Showing posts with label contemporary romance. Show all posts
Showing posts with label contemporary romance. Show all posts

January 30, 2020

[Book Review] As Always, I Love... - Nureesh Vhalega

Judul: As Always, I Love...
Penulis: Nureesh Vhalega
Genre: City Lite
Rilis: 13 Januari, 2020
Tebal: 288 halaman
Bahasa: Indonesia
Penerbit: Elex Media Komputindo
ISBN: 9786230012259
Harga: IDR 75.000 (P. Jawa)
Rate: ★★★★☆


B l u r b :

Beberapa bulan menjelang pernikahannya, ayah Lyrrani Bestari meninggal. Dunianya runtuh, karena selama ini dia merasa hanya punya ayahnya dan Rayen, sahabatnya sejak masa SMA. Tidak hanya itu, beberapa masalah mulai bermunculan seiring persiapan pernikahannya. Sesosok orang yang hilang dari hidupnya empat belas tahun lalu, tiba-tiba kembali. Belum lagi, Juan, tunangannya, yang tetap sibuk dengan pekerjaannya di tengah persiapan pernikahan mereka.

Lyrra bersyukur punya Rayen yang dapat selalu ia andalkan di tengah semua permasalahan yang dihadapinya. Keduanya begitu dekat sampai semua orang di sekitar meragukan persahabatan mereka. “Kami cuma sahabat” sudah sering mereka lontarkan.

Apakah Rayen dapat membantu Lyrra melewati ini semua menuju pernikahannya? Ataukah Rayen akan menghancurkan semuanya … dengan menyatakan perasaan yang sesungguhnya?

*

Heartwarming. Itulah yang aku rasakan sewaktu membaca buku ini.
Pada bab-bab awal aku sudah disuguhi oleh sebuah interaksi yang hangat antara Lyrra dan ayahnya. Karena menurutku memiliki jadwal khusus bersama orangtua itu sudah menjadi sesuatu yang langka sekarang ini. Jangankan setiap hari Minggu, setahun sekali aja kadang sulit. Lalu juga hubungan Lyrra dan Rayen sebagai sahabat, yang bisa dibilang selalu ada satu sama lain. Sampai sini aku sudah siap terjebak dalam pusaran friend zone. Bisakah cowok dan cewek bersahabat selamanya tanpa ada rasa yang lebih dari sekadar sahabat? Well, ada kok. Karena aku punya sahabat cowok dan sampai sekarang masih setia jadi sahabatku. Tapi bagaimana dengan Lyrra dan Rayen?

Menjelang pernikahannya dengan Juan, memang banyak sekali masalah yang Lyrra hadapi. Mulai dari ayahnya yang tiba-tiba meninggal, sosok dari masa lalu yang tiba-tiba muncul, serta tak kalah penting dari semua itu adalah perasaannya sendiri. Dari awal aura yang aku rasakan udah gloomy ya, mencerminkan Lyrra banget. Bagaimana dia yang sudah terlanjur menerima lamaran Juan, sedangkan di sisi lain dia sadar jika perasaannya bukan untuk Juan. Lyrra hanya bingung dan enggan mengakui apa yang sebenarnya dirasakannya. Aku pikir, bagaimana cara penulis memunculkan konflik-konflik eksternal sebagai pendamping konflik batin si tokoh utama, bisa dibilang cantik. Kesannya natural. Bukan seperti sesuatu yang sengaja atau terpaksa untuk dimunculkan. Kalau biasanya tulisannya Nui terkesan diuber maling, kali ini nggak. Aku merasakan semuanya mengalir gitu aja. Dari awal dibangunnya konflik, puncak, sampai penyelesaiannya pun terasa apa adanya. 

Sudut pandang yang digunakan adalah sudut pandang orang pertama, yaitu Lyrra. Namun meski demikian, aku bisa dengan mudah memahami karakter-karakter lain yang ada di sini. Misalnya Rayen, Juan, dan kedua sahabat Lyrra lainnya. Karena masing-masing dari mereka memiliki karakter yang kuat, jadi nggak membingungkan. Satu dengan yang lain benar-benar memiliki karakter mereka sendiri.

Aku terenyuh dengan Lyrra yang merasa dibohongi oleh ayahnya, juga merasa berdosa karena seseorang yang selama ini dia benci malah bukan merupakan pihak yang bersalah. Lyrra memiliki luka, juga rasa kecewa. Semuanya itu dia simpan sendiri, sampai tanpa sadar menimbulkan ketakutan tersendiri baginya, termasuk meragukan cinta Juan. Yang aku rasakan, Lyrra ini memang betul-betul memiliki luka masa lalu yang tidak bisa dibilang sederhana.

