial baginya. Aku tidak memiliki apa yang diharapkan olehnya, atau lelaki lainnya di dunia ini. You know what I mean—sesuatu yang besar di bagian tubuhmu. Tapi yang jadi masalah, seharusnya sejak awal aku tahu kalau dia tidak memercayai komitmen.

Kebingunganku semakin berlimpah-ruah, ketika aku suatu hari terbangun di sebuah ranjang dan mendapati sosoknya di sampingku. Semenjak itu pikiranku kian terusik. Apa yang sudah kulakukan dengan bosku? Atau, tepatnya apa yang telah bosku lakukan kepadaku?

K a r a k t e r :

Sita → Perempuan lajang a.k.a belum menikah, berusia 27 tahun dengan status jomblo. Mulutnya kayak talang bocor, terutama kalau ngomongin soal ML.

Pak Andra a.k.a Fendy → Bos baru yang menjadi atasan langsung Sita. Orangnya punya stok pede segudang dan bisa dikatakan diktator. Nggak mau mengikat diri dengan lawan jenis, alias sex just for have fun.

Putra & Sandro → Teman sekantor Sita yang kalau ngomong juga nggak pakai saringan. Blak-blakan sekali soal seks dan tetek bengeknya.

Raisa → Teman sekantor Sita yang bisa dikatakan paling junior. Mesum juga meski belum se-expert Sita. Kalau diajak ngomong suka lola alias loading lama.... *krikkk krikkk*

Sofi → Sohib Sita.

Kak Gian → Mantan kecengan Sita zaman cinta monyet.

๐Ÿ’‘

Tbh, aku baca buku ini karena racun dari salah seorang teman. Dia bisa dibilang penggemar setia karya-karya Titi Sanaria. DoMB ini adalah buku ketiga dari Titi Sanaria yang aku baca. Kalau dua buku sebelumnya aku nggak ngerasain apa-apa waktu baca alias anyep, buku ini berbeda.

DoMB ini bercerita mengenai Sita, cewek yang punya mulut kayak talang bocor mengenai hal-hal vulgar padahal dia sendiri masih segelan. Bisa dikata Sita ini jago ngomong doang, pengalaman nol. Tapi seringnya sih Sita ngomongin soal bokong para cowok, menurutnya bokong laki-laki adalah bagian terseksi. Lalu ada bos baru datang untuk menggantikan bos lamanya. Nama bos barunya itu Pak Andra. Selain memiliki bokong seksi, rupanya Pak Andra juga nggak segan-segan meladeni mulut talang bocor Sita, yang terkadang membuat Sita malu sendiri.

Oke, mari kita bahas lebih lanjut. . . .
Buku ini kocak. Lucu. Aku sempat ngakak beberapa kali ngelihat kegajean geng mesum yang membahas soal seks dan tetek bengeknya. Aku cukup suka dengan para karakternya yang nggak muna dan lebih apa adanya. Mungkin bahasan atau obrolan mengenai seks di sini terkesan blak-blakan, bahkan berlebihan. So? Bagiku wajar, toh mereka udah pada dewasa. Lagi pula kalau lawan bicara kita merasa fine-fine aja dengan topik obrolan semacam itu, kenapa tidak? Ya, kan? Kalau toh ada beberapa pembaca yang nggak nyaman dengan ini, ya nggak usah dibaca. Hehe....

Dari segi kocaknya, dapet banget. Aku suka.
Tapi dari segi ceritanya sendiri, aku sempat tersesat. Arah ceritanya ke mana, itu udah ketebak banget di awal. Hanya saja menurutku terlalu 'nyaman' di kocaknya, ceritanya jadi stuck. Aku sempat bertanya-tanya lho, ini hubungan Sita-Pak Andra kapan ada kemajuan sih? Setelah separuh lebih baru ada tanda-tanda 'maju'.

Feel antar tokohnya juga nggak berasa di aku. Entah karena aku yang udah mati rasa atau gimana, yang pasti bagiku chemistry antara Sita dan Pak Andra itu nggak ada. Kaku banget.

Terus soal endingnya. Fix, aku muterin mata di bagian ini.
Jadi—menurutku—karena terlalu banyak lucu-lucuan di depan, fase seriusnya jadi nggak kegarap. Kisah Sita-Pak Andra berasa cuma numpang lewat doang. Apalagi di akhir mereka dibuat bertengkar lagi, terus cara baikannya gitu amat.

Banyak yang bilang DoMB terbitan mayor ini beda banget dengan yang di Wattpad. Sayang sekali aku nggak sempat baca yang di Wattpad, huhu.....

Dari segi penulisan nggak overdosis kata 'aku' seperti yang di MP. Tapi sempat terganggu dengan bahasan Big-O yang entah berapa kali disebut di awal. Dikit-dikit nyebut Big-O.

Bagiku buku ini menghibur dan enak dibaca. Secara keseluruhan aku cukup suka, tapi rasa sukaku cuma sekadar suka, nggak sampai suka banget. Mungkin aja kalau kisah antara Sita dan Pak Andra nggak hanya numpang lewat, aku bisa bakal lebih menikmati. So far aku cuma menikmati dirty talk-nya aja, selebihnya nggak.

๐Ÿ’‘

Q u o t e s :

Sejatinya, cinta pada pandangan pertama itu hanya tipuan. Terlihat sangat indah karena itu tidak akan terjadi di dunia nyata. [Sita] - h. 35
"Masalahnya, hati lo nggak pernah minta persetujuan untuk cinta sama seseorang, Sit. Cinta seringnya datang karena kebersamaan. [Sofi] - h. 45
Terkadang sesuatu yang pernah terlintas di benak kita bisa menjelma nyata, dan saat itu terjadi kita malah tidak tahu bagaimana harus meresponsnya. [Sita] - h. 53
Hanya perlu satu kebohongan untuk jatuh dalam rentetan kebohongan lain yang lebih panjang. [Sita] - h. 87
Kata-kata buruk dari seseorang yang berarti bagi kita selalu menyakitkan. Karena kita memaknainya dengan hati. [Sita] - h. 206
"Orang nggak bisa putus setiap kali berbeda pandangan, Sita. Mereka mencari jalan tengah untuk menjembatinya." [Fendy] - h. 239 

February 20, 2019

[Book Review] Mouth to Mouth - Christian Simamora

Judul: Mouth to Mouth
Penulis: Christian Simamora
Halaman: 378 halaman
Genre: Novel Dewasa (21+)
Tahun: September, 2018
Penerbit: Roro Raya Sejahtera
ISBN: 9786025903021
Harga: 95.000 (P. Jawa)
Rate: ★★★☆☆


B l u r b :

SERINGNYA,YANG KAMU RINDUKAN HANYA KENANGAN, BUKAN ORANGNYA.