Untuk keseluruhan ceritanya sendiri, serta ending-nya, aku udah bisa menebaknya. Aku juga nggak sampai speechless dengan twist yang disuguhkan. Namun berhubung cara penulis merangkai cerita, mulai dari latar belakang, konflik, dan penyelesaiannya terbilang cantik, aku yakin siapa pun yang membacanya akan bisa dengan mudah menikmati ceritanya. Memang ini bukanlah sebuah cerita yang bikin aku baper atau semacamnya, namun ini adalah karya paling matang dari Nui yang pernah aku baca. Suka deh sama penulis yang semakin hari karyanya semakin berbobot. Karena menurutku sebuah karya yang berbobot nggak harus memiliki konflik yang berat dan berbelit-belit. Sederhana, tapi cantik.

Oh ya, kapan-kapan aku pengin Nui bikin karakter antagonis deh. Karena selama ini karakter yang Nui bikin cenderung kek kapas, kalem dan manis. Wkwkwkwk....

Q u o t e s :

Namun benar apa yang dikatakan orang-orang, seharusnya aku berhati-hati dengan keinginanku. Karena ketika keinginan itu menjadi nyata, ada duka berkepanjangan yang menyertainya. - h. 37
Sebenci apa pun aku mengingatnya, tetap saja kenangan itu ada. - h.59
Aku selalu bertanya-tanya ... bisakah waktu membekukan luka? - h. 73
"Ada banyak luka yang bisa membuat seseorang berubah. Menjadi pribadi yang berbeda, sama sekali bukan dirinya." [Ibu Lyrra] - h. 91
"Luka bukanlah sesuatu yang bisa dihindari dari hidup. Setiap manusia yang bernapas pasti akan merasakannya. Tapi ... jangan biarkan luka menenggelamkan kamu, Lyrra. Kamu harus ingat bahwa masih ada banyak orang yang mencintai kamu, yang jauh lebih berharga daripada luka itu. Kamu hanya harus bertahan sedikit lebih lama untuk orang-orang itu. Dan, biarkan waktu yang menyembuhkan luka...." [Ibu Lyrra] - h. 91
"Yang terbaik bakal datang di waktu yang tepat. Bukan di waktu yang kita mau, atau kita harapkan, tapi di waktu yang tepat." [Rayen] - h. 172
"Karena setiap orang berhak dapat kesempatan buat jelasin situasinya. Selalu ada dua sisi dari satu cerita." [Rayen] - h. 179
"Suatu hari nanti kamu akan mengerti, cinta selalu menemukan tempatnya untuk pulang. Nggak peduli berapa lama waktunya, ataupun seberapa jauh jaraknya, cinta akan selalu pulang." [Ibu Lyrra] - h. 204
"Ada banyak hal dalam cinta yang tidak masuk akal. Tapi itulah cinta. Berada di luar logika. Karena cinta dirasakan oleh hati, bukan pikiran." [Ibu Lyrra] - h. 205
"Hidup bersama orang yang mencintai kamu memang baik, Sayang, tapi nggak ada yang lebih hebat dari hidup bersama orang yang mencintai kamu, juga kamu cintai." [Ibu Lyrra] - h. 210

January 23, 2020

[Book Review] Finn - Honey Dee

Judul: Finn
Penulis: Honey Dee
Genre: Metropop (17+)
Rilis: 13 Januari, 2020
Tebal: 312 halaman
Bahasa: Indonesia
Penerbit: GPU
ISBN:  9786020634869
Harga: IDR 89.000 (P. Jawa)
Rate: ★★★★½


B l u r b :

Setelah "membunuh" seseorang, apakah kita masih bisa "hidup"?

Sejak kematian Arthur, kehidupan Liz dan keluarganya seolah ikut mati. Tak ada lagi kehangatan maupun kebahagiaan. Muak dengan kehidupannya, Liz merencanakan pelarian menuju kebebasan.

Liz berkenalan dengan Andika Gautama, kakak dari seorang remaja penderita autisme. Perkenalan itu membawa Liz ke Balikpapan, tempat ia menyanggupi untuk bekerja sebagai terapis Finn, adik Andika.

Bagi Andika, Liz tidak hanya memenuhi semua kriteria menjadi terapis Finn, tetapi juga mengisi ruang kosong di hatinya. Bagi Finn, Liz adalah harapan setelah dunianya hilang saat kematian ibunya. Dan, bagi Liz, Andika dan Finn adalah kunci mendapatkan uang demi kehidupan baru dan memaafkan diri sendiri atas kematian Arthur.

Masing-masing berjuang menyembuhkan diri dari luka. Namun, jika tiga tragedi ini bersatu, akankah ada keajaiban atau justru lebih banyak musibah terjadi oada mereka?

*

"Anak autis mengalami sakit kepala berkepanjangan. Kelainan pencernaan yang mereka alami membuat sistem sarafnya terepngaruh juga. Kepalanya terasa panas. Kamu tahu bahwa anak autis harus diet CFGFSF—Casein Free, Gluten Free, Sugar Free?" [Liz] - h. 76

Well, aku baru tahu kalau penderita autisme 'haram' makan yang berbahan kasein, gluten, dan gula, karena ternyata dapat membuat si penderitanya alergi. Jujur topik mengenai autisme ini langsung menarik perhatianku dari awal. Berkaca dari karya Honey Dee yang pernah aku baca, Rooftop, aku menaruh harapan kalau buku ini juga akan memiliki sesuatu yang berbeda.

Kalau biasanya Metropop mengangkat topik mengenai cinta-cintaan serta kehidupan masyarakat urban, Finn ini berbeda. Label boleh Metropop, tapi isinya lebih berupa sesuatu yang selama ini jarang kita sentuh, yaitu autisme. Di sini mengisahkan Finn, seorang anak autisme berusia 21 tahun yang mendapat perlakuan kejam dari sang ayah. Ibunya sudah meninggal, sementara kakaknya, Dika, nggak bisa—atau nggak mau berbuat banyak—untuk membela adiknya di hadapan sang ayah. Lalu di sisi lain ada Liz, cewek kuliahan yang merasa menjadi pembunuh sang adik. Padahal semua itu hanyalah kecelakaan. Sejak Arthur, adiknya yang juga autis, meninggal, suasana rumah sudah tak lagi hidup. Liz beserta kedua orangtuanya hanya seperti orang asing yang tinggal dalam satu atap.

Ada dua sudut pandang yang digunakan, yaitu Finn dan Liz. Dari sini kita akan tahu seperti apa 'isi kepala' para penderita autisme. Apa yang mereka rasakan, apa yang mereka pikirkan, apa yang mereka pahami atau tidak. Bagaimana cara anak autis menanggapi suatu masalah, itu sama sekali berbeda dengan kita yang dilahirkan sebagai orang normal. Pikiran anak-anak autis itu polos. Mereka mengerti dan merasakan, namun mereka tidak tahu apa namanya. Sementara dari sudut pandang Liz, aku suka banget ketika dia mati-matian merawat penderita autisme, padahal Finn bukan apa-apanya. Liz ini memiliki pemahaman sendiri mengenai autisme, sebuah pandangan yang sangat positif dan membangun.

Alur ceritanya sendiri ringkas, nggak melebar ke mana-mana. Benar-benar fokus. Gaya bahasanya juga enak untuk diikuti, termasuk dari sudut pandang Finn yang menggunakan kata SAYA sebagai penunjuk dirinya sendiri. Penulis juga begitu memperhatikan keterbatasan kata yang dimiliki oleh Finn sebagai penderita autisme. Secara keseluruhan buku ini memiliki sesuatu yang baru, sesuatu yang mungkin selama ini kita pandang setengah mata.

Banyak pelajaran dan pengetahuan yang aku dapat dari buku ini. Per lembarnya aku baca dengan sungguh-sungguh. Aku berusaha memahami seperti apa Finn, seperti apa Liz, juga seperti apa Dika. Dan ending-nya heartwarming banget. Aku rekomen deh buku ini buat kalian baca.