Dear pembaca,

Ketimbang bercerita tentang isi buku, aku memilih untuk mengajukan pertanyaan sederhana yang anehnya tak semua orang tahu jawabannya: seberapa lama waktu yang kamu butuhkan untuk melupakan mantan?

Di salah satu episode How I Met Your Mother, malah ada beberapa pendapat. Lily bilang, setengah umur relationship itu sendiri. Marshall bilang, satu minggu per bulan kalian jadian. Robin bilang, sepuluh ribu gelas minuman beralkohol—tak peduli selama waktu yang kamu butuhkan untuk mencapai target itu.

How about you?
Apakah menurutmu, move on berarti menunggu sampai punya pacar baru lagi? Dan sampai itu benar-benar terjadi, kamu malah membiarkan si mantan kembali lagi, sekaligus menguji apakah kamu masih sebodoh dulu?

Selagi kamu memikirkan jawabannya, nikmati dulu cerita Jordi dan Isadora (plus drama mantan menyebalkan) di buku MOUTH TO MOUTH ini. Seperti biasa aku ucapkan....

Selamat jatuh cinta,

CHRISTIAN SIMAMORA


S t o r y l i n e :

Punya mantan yang masih belum bisa move on?
Untunglah kalau kamu nggak punya, tapi sayangnya Isadora punya lho!
Jadi buku ini menceritakan tentang Isadora yang diuber-uber mantannya yang nggak bisa move on. Demi menghindari sang mantan, Isadora mengaku kalau udah punya pacar baru. Tapi nggak semudah itu Al, mantan Isadora, percaya. Al minta pembuktian dengan meminta Isadora bawa pacar barunya pas di acara pernikahan Dewinta, kakak Isadora. Fyi Al ini masih saudara sama calon kakak iparnya Isadora.
Alhasil Isadora mumet. Eh, di saat lagi buntu-buntunya, Tuhan mengirimkan penghuni baru ke kosannya. Yep, siapa lagi kalau bukan Jordi. Cowok yang mulanya dianggap Isadora terlalu mulus, plus tampangnya bersih kayak oppa-oppa Korea. Kata Isadora sih, bukan tipenya banget. Tapi bolehlah dijadikan pacar jadi-jadian.
Singkat kata dimulailah sandiwara mereka. Jordi yang berprofesi sebagai DJ jelas punya pesona tersendiri. Celakanya, Isadora malah klepek-klepek meski masih aja nggak mau mengakui. Di sisi lain, Jordi yang awalnya cuma disewa buat jadi pacarnya Isadora, malah menginginkan hubungan mereka jadi kenyataan.

❣❣❣❣

Masih sama kok kayak buku-buku Babangse yang lain, buku ini tetap mengusung konsep fun, fresh, dan sexy. Plot yang simpel, juga gaya nulis yang kekinian bikin 'relaxing time-ku' jadi betulan relax.

Cukup ikuti dan nikmati. Itu aja.
Nggak perlu mikir atau cemas dengan gimana endingnya, yang jelas happy ending sih. Soalnya kalau sampai Oppa Jordi dibikin patah hati, aku bakalan santet authornya.

Q u o t e s :

"Mandiri bikin kamu ngurangin ketergantungan sama orang lain. Bikin kamu nggak terlihat lemah juga." [Dewinta] - h. 11
"Women never dress to impress men. We try hard to look fabulous to irritate other women." [Isadora] - h. 71
"Yang paling menyakitkan itu justru bukan pas putus, melainkan trauma yang mengikutinya. Rasanya kayak terbangun dari tidur panjang dan lo nggak ngenalin sekeliling lo. Gue mampu ngobatin luka hati gue sendiri, tapi jujur gue kayak kehilangan nyali untuk memulai hubungan yang baru lagi." [Isadora] - h. 100
"Kamu tahu nggak, selingkuh itu berarti mengkhianati orang yang memercayaimu sungguh-sungguh. Mengecewakan orang yang memercayakan tempat spesial untuk kamu di hatinya. Yang mengira bisa bersama-sama denganmu selamanya. Yang begitu naifnya berpikir kalo kamu nggak akan pernah nyakiti perasaannya." [Isadora] - h. 128
"Micin adalah obat patah hati yang ampuh." [Isadora] - h. 136
"Tergantung, lo kepengen perbedaan kita jadi daya tarik atau malah alasan buat menjauh dari satu sama lain?" [Jordi] - h. 226
"Lo tahu nggak, selain kata-kata, menunggu adalah pertanda cinta dan kesabaran. Semua orang bisa seenaknya bilang 'aku cinta kamu', Is. Tapi seberapa banyak orang yang sabar menunggu dan terus membuktikan kesabarannya?" [Jordi] - h. 231
"Cinta baru itu kayak masuk ke negara asing tanpa buku panduan. Adalah sesuatu yang natural bagi manusia untuk merasakan ketakutan atas hal-hal yang nggak kita ketahui." [Arik] - h. 248

P. S. This book for adult only. For underage, sorry, you must hold your feeling to Jordi.


September 25, 2018

[Book Review] Contract Partner - Mrs. Mathrange

Judul: Contract Partner
Penulis: Mrs. Mathrange
Halaman: 368 halaman
Genre: Romance Dewasa (17+)
Tahun: Juni, 2018
Penerbit: Roro Raya Sejahtera
ISBN: 9786025129049
Harga: IDR 86.000 (P. Jawa)
Rate: ★★★½




"Apa Nona tahu? Terkadang Tuhan memberi sedikit 'petunjuk' terhadap pengikutnya untuk menentukan pilihan yang akan menjadi takdirnya. Meskipun orang itu butuh waktu lama untuk menyadari apa yang menjadi 'petunjuk'-nya." [Tuan Coleman] - h. 67


B l u r b :

MUNGKIN SUATU HARI NANTI KAU AKAN MENGERTI,
KALAU HATI TIDAK DICIPTAKAN UNTUK MENGHANCURKAN HATI ORANG LAIN.