Q u o t e s :

Sebenarnya, ada yang lebih buruk daripada kematian, yaitu hidup tanpa harapan. Itu jauh lebih buruk. Parah, kalau kubilang. Nggak mati dan juga nggak hidup. Ini baru tragedi yang sebenarnya. - h. 11
Sebuah kematian datang, lalu kehidupan lain yang tersisa ikut mati perlahan. - h. 12
Nggak. Nggak ada orang yang berbuat kesalahan, lalu bisa tidur dengan tenang. Sekali lagi, nggak ada. Apalagi kalau kesalahan itu sebesar pembunuhan. Dia nggak akan bisa hidup dengan normal lagi. Nggak akan! Dia pasti menghabiskan hari-hari memikirkan terus tentang kematian. Sadar atau nggak, rasa bersalah bakal terus mengejar sampai bikin pengin mati. Sayangnya, penjahat seeprti itu nggak punya cukup nyali untuk mati. - h. 13
"Autisme bukan kelainan jiwa." [Liz] - h.75
"Laki-laki itu egois, Liz." Dika menggeleng. "Meluapkan kemarahan lebih mudah daripada mengakui rasa bersalah." - h. 165
"Kita nggak diciptakan untuk sendiri, Liz. Kita tetap butuh orang lain, sekuat apa pun kita." [Dika] - h. 194
"Dua hati yang patah bisa saling memperbaiki untuk belajar menyembuhkan diri bersama." [Dika] - h. 194
"Kadang mati lebih mudah daripada hidup." [Dika] - h. 278
Maaf nggak selalu berupa kata-kata, kan? - h. 283 
 

December 21, 2019

[Book Review] Regretting You - Colleen Hoover

Judul: Regretting You
Penulis: Colleen Hoover
Genre: Romance
Rilis: 10 Desember, 2019
Tebal: 366 halaman
Bahasa: Inggris
Penerbit: Montlake
ISBN: 9781542016421
Harga: -
Rate: ★★★★☆


B l u r b :

Morgan Grant and her sixteen—year—old daughter, Clara, would like nothing more than to be nothing alike.

Morgan is determined to prevent her daughter from making the same mistakes she did. By getting pregnant and married way too young, Morgan put her own dreams on hold. Clara doesn't want to follow in her mother's footsteps. Her predictable mother doesn't have a spontaneous bone in her body.

With warring personalities and conflicting goals, Morgan and Clara find it increasingly difficult to coexist. The only person who can bring peace to the household is Chris—Morgan's husband, Clara's father, and the family anchor. But that peace is shattered when Chris is involved in a tragic and questionable accident. The heartbreaking and long-lasting consequences will reach far beyond just Morgan and Clara.

While struggling to rebuild everthing that crashed around them, Morgan finds comfort in the last person she expect to, and Clara turns to the one boy she's been forbidden to see. With each passing day, new secrets, resentment, and misunderstandings make mother and daughter fall further apart. So far apart, it might be impossible for them to ever fall back together.

*

Bagi fans-nya CoHo, pasti selalu menanti-nantikan buku terbarunya, kan? Termasuk aku, hehe. Aku selalu excited banget setiap kali author favoritku ini koar-koar akan meluncurkan buku baru. And this is it....

Regretting You menceritakan mengenai 'drama' yang terjadi di sebuah keluarga, secara khususnya ibu dan anak, yaitu Morgan dan Clara. Morgan hamil Clara ketika dia masih berusia tujuh belas tahun. Morgan dan pacarnya, Chris, akhirnya menikah. Sampai anak mereka, Clara, berusia hampir tujuh belas tahun, hubungan Morgan dan Chris baik-baik saja. Semua berubah ketika sebuah kecelakaan terjadi. Kecelakaan itu menewaskan Chris dan Jenny, adik Morgan. Nah, pertanyaannya kok bisa Chris barengan sama Jenny? FYI, mereka itu bekerja di rumah sakit yang sama. Chris dokter dan Jenny suster. Are they have an affair? Yes! And is suck! Padahal Jenny sudah tunangan sama Jonah lho. Jonah ini sahabat baiknya Chris. Jonah dan Jenny juga pacaran waktu mereka masih remaja, cuma tiba-tiba aja Jonah pindah tempat tinggal.

Aku rasa cukup ya cuplikan ceritanya, kalau diterusin bisa jadi full spoiler doang isinya.

Seperti yang sudah-sudah, buku ini cukup menguras emosi dan rasa penasaran, ditambah geregetan setengah mati gara-gara adanya salah paham yang terjadi antara Clara dan ibunya. Diceritakan melalui dua sudut pandang bergantian, Morgan dan Clara, setiap kalimatnya nancep banget buat aku. Dari segi ceritanya sendiri cukup bikin aku nyesek, tapi nggak sampai nangis kayak kebanyakan buku sebelumnya kok. Emosiku berasa ditarik-ulur, naik-turun, diremas-dilempar, duh pokoknya kayak naik roller coaster. Aku bisa ikut merasakan betapa sakitnya Morgan saat tahu kalau suami dan adiknya ada affair, juga bisa merasakan terpukulnya Clara saat mengetahui kenyataan. Padahal Clara ini sangat mengidolakan ayahnya, juga menganggap Aunt Jenny sebagai teman baiknya.

And, if you guess there is something between Morgan and Jonah, you right. They have something, but not an affair. Just ... something unspoken. Meski akhirnya mereka bisa jujur terhadap perasaan masing-masing. Morgan, Jenny, Chris, dan Jonah ini kayak pasangan yang tertukar. Tapi keadaan pada saat itu membuat mereka tidak bisa berbuat banyak.

Buku ini nggak semenyakitkan IEWU, November 9, atau AYP. Tapi ngeselin dan bikin penasaran setengah mati. Dari awal sebetulnya ada beberapa clue, juga beberapa yang bikin aku curiga kalau Chris dan Jenny ada affair. Misalnya seperti kecocokan. Morgan dan Jonah setipe, mereka bisa saling memahami hanya dengan tatapan. Sedangkan Chris dan Jenny, mereka sama-sama 'liar'. Sayangnya sampai akhir aku nggak tahu cerita di balik affair-nya Chris dan Jenny. Padahal aku berharap ada side story mereka, penasaran aja kenapa dan sejak kapan mereka berselingkuh sampai tega mengkhianati Morgan. 

Ada beberapa hal yang dapat aku pelajari dari buku ini, salah satunya adalah kejujuran. Sekali kita tidak jujur pada diri sendiri, itu akan berbuntut panjang. Seperti Morgan yang dari remaja sebenarnya punya perasaan pada Jonah, namun karena pada saat itu dia adalah pacarnya Chris dan terlanjur mengandung anaknya Chris, dia memilih untuk ikut arus—menikah dan membangun rumah tangga dengan Chris. But that's not what she wanted. Begitu juga dengan yang lain. Coba aja dari awal mereka bisa jujur dan terbuka pada perasaan masing-masing, pastinya nggak bakal ada affair. Nggak ada juga yang tersakiti.

Q u o t e s :

Until lately, it seems I've gone my whole life without experiencing this feeling, but now I have, it's as if part of me disappears when the feeling disappears. [Morgan]
"Never ask a drunk person to babysit a drunk person!" [Chris] 
It almost feels similar to breaking up with a guy and then not knowing how to navigate a friendship with him after the breakup. [Clara]
Sometimes you have to walk away from the fight in order to win it.
I don't think she was trying to be mean, but predictable is not something I wanted to hear. Because it's everything I know I am and everything I feared I would grow up to be. [Morgan]
"It means people who make mistakes usually learn from them. That doesn't make them hypocrites. It makes them experienced." [Jonah]
"Heartbreak builds character." [Clara]
It's unfair how one event ... one second ... can shake the world around you. Toss everything on its head. Ruin every happy moment that led up to that earth shattering second.
Maybe I should write down some if my favorite memories of her before I start to forget. [Clara]
For some reason, sadness in music eases the sadness in my soul. It’s like the worse the heartache in a song is, the better I feel. Dramatic songs are like a drug, I imagine. Really bad for you, but they make you feel good. [Clara]
I thought time would make it better, but so far, time has just allowed my feelings to build and build. [Clara]
I need to stop interacting with him anyway, because as good as it feels when I’m around him, it’s starting to hurt when I’m not. And I don’t need another painful thing added to my already existing pile of excruciating feelings. [Clara]
“Write it all down. Everything you want to remember about him. You’ll be surprised how soon you start to forget everything.” [Clara]
The day I found out I was pregnant, I stopped living life for myself. [Morgan]
“Right after something tragic happens, you feel like you’ve fallen off a cliff. But after the tragedy starts to sink in, you realize you didn’t fall off a cliff. You’re on an eternal roller coaster that just reached the bottom. Now it’s gonna be up and down and upside down for a long, long time. Maybe even forever.” [Jonah]
I’m getting pretty good at lying to her. It’s easier than telling her the truth. [Clara]
Every time I feel like one of my many wounds might be starting to heal, something happens to rip it open again. [Morgan]
“I broke up with her because when I went to sleep at night, I wasn’t thinking about her. And when I woke up in the morning, I wasn’t thinking about her. But I didn’t break up with her just so I could date you. I would have broken up with her whether you and I ended up together or not.” [Miller]
"Life doesn’t play favorites." [Miller]
"You were never in my shoes. You didn’t have to stand on the sidelines and watch the girl you were in love with build a life with your best friend." [Jonah]
“Jealousy can make a person do some shitty things, Morgan.” [Jonah]
It’s hard to admit something out loud to someone else that you’ve only just admitted to yourself. [Morgan]
Because if love isn’t real, then sex is just sex, no matter if it’s your first time or your fiftieth time or your last time. [Clara]
"I just realize some people are good at being parents and some people aren’t. I don’t take it personally." [Miller]
“I’m not asking you to fall in love with me, Morgan. You already love me. I’m just asking you to give that a chance.” [Jonah]
“I don’t want you to feel terrible. I get it. You’ve been through a lot, Clara. I don’t want you to stress out even more because of me or us. I just want to be part of everything that makes your life better.” [Miller]
“Your father was a great father to you. But as a husband, he made some shitty choices. No one can be the perfect everything.” [Morgan]
"Attraction isn’t something that only happens once, with one person. It’s part of what drives humans." [Morgan]
“Relationships are hard for that very reason. Your body and your heart don’t stop finding the beauty and the attraction in other people simply because you’ve made a commitment to one person. If you ever find yourself in a situation where you’re drawn to someone else, it’s up to you to remove yourself from that situation before it becomes too hard to fight.” [Morgan]
"The truth is always the best choice." [Clara]
"But you’re the first and only person in this world I’ve ever loved without some reasoning or justification behind it. I just love you because I can’t help it, and it feels good to love you." [Morgan]
"I’m confident that I’ll never spend a single second of my life regretting you." [Morgan]