Benar-benar sulit dipercaya, seorang CEO tampan dan muda seperti Julian Reed melamar Jane Fisher, salah satu pegawai di perusahaannya. Sayangnya, ini sungguh berbeda dengan plot cerita romantis yang selama ini dia dengar dan baca. Malah, ketika dilamar, Jane merasa itu adalah kali pertama bosnya itu berbicara padanya. Kejadiannya pun sangat cepat dan blak-blakan. Di ruang kerjanya, Julian menyodorkan sebuah amplop cokelat berisi dokumen ke arah Jane. Perempuan itu benar-benar terkejut ketika membaca tulisan bold di halaman pertamanya.

KONTRAK PERNIKAHAN
ANTARA JULIAN REED DAN JANE FISHER

Meskipun terasa ganjil, Jane akhirnya mengambil risiko dengan menandatanganinya. Sesuatu yang belakangan dia sesali ketika akhirnya tahu alasan sebenarnya Julian mau menikahinya....


S t o r y l i n e :

Julian Reed, seorang CEO yang 'kejam' karena tidak mau menolerir kesalahan sekecil apa pun yang dilakukan karyawannya. Julian hampir-hampir tak pernah berkomunikasi secara langsung dengan para karyawannya, namun jika sekali saja dia memanggil karyawannya ke ruangannya, itu berarti mimpi buruk bagi si karyawan. Tidak satu pun yang keluar dari ruangan Julian akan selamat, alias berakhir dengan pemecatan.

Suatu hari Jane yang terkenal sebagai karyawan teladan tiba-tiba dipanggil oleh Julian ke ruangannya. Mulanya Jane mengira jika dia akan dipecat, namun rupanya Julian malah menyodorkan sebuah amplop berisi kontrak pernikahan antara dirinya dan Jane. Julian hanya memberi Jane waktu satu minggu untuk memikirkannya.

Jane hendak menolaknya, tapi Tuan Coleman, asisten pribadi Julian berhasil membuat Jane mengubah keputusannya. Sikap Julian yang selama ini dikenal dingin pun melunak, pria itu bersikap seolah-olah dia sangat menginginkan Jane. Akhirnya, Jane pun menyetujui kontrak tersebut dengan menambahkan poin di dalamnya.

Pernikahan Julian dan Jane berlangsung dengan lancar meski ada sebuah insiden yang terjadi pada saat pemberkatan. Akan tetapi, malam setelah acara pesta pernikahan mereka usai, sikap Julian langsung berubah. Yang semula hangat dan penuh kejutan menjadi dingin seolah-olah Jane hanya angin lalu.

Tentu saja sikap Julian ini membingungkan Jane. Jane berusaha mencari tahu, bahkan melakukan segala sesuatu demi mendapatkan sedikit perhatian dari Julian. Bagi Jane, tak apa Julian memperlakukannya dengan dingin asalkan dia tetap bisa berada di sisi Julian dan melihatnya setiap hari. Walau sempat beberapa kali hendak menyerah, ketelatenan Jane membuahkan hasil. Sikap Julian pelan-pelan berubah menjadi manis, bahkan Julian mengajak Jane berbulan madu ke Bali.

Namun siapa sangka, di saat Jane mengira bila semua usahanya mendapatkan hati Julian benar-benar berhasil, seseorang datang ke tengah-tengah mereka. Seseorang yang membuat Jane menyesali semua yang telah dia lakukan.


K a r a k t e r :

Julian Matthew Reed ↠↠ Seorang CEO tempat Jane bekerja. Terkenal kejam karena tidak mentolerir kesalahan sekecil apa pun yang dilakukan oleh karyawannya.

Jane Rosalie Fisher ↠↠ Karyawan yang tidak pernah melakukan kesalahan sekecil apa pun. Jane ini pekerja keras dan juga cerdas.

Emily ↠↠ Sahabat Jane. Dulu mereka tinggal bersama, namun semenjak Emily menikah, mereka berpisah.

Robert Coleman ↠↠ Asisten pribadi Julian.




"Jadi, aku pria pertama yang dekat denganmu?" tanya Julian.
Jane mengangguk.
Tuan Reed memeluk Jane dengan erat. "Jika seperti itu, jangan berikan pelukanmu, ciumanmu, dan yang lainnya kepada orang lain. Semua itu milikku," ucap Tuan Reed.
- h. 137 
Huahhhhh!!! Rasanya aku pengin lempar buku ini setelah selesai baca. Sumpah bikin emosi sampe pengin gigit bantal. Eits, jangan salah, bukan karena buku ini jelek atau mengecewakan, tapi ... sumpah bikin kezel abis! Awalnya aku mengira kalau buku ini menceritakan tentang pernikahan kontrak antara Julian dan Jane yang pada akhirnya berujung manis: they fall in love with each other, but ... arrrgghhhh!!! *jambak rambut*

Jujur aku nggak suka sama Julian. Entahlah, aku ngerasa ada ketimpangan karakter si Julian ini. Sebagai CEO dia kejam, tapi di sisi lain dia itu cepat berubah. Dingin-sweet-dingin lagi-sweet lagi, kayak AC aja yang suhunya gampang dinaik-turunkan hanya dengan pencet remot. Julian ini entah memang bermuka banyak atau jago pura-pura. Um, lebih tepatnya Julian ini sebetulnya licik dan cerdik. Tapi, hati-hati kalau dia sedang dalam mode sweet, bisa bikin klepek-klepek beneran. Yup, aku sempat terlena loh sama Julian mode sweet.

Lalu Jane, aku juga nggak terlalu suka dengan karakternya Jane. Jane itu ... gimana ya? Semacam masokis lah! Habisnya meski Julian bersikap dingin dan tidak menganggapnya, Jane tetap berharap pada Julian. Bahkan ketika Jane tahu alasan utama mengapa Julian menikahinya, dia memilih diam. Silent is gold, babe. But your silence is hell! Menurutku Jane ini terlalu percaya dengan hal-hal yang 'kurang' realistis. Hey, Jane, kisah dalam novel-novel yang kamu baca itu memang indah, tapi itu nggak nyata, Sayang.... Tapi di samping itu aku suka dengan kecerdasannya. Yah, walau di akhir segala kecerdasan serta usaha yang selama ini dilakukannya berujung sia-sia. Duh, Jane ... aku kasihan banget sama kamu. You don't deserve the fucking Julian Reed!





Hm, sebetulnya aku suka sama ceritanya. Cukup seru walau beberapa plot ada yang bolong. Misalnya kontrak pernikahan yang bagiku gaje, isinya apaan sih? Entahlah yang pasti aku butuh sekuel dari buku ini. Masih banyak hal-hal ganjil yang jadi pertanyaanku, yang sampai halaman terakhir aku nggak nemu jawabannya. Terutama di Julian sih, dia itu sebetulnya gimana sih? Perubahan sikapnya cenderung tanpa alasan yang jelas, it's like 'suka-suka gue'. Oh ya, terus Tuan Coleman juga berasa menjerumuskan Jane loh! Karena dia Jane mempertimbangkan niat untuk menerima kontrak itu, tapi kok nyatanya yang dibilang Tuan Coleman malah berbalik 180 derajat?