July 21, 2018

[Book Review] All Your Perfects - Colleen Hoover

Title: All Your Perfects
Author: Colleen Hoover
Page: 308 pages
Genre: Contemporary romance, Adult
Year: July 17th, 2018
Publisher: Atria Books
ISBN: 9781501193323
Rate: ★★★★½


"If you only shine light on your flaws, all your perfects will dim." 

All Your Perfects is such of emotional-sad-beauty story. Honestly marriage issues, in this case included cheating is not my favorite [I usually don't read them]. But as always, CoHo almost never fail to made me spill my tears.

"When you associate yourself with another person so long, it's difficult becoming your own person again."

Miscommunication, misunderstanding, ifertile issue, even cheating [although Graham is 'not really' cheating on his wife] ruins their household. Quinn and Graham still in love each other, but the marital problem they have spread the distance. They live together, but feel so far. They looks like okay, but they weren't.

From Quinn point of view, she explain how she meet Graham and fell in love (then) and how she feel broken and hopeless with her marriage life (now). Actually my heart got shattered in million pieces in 'NOW' part. I finished this book two days ago and last night I reread just 'NOW' part with skipping 'THEN' part. And you know what happened to me? I got shattered more than the first time I read.

"When you meet someone who is good for you, they won't fill you with insecurities by focusing on your flaws. They'll fill you with inspiration, because they'll focus on all the best parts of you."

So, if you like the story with emotional true feeling, read this one! I love this one, but my favorite is still November 9.

April 05, 2018

[Book Review] As Seen On TV - Christian Simamora

Judul: As Seen On TV
Penulis: Christian Simamora
Halaman: 484 halaman
Genre: Novel Dewasa (21+)
Tahun: 2014
Penerbit: Twigora
ISBN: 9786027036215
Rate: ★★★★☆



Do you remember when I said I'd always be there?
Ever since we were ten, baby.
When we were out on the playground playing pretend.
I didn't know it back then.

Now I realize you are the only one
It's never too late to show it.
Grow old together,
Have feelings we had before
Back when we were so innocent♪


FIX! Ini adalah novel Babang CS yang jadi most favorite-ku.

Well, secara garis besar novel ini menceritakan kisah sepasang sahabat, yaitu Kendra dan Javi yang tejebak dalam sebuah hubungan yang cukup rumit dan menyakitkan. Yah, namanya cowok dan cewek, rasanya nggak mungkin banget kalau hubungan mereka murni persahabatan. Inilah yang terjadi pada Kendra yang diam-diam menyimpan perasaan kepada Javi. Namun Javi yang nggak peka membuat hubungan persahabatan mereka kacau balau.

"Karena gue nggak ada rasa sama lo. Cowok memang nggak harus jatuh cinta dulu supaya bisa tidur dengan cewek. Asal horny aja. Itu dia masalahnya. Gue nggak punya ketertarikan seksual sama lo, Ken, dan cukup horny hingga bisa having sex sama lo. Makanya, yang seperti itu nggak mungkin terjadi," - Javi [- h . 72]

Javi ini kampret banget tahu nggak sih?!
Baginya relationship itu nggak penting. Asal horny aja dia udah bisa bobok sama cewek. Beres. Sementara Kendra, dia pengin punya relationship, bukannya relationshit seperti yang selama ini Javi jalani. Gonta-ganti cewek seenak udel with no serious relationship. Just ... one night stand and end.

Dan suatu hari Javi berasa kena karmanya. Saat Kendra mulai berpacaran dengan Orion, kemudian menjaga jarak dengan Javi, Javi mulai ngerasa tuh kalau hidupnya berasa shitty banget tanpa Kendra. Untungnya nih, walau terlambat menyadari, hubungan Kendra dan Javi menemukan titik bahagianya.

In the movie, falling in love at first sight leads to happy ending.
In real life, it usually end up as disappointment - Orion [- h. 151]
Jujur ya, buku ini adalah buku dari Babang CS yang sampe bikin aku nangis kejer. Meski bahasa yang dipakai Babang CS ini bahasa super gaul, tapi di bagian-bagian tertentu ngena banget. Nggak biasanya lho, aku betah baca novel romance yang tebalnya hampir 500 halaman ini. Pengecualian untuk buku-bukunya Babang CS yang bahasanya enak dan nggak bikin bosen. Jadi meskipun rata-rata 'template'-nya sama, aku oke-oke aja baca bukunya.

Terus buku ini menurutku feel-nya kerasa honest banget ya. Aku kan hampir baca semua buku-bukunya Babang CS nih, nah ASOT ini bagiku ceritanya so stabby. Jleb banget di akunya. Entahlah, aku ngerasa bisa sepenuhnya masuk, bahkan merasakan perasaan para tokohnya. 

Oh ya, dari buku ini juga aku jadi kenal Jason Chen loh! Haha.... Dan lagu Best Friend-nya sekarang ada di favorit playlist-ku. Thanks a lot, Bang.... 

March 29, 2018

[Book Review] The Smallest Part - Amy Harmon

Title: The Smallest Part
Author: Amy Harmon
Page: 325 pages
Year: February, 2018
ISBN: 9781979819503
Rate: ★★★½



Synopsis [copy from Goodreads]
“In the end, only three things matter. How much you loved, how gently you lived, and how gracefully you let go of things not meant for you.” 
- Unknown 

It was a big lie. The biggest lie she’d ever told. It reverberated through her head as she said it, ringing eerily, and the girl behind her eyes—the girl who knew the truth—screamed, and her scream echoed along with the lie.  
“Are you in love with Noah, Mercedes?” Cora asked. “I mean . . . I know you love him. You’ve been friends forever. We all have. But are you in love with him?”  
If it had been anyone else—anyone—Mercedes would have stuck out her chest, folded her skinny arms, and let her feelings be known. She would have claimed him. But it was Cora. Brave, beautiful, broken Cora, and Cora loved Noah too. 
So Mercedes lied.  
And with that lie, she lost him. With that lie, she sealed her fate.
She was the best friend, the bridesmaid, the godmother, the glue. She was there for the good times and the bad, the ups and the downs, the biggest moments and the smallest parts. And she was there when it all came crashing down. 
This is the tale of the girl who didn’t get the guy.



"Only three things matter. Who He is. Who you are. And who your friends are." - The Smallest Part, Amy Harmon.

This is the book I was finished last night. Let's talk about this....

So, this book is about friendship. A friendship between two girls and a boy. Their relationship were complicated, triangle love like always, but more complicated. Semi PNR, I guess....

This book was the second book of Amy Harmon that I read—I read Making Faces first and that book become my favorite. I fell in love with the words she write (but CoHo still my fave the most).

Oh, I'm in love with the cover too.... Myb I will purchase the paperback soon๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜

March 28, 2018

[Book Review] How to Stay Single - Christian Simamora

Judul: How to Stay Single
Penulis: Christian Simamora
Halaman: 474 halaman
Genre: Novel Dewasa (21+)
Tahun: Desember, 2016
Penerbit: Roro Raya Sejahtera
ISBN: 9786026074805
Rate: ★★★☆☆