Setting waktunya aku perkirakan akhir 1999 atau awal 2000-an karena ponsel yang digunakan Jane adalah Nokia 8210. Bertempat di Manhattan, namun aku kurang merasakan 'Manhattan' di sini. Bahasa yang digunakan bahasa baku dengan POV orang ketiga.

Terus beberapa poin juga perlu diperbaiki, seperti ketika Jane membeli buku. Disebutkan kalau buku yang dibeli Jane bersegel plastik. Hm, setahuku buku-buku yang dijual di sana nggak ada segelnya loh, beda kayak di Indonesia yang memang disegel untuk menghindari orang-orang yang suka numpang baca tanpa beli. 

Beberapa persepsi juga perlu dibenahi, misalnya kata acuh. Acuh menurut KBBI artinya adalah mengindahkan, memperhatikan. Dan dalam buku ini banyak kata acuh yang diartikan abai. Typo masih ada meski sedikit, layout penggalan katanya juga lumayan banyak yang salah tempat. Tapi tenang aja, buku ini enak dibaca kok. Penulisannya rapi dan ceritanya cukup asyik kalau mengabaikan poin-poin yang kusebutkan tadi.

Andai aja semuanya jelas dan nggak cliffhanger, aku bisa kasih ★★★★☆ bahkan lebih untuk buku ini.


Orang yang tetap mencintai dikala cintanya tak berbalas adalah orang paling lemah di dunia. - h. 205

August 15, 2018

[Blog Tour] Remuk Redam - Christian Simamora - Review+Photo Challenge



Judul: Remuk Redam
Penulis: Christian Simamora
Halaman: 376 halaman
Genre: Novel Dewasa (21+)
Tahun: Maret, 2018
Penerbit: Roro Raya Sejahtera
ISBN: 9786025129001
Rate: ★★★★☆

"Men are basically dogs. You have to train them, so that they can love you properly." - h. 21

Blurb:

Jatuh cinta itu gampang.
Kau bahkan tak perlu alasan untuk merasakannya di dalam dirimu.
Menghangatkan jantungmu. Membuatmu tersipu.

Sedangkan mencintai, itu perkara yang lain lagi.
Kau dituntut untuk beradaptasi dan memahami. Berkorban dan mengampuni.
Dan setelah semuanya dilakukan pun, belum tentu juga cintamu akan berbuah baik.
Seringnya, kau kembali sendirian dan merasa jauh lebih buruk daripada sebelumnya.

Jadi, pesanku: jatuh cintalah... tapi jangan kau sampai mencintainya.
Kau mungkin jauh lebih bahagia.


Storyline:

Olivia tengah dilanda kekhawatiran karena butik miliknya, Gentleman 1995, terancam bangkrut karena jumlah omzet yang kian menurun. Yup! Satu-satunya butik kesayangan Olivia itu bak hidup tak mampu, mati pun ogah. Lalu Fendy, cowok non-straight yang disebut Olivia sebagai sahabat sehidup setengah mati menyarankan Olivia untuk menutup butiknya.
"Kalo keadaan ini berlanjut dan semakin parah, gue pastiin butik yang sangat lo cintai ini akan balik membebani lo dengan jerat utang." - Fendy [- h. 11]
Hell, no! Tentu saja Olivia menolak ide itu. Butik itu adalah hasil kerja keras sekaligus kebanggannya, nggak mungkin dong Olivia bersedia menyerah gitu aja. Singkat cerita, obrolan demi obrolan membawa mereka menemukan satu solusi yang paling memungkinkan untuk dijalankan saat ini. Yep, menyewa seorang influencer sebagai endorse. But, but, but ...yang namanya menyewa itu jelas butuh duit lah, sementara Olivia hanya bisa megap-megap ketika Fendy memberitahu tarif para influencer. Mereka kembali cas-cis-cus sampai akhirnya terceletuk sebuah ide di benak Olivia, yaitu memacari salah satu influencer dan memintanya untuk meng-endorse barang dagangannya. Jatuhlah pilihan Olivia kepada Mahir Siregar. Namun saat Olivia menghadiri MagCon dengan maksud untuk menarik perhatian Mahir, yang Olivia dapat malah Lucas Wolff a.k.a vokalis Expectation a.k.a sohibnya Mahir. 

Olivia langsung ilfil di pertemuan pertama mereka karena penampilan Luc mengingatkannya pada mantannya yang brengsek part ultimate~sumpah mantannya ini brengsek abis, nanti kalian baca sendiri deh, nggak seru kalau diceritain di sini juga. Sementara Luc merasa tertantang karena seberapa keras dia flirting ke Olivia, cewek itu benar-benar nggak merasa tertarik dengan pesona bad boy-nya. Iya, bad boy: badan penuh tato, vokalis band rock. But he's damn sexy. Heck!

Luc bersikeras mengejar dengan berbagai cara dan Olivia pun memberi 'kesempatan' dengan segudang risiko. Hubungan mereka berjalan 'tipu-tipu' karena sebetulnya ada alasan lain yang mendasari. Sayangnya Luc dan Olivia akhirnya malah terjerat dalam hubungan 'tipu-tipu' mereka. Saat segalanya terungkap, mereka marah, mereka berpisah, namun hati mereka sama-sama menangis. Hiks :(

Sad ending dong?
Enggaklah, mana mungkin Babang tega mematahkan hati para pembacanya. Ya, nggak? 


Love doesn't guarantee happiness.
Jadi, jatuh cintalah..., pesan Olivia untuk dirinya sendiri, tapi jangan tergoda untuk mencintainya.
Jaga baik-baik hatimu.
- h. 68


Karakter:

Nothing's wrong with characters here. Aku suka gaya Olivia yang bisa menjaga perasaannya, nggak mengumbar klepek-klepek kek drama queen. Cewek perlu punya harga diri juga lah. Sedikit gengsi dan jual mahal itu perlu~pake banget! Karakter Luc juga feels so real. Yeah, cowok kalau udah kadung jatuh cinta, apa pun dilakukan, termasuk mengorbankan harga diri. Anything to get her heart, right?


What are we doing, Luc? We're not in a relationship but we act like we are exclusive. - h. 232

Penulisan:

Alah-alah, seperti biasanya, tulisan Babang nggak pernah bikin aku bosen waktu baca. Bahasa, setting, dan topiknya kekinian banget, so nggak perlu lah kita mikir keras buat berimajinasi. Malah semua itu bikin kita gampang masuk ke dalam buku ini~dan ogah keluar karena kecantol Luc. Lol๐Ÿ˜˜ Btw buku ini aku habisin dalam sekali duduk loh. I swear to Dick Butt! ~click if you wanna know what it was :D and don't laugh please.... Aha! Di buku ini juga ada nyerempet-nyerempet soal itu kok. Siap-siap nyengir kuda yak!


Scene favorit↠ Waktu ngomongin soal cukuran itu. Sumpah ngakak sampe nangis aku๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…๐Ÿ˜… Nggak bisa bayangin deh pokoknya.


"I'm tired of this game. I don't want to play it anymore. Hearts aren't toys and our feelings aren't playgrounds." - h. 342


Akan tiba saatnya ketika lirik lagu yang sedang kamu dengarkan seperti ditulis khusus untukmu. - h. 155

Well, buku ini seru banget menurutku. Dengan storyline yang ringan dan tokoh-tokoh yang hm~ interesting, buku ini sayang banget buat dilewatin gitu aja. Seperti biasa, suguhan ceritanya seksi, so wajib siapin kipas ya. Arrrggh, bayangin Luc aja udah bikin keringetan nih! Oh ya, aku nggak nyangka lho, kalau lagu-lagu yang dinyanyiin Luc ternyata ada juga di favorite playlist-ku. Seperti All My Life-nya K-Ci & Jojo, tapi aku punyanya yang versi Shayne Ward, wkwk. Terus Jessie's Girl-nya Rick Springfield, nah yang ini aku punyanya versi Glee yang dinyanyiin mendiang Cory Monteith. Yang ngikutin Glee pasti taulah :3 Di halaman awal juga udah disuguhin playlist yang entah kebetulan atau enggak, aku juga suka, misalnya: That's Not My Name (The Tings Tings), I Believe in a Thing Called Love (The Darkness), Still Into You (Paramore), I Love Loving You (The Vamps), Bed of Roses (Bon Jovi), I Miss You (Blink 182), She Will Be Loved (Maroon 5), Marry Me (Train).

Jujur sebagai penggemar bad boy, aku suka pake banget sama buku ini. Babang berhasil menciptakan my boyfie a.k.a Luc sesuai dengan apa yang ada di imajinasiku. Bad, dangerous, but sweet. Ceritanya yang ringan dengan ending yang nggak muluk-muluk a.k.a ngalir, bisa banget buat refreshing, haghaghaghag!

Fyi → Waktu baca aku bayangin Luc itu Jamie Campbell Bower, vokalisnya Counterfeit. Mungkin agak kekurusan ya? But dunno when I read this, Jamie's face popped up in my head. Lol.



♫ 'I saw a girl with the most beautiful eyes that I've ever known. 
I saw a girl and then forgot how to look away.' ♬

♫ 'I saw a girl then thought, she would make me down to my knees.
I also thought, why the hell not?
I would be more than glad to let her ruin my world completely.' ♬

♫ 'I want to kiss her until she forgets herself completely.
Kiss her crazy, kiss her stupid.
And when I ask for her name and she doesn't answer,
that's the sign to kiss her more.' ♬


Itu lagunya siapa sih?
Hm, itu lagu yang diciptain Luc spesial buat Olivia.
Not just hot, he's so damn romantic! Aw!!!!
So, are you guys ready to rock with Luc?


"There are four things I want to tell you, Luv:
that I love you
I deeply care for you
I will always be faithful to you
and now... I want to marry you."


Photo Challenge:




Don't miss the GIVEAWAY on my next post. Thank you! x

July 10, 2018

[Book Review] Midnight Prince - Titi Sanaria

Judul: Midnight Prince
Penulis: Titi Sanaria
Halaman: 267 halaman
Genre: Novel Dewasa (18+)
Tahun: 2018
Penerbit: Elex Media Komputindo
ISBN: 9786020457833, 9786020457834 (Digital)
Rate: ★★★☆☆


Bicara tentang hati adalah bicara tentang ketidakpastian, keraguan, pengandaian, dan harapan. Semua yang kepalamu bisa jelaskan secara logis per poin, akan dibantah hati dengan jawaban yang jauh lebih panjang. - h. 240

Sebetulnya buku ini nggak ada di reading list-ku. Cuma karena buku ini kapan hari hype banget di IG, terus ada beberapa teman yang ngerekomendasiin, jadilah aku akhirnya baca [via GD].

Oke, Midnight Prince ini menceritakan tentang Mika yang berprofesi sebagai seorang dokter. Sebagai seorang dokter, Mika bisa dibilang cukup sibuk. Yep, dia bekerja di dua tempat sekaligus [masing-masing di klinik dan rumah sakit] demi menutup kebutuhan sehari-hari dan mengejar pendidikan spesialisnya. Nah, tempat favorit Mika nongkrong ini adalah di atap rumah sakit tempat dia bekerja. Suatu hari seorang pria bernama Rajata menyapanya di atap itu, yang menjadi awal mula terkuaknya masa lalu dan menjadi jalan penentu masa depan Mika.

"Setiap pasangan punya kisahnya sendiri. Dan nggak seharusnya kisah pasangan lain menjadi batu sandungan untuk kisahku dengan perempuan itu." - Rajata [- h. 244]

Well, aku hampir nggak nemuin 'minus' dalam buku ini [bukan berarti aku cari-cari minusnya doang lho!]. Memang di bab pertama, beberapa paragraf sarat akan kata 'Aku' sebagai POV pertama, alias kurang kata sambung. Sumpah, banyak banget 'Aku'-nya. Tapi syukurnya itu cuma di awal aja, selanjutnya enggak. Latar belakang rumah sakit maupun pengetahuan medis dalam buku ini nggak usah diragukan karena yang aku tahu Kak Titi sendiri adalah seorang dokter, jadi semua yang berhubungan dengan semua itu terasa gamblang banget dalam buku ini.