"Read my lips, Gaga: do I look I care?" - h. 79

How to Stay Single ini menceritakan kisah antara Malika dan Juan Carlos. Juan Carlos alias Juancar yang merupakan seleb chef ini menjadi idola kaum hawa, mulai dari perawan sampai nenek-nenek. Wajarlah, Juancar ini cakep dan tentunya hot. Namun sayangnya semua itu hanya di layar kaca saja, aslinya Juancar ini suka nge-bully staf yang ngelakuin kesalahan, entah sengaja atau nggak. Nah, Malika yang bekerja di stasiun TV tempat Juancar memandu acara, mulanya happy banget waktu dipindahtugaskan ke acaranya Juancar. Namun sebuah insiden kecil membuat Malika melihat sifat asli Juancar. Dari mengidolakan jadi ilfil. Apa kisah mereka hanya berkutat sampai di sini? Nggak dong! Masih ada bumbu-bumbu lainnya, seperti kekasih Juancar yang super bitchy dan pacar Malika yang angin-anginan.

"Hanya karena lo mencintai seseorang dengan sepenuh hati, bukan berarti orang itu akan membalas dengan cinta yang sama besarnya." - h. 207

Masih seperti buku-buku Babang CS yang lain, buku ini juga didominasi oleh hot guys dan sexy chiks. Karakter mereka pun nggak jauh-jauh beda, masih seputar kalangan sosialita dengan gaya hidup yang upper high. Yah, intinya 'template-nya' masih sama dengan buku-buku Babang CS yang lain. Mungkin Babang CS memang nyaman dengan zona ini atau mungkin template seperti ini memang sudah jadi ciri khasnya. No problem, itu haknya Babang CS ya....

So far ceritanya oke, nggak ada masalah berarti. Ada beberapa typo, dan di buku ini adalah typo terbanyak dari buku-buku Babang CS yang pernah saya baca [P. S. Aku hampir baca semua buku-buku Babang CS]. Lalu aku juga agak keganggu dengan cerita-cerita tambahan yang menurutku nggak penting-penting amat, bikin buku jadi tambah tebel euy! Untuk ukuran romance, buku ini cukup tebal loh!

"Gue bahkan nggak peduli kalo ternyata gue cuma berhak dapat sepersekian dari hati lo. It's way better than have nothing at all." - h. 260

Tapi herannya, meski dengan template yang sama, aku tetap nggak ngerasa bosan. Bahkan sebaliknya. Aku nggak bisa berhenti baca meski udah tau arah ceritanya. Entahlah, mungkin aku terlanjur cocok dengan gaya berceritanya Babang CS yang ringan, fun, dan seksi, tapi suatu waktu aku bisa baper berat. Menuruku bukunya Babang CS cocok dijadiin selingan sewaktu jenuh dengan bacaan-bacaan berat. Karena kamu bakalan bisa ketawa, baper, juga termehek-mehek dalam waktu yang bersamaan tanpa perlu khawatir gimana endingnya.

Ternyata benar kata orang, lawan kata 'cinta' bukanlah 'benci', melainkan 'tak dipedulikan'. - h. 311

But my favorite book from Christian Simamora is still As Seen On TV. Dunno why I love it the most~and cannot move on by now. Just, I feel like so deep and honest. Feel-nya kerasa banget. Entahlah, aku kebaperan berat sampe mewek waktu baca ASOT. Haha XD *Feel free to laugh at me* Kapan-kapan aku bakal bikin ulasan tentang ASOT ya, kalau pas senggang dan pas mood nulis. Hehe....

March 25, 2018

[Book Review] Long Shot (Hoops, #1) - Kennedy Ryan

Title: Long Shot (Hoops, #1)
Author: Kennedy Ryan
Page: 460 pages
Genre: Adult Romance
Year: March, 2018
Rate: ★★★★★


Synopsis [copy from Goodreads]
A Standalone FORBIDDEN LOVE SET IN THE EXPLOSIVE WORLD OF THE NBA...

Think you know what it's like being a baller's girl?
You don't.
My fairy tale is upside down.
A happily never after.
I kissed the prince and he turned into a fraud.
I was a fool, and his love - fool's gold.

Now there's a new player in the game, August West. 
One of the NBA's brightest stars.
Fine. Forbidden. 
He wants me. I want him.
But my past, my fraudulent prince, just won't let me go.

*Some aspects of this story may be sensitive for some readers.



"If you were mine, Iris, there would be no doubt what position you'd hold in my life. You'd be center. I'd play you at the five." - Long Shot, Kennedy Ryan.

No doubt, I give FIVE SHOT STARS. Its more than I expected, its an emotional story. Heartbreaking, raw, and sweet. Me, in several times nearly thrown my tablet while reading this.

I need a guy like August❤