"Tapi ada hal yang nggak bisa diubah dan hanya perlu diterima. Masa lalu salah satu di antaranya." - Rajata [- h. 259]

Kalau soal alur ceritanya, aku suka meski nggak suka banget. Hehe.... Alurnya cepet dan fokus, nggak bertele-tele. Ide ceritanya menarik, konflik di masa lalu yang menyangkut-nyangkut keluarga. Terus bahasa yang dipakai cocok banget dengan profesi para tokohnya. Karena terakhir aku baca novel dengan profesi dokter, aku tepok jidat berkali-kali karena bahasanya kasar banget dan terkesan nggak berpendidikan. Tapi Mika, Rajata, dkk ini bisa menunjukkan 'siapa mereka' dengan cara bicaranya. Tokoh-tokohnya juga oke walau aku nggak punya tokoh favorit di sini. Mika menurutku over-reacted waktu tahu identitas Rajata yang sebenarnya. Banyak yang jatuh cinta sama Rajata, tapi aku enggak, hehe.... He's not my type :) [sorry]

Oh ya, aku nemu nama Mita nyempil di - h. 124 dan - h. 158. Mita ini siapa sih? -_-

Buku ini adalah buku kedua dari Kak Titi Sanaria yang aku baca. Sebelumnya aku pernah baca bukunya Kak Titi yang judulnya Janji Yang Retak. Tbh, bukannya jelek, sekali lagi aku tegaskan ya, BUKANNYA JELEK, tapi sorry gaya nulisnya Kak Titi is not my cup of milkshake. Kalau yang ini nggak bisa dipaksain ya, karena ini selera.

Covernya? Aku suka bangettttt!๐Ÿ’•

So, kalau kalian tanya apa aku bakal baca buku Kak Titi yang lain? Maybe someday๐Ÿ˜Š

June 16, 2018

[Book Review] Light in a Maze - Citra Novy

[re-share from Goodreads: Sandra Bianca]

Judul: Light in a Maze
Penulis: Citra Novy
Halaman: 246 halaman
Genre: Romance Dewasa (17+) tapi di depan label Young Adult
Tahun: Februari 2018
Penerbit: Grasindo
ISBN: 97860245280889
Rate: ★★★☆☆


"Mungkin, terkadang kita harus egois agar bisa bahagia." - h. 131

First of all, aku mau bilang kalau sebetulnya aku suka sama ceritanya. Tapi beberapa scene yang nggak masuk akal bikin buku ini jadi 'cacat'. Oke, mumpung aku lagi rajin ngetik, aku bakalan bahas satu per satu.

S t o r y l i n e :
Sanya Pratham, seorang wanita yang [menurutku] enggak banget. Hobinya cuma ngabisin duit bokapnya. Sampai suatu hari bokapnya meninggal dan Sanya bingung apa yang kelak akan dia lakukan dengan hidupnya. Secara, duit, dll, masih nodong bokapnya. Fyi: Sanya ini nggak mau kerja, pokoknya nodong, nodong, dan nodong.

Wasiat yang ditinggalkan bokap Sanya menyatakan kalau Sanya harus menikah dengan Alden Abhigyan, selaku tangan kanan bokap Sanya, untuk mendapat hak warisannya. Oh ya, pernikahan ini berlaku enam bulan ya, setelah enam bulan baru Sanya boleh menggugat cerai Alden. Sanya mulanya ogah lah, dia benci setengah mampus sama Alden karena Alden itu tersangka utama pembunuh ayahnya, namun dinyatakan tak bersalah. Selain itu, sebelumnya Sanya juga pada dasarnya udah nggak suka sama Alden. Tapi karena nggak punya pilihan, Sanya akhirnya setuju untuk menikah dengan Alden.

Sehari setelah pernikahannya, Sanya mengalami kecelakaan yang membuatnya menderita retrograde amnesia, yaitu melemahnya kemampuan untuk mengingat kejadian atau informasi yang sudah lalu. Jadi bukan sama sekali nggak ingat macem ToMingSe ya, orang yang menderita retrograde amnesia ini [biasanya] masih bisa mengingat namanya, dia juga masih bisa merasakan kalau ada yang luput/hilang dari ingatannya, cuma dia nggak mampu mengingat sesuatu yang hilang itu.

Nah, mulai dari sini cerita Sanya dan Alden dimulai. Alden yang statusnya sebagai suami Sanya memboyong Sanya untuk tinggal bersamanya, di apartemennya. Sanya yang nggak ingat soal pernikahan itu oke-oke aja, bahkan dia berusaha keras untuk menjadi seorang istri yang baik bagi Alden yang super duper cuek.

Cinta tumbuh karena terbiasa. Alden yang mulanya ogah-ogahan, hatinya mulai terjerat oleh sikap Sanya. Sanya yang sekarang, sangat kontras dengan Sanya yang dulu. Tak dapat dipungkiri Alden pun merasa bahagia, namun juga takut. Takut jika suatu hari nanti ingatan Sanya kembali, kebahagiaannya akan turut berakhir.

Dan memang itu yang terjadi. Saat Sanya mengingat segalanya, Sanya memutuskan untuk meninggalkan Alden. Bukan karena Sanya tidak mencintai Alden, namun Sanya masih menganggap bila Alden adalah orang yang ngebunuh bokapnya. Sementara Alden nggak bisa mencegah Sanya pergi karena Alden tidak memiliki alasan untuk menahan Sanya. Jadi intinya mereka saling cinta, tapi harus berpisah. Hiks.... :(

inikah akhir kisah mereka?
Enggak kok.... Sanya akhirnya kembali pada Alden setelah mengetahui jika memang bukan Alden yang ngebunuh bokapnya.

Scene yang bikin aku tepok jidat berkali-kali:
1. Sanya kabur waktu pesta pernikahannya.
Ini seriusan bisa kabur seenak udel?
Logikanya ~> Pesta pernikahan Sanya dan Alden itu mewah banget, yang datang berjibun, dan dalam bayanganku gaunnya mewah dong. Nah, apa iya dengan penampilan seperti itu Sanya bisa kabur, menyelinap di antara para tamu dengan mudah? Masak nggak ada yang nyegat gitu? Pengantin itu pusat perhatian lho, apalagi ini pengantin wanita.

2. Alden yang mengambil alih ruangan CCTV seenak udel.
Memang bisa? Andaikan dia itu bosnya sekalipun, nggak bisa gitu. Emang ruangannya nggak ada petugasnya?

3. Adegan gendong-gendongan Sanya dan bokapnya.
Ini bukannya nggak mungkin. CUMA, Sanya waktu itu udah SMA, dan meski diceritakan tubuh Sanya kecil, bukan berarti bisa digendong-gendong ala anak TK dong, mana habis gitu didudukin di tepian tempat tidur. Bisa bayangin gak ada bapak-bapak gendong anaknya yang udah SMA yang baru aja pulang les terus didudukin di tepian tempat tidur? Mana di sini [narasinya] Sanya disebut gadis kecil. Demi clarinet Squidward, Sanya udah SMA lho, masih disebut gadis kecil.

4. Ketika Sanya kecelakaan.
Di sini diceritakan kalau mobil yang Sanya kendarai memanjat pembatas jalan dan sempat terguling sekali, namun Sanya tidak kenapa-kenapa. Sanya nggak menderita patah tulang atau minimal dislokasi tulang atau keseleo, cuma kepalanya aja yang terbentur keras sampe mengakibatkan Sanya amnesia. Hmmm.... Is that possible? Maybe, if she is a Wonder Woman!
Soal ini aku sampai tanya ke beberapa orang lho. "Eh, mungkin gak kalau blaaaa.... blaaaa..." dan mereka semua jawabnya "Enggak mungkin lah, apalagi sampai terguling." Lagian badan cewek itu lebih gampang 'tergoncang' daripada cowok, badan cewek nggak sekuat cowok.

5. Ketika Sanya sadar dari komanya.
Sanya koma selama kurang lebih tiga minggu. Oke, bisa diterima. Tapi di hari yang sama setelah sadar, dia bisa langsung duduk? Ew *rolling eyes* Demi ubur-ubur, Sanya ini cuma berbaring di posisi yang sama selama tiga minggu, lho! Badan perlu menyesuaikan diri setelah sadar. Biasanya si pasien bakal disuruh kedip-kedip, gerakin jari dulu, ngangkat tangan, ngangguk, pokoknya gerakan yang ringan. Apalagi ini sama dokternya langsung ditanyain dan Sanya bisa jawab. Demi celana dalam Neptunus, tenggorokan nggak dipake selama tiga minggu itu kakunya kek apa coba? [Ini aku udah konfirm ke beberapa teman yang berprofesi sebagai dokter dan perawat ya] Mana habis gitu langsung boleh pulang pula. What the naniiii?

L a b e l :
Halo, ini sudah kesekian kalinya aku baca buku dari penerbit ini dengan label YA dan isinya adult. Hm, apalagi dalam buku ini dan buku-buku yang pernah aku baca sebelumnya ada adegan ehem-ehemnya. Sorry numpang tanya, apakah YA ini label tertinggi yang dimiliki penerbit ini? Bukannya membandingkan, kalau di penerbit lain, buku seperti ini udah dapat label amore atau adult.

P e n u l i s a n :
Beberapa kalimat bikin aku bertanya-tanya; ini editornya ngantuk?
Contohnya:
- h. 8
"Bibi merawatmu dari sebesar ini." ~> Ada yang bisa jelaskan maksudnya?
- h. 26
"Apa yang ada dalam kepala cantikmu sebenarnya?" ~> Kepala cantik? Hm, kok berasa nggak pas ya.
- h. 31 ....makhluk bernama Mama.... ~> Setahuku Mama itu panggilan/sebutan, bukan nama.


Anggap aja semua di atas itu kekurangannya, sekarang pindah ke kelebihannya.
Jadi seperti yang sudah aku bilang tadi, secara keseluruhan aku suka sama ceritanya. Scene pancing-pancingan Sanya dan Alden supaya mau ehem-ehem ngena banget feel-nya. Terus kisah mereka selama bersama juga berhasil bikin aku senyum-senyum sendiri. Sweet lho mereka berdua ini. Alden yang mulanya nggak peka jadi takut kehilangan. Aku juga suka dengan perubahan sifat Sanya dari yang enggak banget jadi oke banget, meski akhirnya Sanya ingat masa lalunya, dia tetap jadi dirinya yang sekarang. Pokoknya aku suka ceritanya setelah Sanya amnesia.

Pesan moral yang aku dapat dari buku ini adalah tentang memaafkan. Bagaimana Sanya akhirnya mencoba untuk maafin nyokapnya yang doyan bawa pria lain ke rumah, yang nggak peduli terhadap anak-anak dan suaminya.... Modya, adik Sanya, yang mulanya berkeras hati akhirnya mendatangi kediaman Alden dan Sanya sebagai wujud bila dirinya sudah memaafkan sifat-sifat jelek kakaknya di masa lalu.

April 21, 2018

[Book Review] Love, Again - Nathalia Theodora

Judul: Love, Again
Penulis: Nathalia Theodora
Halaman: 232 halaman
Genre: Young Adult (tapi menurutku lebih cocok Adult)
Tahun: Februari, 2018
Penerbit: Grasindo
ISBN: 9786024528096
Rate: ★★★★☆


"That's love, Rich. And I think you're really lucky. To be able to fall in love with someone, and be with the one whom you love, that are the most beautiful things in the world. You should treasure it." - h. 179

Okay, my expecting is too high—myb?
Jadi gini, waktu baca blurb-nya aku sangat tertarik dan berharap isinya akan mengaduk-aduk emosi. Tapi ternyata enggak, meski secara keseluruhan fine-fine aja. Nggak ada yang salah kok dengan buku ini, at some points, they win my heart❤

Singkatnya buku ini menceritakan tentang Bianca yang kecewa karena Nadine, sahabatnya, dihamili oleh Evan, tunangannya sendiri. Bianca kemudian memilih pergi ke Jakarta, dan di situlah ia bertemu dengan Richie, seorang vokalis band yang playboy.

Poin yang aku suka dari buku ini:
๐Ÿ’• Anak band. Di sini feel-nya kerasa banget. Seperti cara bercandanya, omongannya yang cenderung serampangan. Terus setiap anggota punya karakter yang kuat, sesuai dengan posisinya dalam band. I love it!❤

๐Ÿ’• POV 3. Kenapa aku suka penulisan pov 3 di sini? Karena enak dibaca. Nggak banyak menggunakan kata ganti ia/dia yang kalau dalam bahasa bisa ambigu karena tidak ada aturan khusus yang membedakan seperti dalam bahasa Inggris (she/he).

๐Ÿ’• Karakter favorit: Damian. Misterius banget, punya masa lalu kelam.

๐Ÿ’• Richie. Aku suka sama karakter badboy, termasuk si Richie ini. Badboy tapi ngocol banget. Meski sedikit narsis, over pede, agak-agak mirip sama karakter Jace๐Ÿ˜†


Sayang buku ini kurang bisa mempermainkan emosi. Padahal dengan alur cerita yang demikian, seharusnya bisa lebih 'jleb'.

But thats okay! Semua punya kekurangan dan kelebihan. Yang suka sama badboy ala-ala anak band, buku ini bisa dimasukin ke WL kalian๐Ÿ˜†. Guyonannya serampangan banget, ricuh dah๐Ÿ˜

April 20, 2018

[Book Review] Sweetly Broken - Dadan Erlangga

Judul: Sweetly Broken
Penulis: Dadan Erlangga
Halaman: 256 halaman
Genre: Metropop (21+)
Tahun: Februari, 2018
Penerbit: GPU
ISBN: 9786020381961
Harga: IDR 63.000 (P. Jawa)
Rate: ★★★★☆




Tanpa cinta hidup terasa lebih mudah, tapi sayangnya tidak indah. - h. 5


B l u r b :

Pengalaman patah hati hingga berdarah-darah, membuat Lara Doris Hartono menutup hati dan menetapkan aturan konyol saat bertemu pria tampan; bersikap dingin dan tak pedulu serta jangan pernah menunjukkan kekaguman dan ketertarikan sedikit pun.

Namun, saat pertama kali bertemu Dias Adji Nugroho, Lara nyaris melanggar aturan tersebut. Padahal, ia pernah bersumpah akan menghajar pria itu karena tayangan di akun Instagram Dias yang menjelek-jelekkan wedding organizer milik Lara. Sekuat apa pun mengelak, Lara mendapati dirinya luluh dalam dekapan kokoh pria itu.

Ketika Lara sedang menikmati kebahagiaan bersama Dias, seseorang dari masa lalunya muncul. Aryoza Megantara, mantan terindah semasa SMA yang tak pernah benar-benar meninggalkan sudut hatinya.

Untuk kali ini saja, Lara tergoda untuk meraih kembali apa yang pernah hilang dari masa lalunya bersama Yoza. Namun, apakah itu sepadan jika harga yang akan ia bayar adalah kehilangan Dias untuk selamanya...?




"Selalu ada kesempatan kedua buat cowok ganteng." - h. 23

S t o r y l i n e :

Lara tengah dirundung patah hati karena pria yang selama ini menjalin hubungan dengannya, tiba-tiba menghilang dan memutuskan untuk menikah dengan perempuan lain. Tak mau terus tenggelam dalam kesedihannya, ia memutuskan untuk menyibukkan diri pada pekerjaannya sebagai pemilik wedding organizer. Baru saja ia hendak memulainya saat melihat tayangan Instastory yang menjelek-jelekkan WO miliknya. Lara kesal setengah mati, bersumpah akan membunuh pria itu jika suatu hari mereka diizinkan bertemu.

Lain di mulut, lain di hati.
Tanpa sengaja Lara bertemu pria itu, Dias, di pesta ulang tahun Zaky. Bukannya marah, Lara malah tak berkutik di hadapan Dias. Lara berusaha menepis perasaan yang menghinggapinya, namun lagi-lagi Dias menjadi penyelamatnya saat di jalan ia diadang oleh dua pria bertubuh besar yang ditemuinya di klab malam tadi. Lara lari ketakutan, namun saat Dias menarik tangannya, ia menangis dalam pelukan Dias❤

Hubungan Lara dan Dias semakin dekat. Mereka mulai sering bertemu dan Dias juga mulai suka nginep di tempatnya Lara. Sampai suatu hari Clara, sepupu Monik (teman semasa sekolah Lara) memutuskan untuk memakai jasa Cherish Wedding untuk pesta pernikahannya. Dan saat Lara membaca form yang diserahkan oleh Clara, Lara terbelalak ketika melihat nama Aryoza Megantara sebagai calon mempelai pria Clara.
Ada berapa orang yang memiliki nama itu? Lara hanya berharap bila Yoza itu bukanlah Yoza-nya.

Di saat lagi seneng-senengnya sama Dias, Yoza balik lagi ke kehidupan Lara. Membuat Lara terlena dalam kenangan manis yang pernah diukirnya bersana Yoza, cinta semasa sekolah yang selama ini masih bersemayam di bawah alam sadarnya. Lara pun mulai tak mengacuhkan perhatian Dias karena sibuk baper dengan masa-masa indahnya bersama Yoza dulu.

Mantan atau gebetan?
Pilot atau selebgram?
Yang pasti keduanya sama-sama ganteng๐Ÿ˜Ž

Situasi yang sulit, ya?

Kesempurnaan itu ternyata bisa menjadi luka ketika ia mengkristal dalam wujud kenangan. Kesempurnaan yang takkan pernah bisa kuraih ulang, dan hanya mampu kukenang dengan air mata berlinang. - h. 109



Tema seperti ini sudah umum: hate to love, tapi setiap penulis punya caranya sendiri untuk membuat sesuatu yang sudah umum ini menjadi menarik. Contohnya buku ini, aku enjoy banget bacanya. Gaya berceritanya enak, jadi nggak bosen bacanya๐Ÿ˜ Keseharian Lara sebagai pemilik WO juga diceritakan dengan cukup mendetail tanpa membuat pembaca merasa sedang membaca deskripsi 'keseharian pemilik WO'.

Oh ya, novel ini penulisnya cowok ganteng lho! Tapi di sini si penulis bisa memosisikan dirinya sebagai Lara, yang notabene merupakan cewek tulen.... Ditambah lagi buku ini menggunkan pov orang pertama. Salut deh, bisa menjiwai seorang 'Lara' hingga sedalam ini.

Cerita berlatar belakang Bandung-Jakarta ini semakin ke belakang buku ini semakin menarik untuk dibaca. Emosi dalam ceritanya semakin ngena. And fyi banyak part yang bikin aku nempelin sticky note, I love it! Dari tema yang umum, bisa diolah menjadi sebuah cerita yang apik, cukup mempermainkan emosi pembacanya.

Awalnya aku udah siap-siap patah hati buat Dias, karena nyangka kalau Lara dan Dias nggak akan berakhir sesuai harapanku. Tapi rupanya ending cerita ini dikemas dengan apik dalam lembar-lembar terakhir.

Tapi sebetulnya aku ngerasa sedikit timpang mengenai kepadatan porsi cerita. Di awal-awal terkesan santai banget, lalu makin ke belakang makin berat. But that's okay! You win my heart. Aku suka diksinya yang terasa real dan nggak muluk-muluk.

"Mencintai seseorang tanpa bisa memilikinya memang menyakitkan. Namun, jauh lebih menyakitkan ketika kita memiliki seseorang yang mencintai orang lain." - h. 246