September 13, 2018

[Book Review] Beautiful Pain - Nathalia Theodora

Judul: Beautiful Pain
Penulis: Nathalia Theodora
Halaman: 152 halaman
Genre: Romance (17+)
Penerbit: GPU
Tahun: Agustus, 2018
ISBN: 9786020398259
Harga: IDR 52.000
Rate: ★★★☆☆




"Berhentilah bersikap serakah, Kei. Kamu harus memilih, aku atau Landon. Satu petunjuk untuk kamu, aku nggak suka menjadi pihak yang terbuang." [Damon] - h. 38


B l u r b :

Silakan saja menyebut Keira perempuan serakah karena mencintai Landon dan Damon, sama besarnya. Dia tidak peduli meski Landon sakit dan Damon suka memukulinya. Masa lalu yang dimilikinya membuat Keira bertekad untuk mempertahankan mereka berdua.

Berulang kali Damon meminta Keira untuk memilih dan jelas sekali lelaki itu tidak suka menjadi pihak yang kalah. Dia akan melakukan segala cara untuk membuat Keira meninggalkan Landon. Akhirnya Keira tidak mampu menolak dan hanya bisa bernegosiasi agar Damon memberinya waktu satu bulan untuk mengucapkan selamat tinggal pada Landon.

Padahal, kondisi Landon tidak kunjung membaik. Dengan detik-detik yang semakin mendekati batas waktu pemberian Damon, Keira hanya berharap semua yang dia lakukan akan berhasil.

Semoga.

↠↠↠↠↠↠↠


Yang terlintas di pikiranku saat dengar nama Damon? Pastilah TVD๐Ÿ˜
Dan yang terlintas saat dengar nama Landon? Langsung deh ingat A Walk to Remember๐Ÿ˜
Tapi tenang, ini nggak ada hubungannya sama semua itu kok.

So, Keira di sini adalah cewek yang mencintai Damon dan Landon dalam waktu yang bersamaan, cinta Keira pada mereka berdua juga sama besarnya. Jangan berpikiran negatif dulu. Keira punya alasan kenapa tetap bertahan di antara Damon yang suka memukulinya dan Landon yang sakit-sakitan.

Tbh waktu baca awal sampai tengah, aku mikir ini Keira 'sakit' apaan sih benernya? Bego amat! Rela banget dipukulin Damon, padahal di sisi lain Keira punya Landon yang sayang sama dia. Tapi setelah mendapat pencerahan, aku akhirnya bisa nerima sesuatu yang mulanya kuanggap bego.

Ini kali kedua aku baca tulisan Nathalia Theodora. Hampir seperti tulisannya yang kubaca sebelumnya [Love, Again]. Sumpah, ide ceritanya—bagiku—menarik. Sayang eksekusinya nggak maksimal, karena harusnya dengan ide cerita yang seperti ini konfliknya lebih bisa digali lagi. Beberapa premisnya juga bikin aku garuk-garuk kepala. Bukan out of logic yang ngaco banget, tapi gimana ya ... hm, kurang kuat aja alasan/dasar pemikirannya, padahal feel dalam buku ini bisa dibilang dapet.

Contoh yang bikin kepalaku 'doeng doeng':

"Thanks to him, aku jadi bisa melukis. Tentu, beliau nggak secara langsung mengajariku, tapi aku mengamatinya, dan dari sanalah kemampuanku berkembang. Beliau sungguh luar biasa, dan aku mengaguminya." [- h. 36]
↠↠↠ Setahuku melukis itu adalah bakat, meski bisa juga dipelajari. Hanya saja kalau nggak diajari secara khusus dan cuma ngeliat aja, rasa-rasanya bakal susah untuk bisa membuat lukisan yang bagus. In other case, kalau aja Damon memang berbakat melukis, nggak perlu melihat Om Handoko pun dia pasti sudah terpanggil untuk melukis. So?

"...Dia suka mengambil alih pekerjaan kami, bukan karena nggak yakin kami ini mampu, tapi karena dia nggak ingin kami bekerja terlalu keras." [- h. 78]
↠↠↠ Wadoh! Berarti enak dong punya bos macem Landon gini. Karyawannya ungkang-ungkang, bosnya yang kerja, mana masih dapat gaji pula. Mau dong kerja di restorannya Landon ๐Ÿ˜ Menurutku poin ini nggak realistis deh!

↠↠↠ Beberapa poin lainnya yang agak-agak nganu adalah sikap para Ibu yang cenderung lempeng-lempeng aja. Duh, gimana ya, susah jelasinnya, tapi kalau kalian baca sendiri pasti ngerti maksudku kok.

"Mudah saja bagi kamu untuk menyebutkan apa-apa saja yang seharusnya kamu lakukan saat itu. Tapi kamu melupakan satu hal yang pastinya kamu rasakan saat itu, takut." [Landon] - h. 81

But okay! Aku masih berencana baca tulisannya Nath yang lain kok. Karena aku suka sama gaya nulisnya. Enak dibaca meski cenderung simpel dan nggak terlalu banyak quote. Selain itu aku juga tertarik dengan ide cerita dari buku-buku Nath yang lainnya. Oh ya, aku juga suka kovernya yang cukup menggambarkan isi bukunya๐Ÿ˜

September 11, 2018

[Book Review] My Own Private Mr. Cool - Indah Hanaco

Judul: My Own Private Mr. Cool
Penulis: Indah Hanaco
Halaman: 264 halaman
Genre: Romance (20+)
Tahun: July, 2018
Penerbit: GPU
ISBN: 9786020395227
Harga: IDR 75.000 (P. Jawa)
Rate: ★★★½



"Jika kau gelisah, obatnya cuma satu. Ingatlah pada Tuhan. Tak masalah apakah kau memanggil-Nya dengan Allah, Tuhan, atau nama lain. Dia pemilik segala bahasa. Dia tahu maksudmu." - h. 44

S t o r y l i n e :

Heidy Theapila dan Graeme MacLeod dipertemukan secara tidak sengaja di Vivaldi. Di atas kapal pesiar itu mereka mulai saling tatap hingga saling sapa. Turun dari Vivaldi, Heidy dan Graeme melanjutkan pertemuan mereka dengan mengunjungi beberapa tempat di Venesia. Walau kelihatannya menyenangkan, namiun masing-masing dari mereka masih menyimpan ketakutannya sendiri. Baik Heidy maupun Graeme harus berpikir berkali-kali untuk membuka diri dan jatuh cinta sepenuhnya.
Namun hidup ini penuh dengan kejutan. Tak ada yang tahu apa yang direncanakan-Nya. Jika Dia sudah berkehendak, apa yang menjadi ketakutan mereka akan bisa di atasi. Kebuntuan mereka menemukan jalan keluar. At last, they found their happiness.

K a r a k t e r :

Graeme MacLeod → Seorang veteran marinir yang pernah bertugas di Irak dan Afganistan. Menderita semacam PTSD (Post Traumatic Stress Disorder), yaitu TBI (Traumatic Brain Injury) akibat perang. Tertarik pada agama Islam karena dia pernah jatuh cinta pada Shirin, seorang penerjemah yang pernah ditemuinya di Fallujah. Saat ini Graeme tinggal di London. Bersama dua sahabatnya, Terry dan Miles, dia membuka kelab dan tempat rehabilitasi untuk orang-orang yang menderita PTSD atau semacamnya. Sebetulnya Graeme ini adalah anak dari pemilik Vivaldi, namun dia sama sekali tidak tertarik untuk mengurus bisnis keluarganya.

Heidy Theapila → Putri tunggal dari keluarga Hilal. Batal menikah dengan Mirza setelah mengetahui bila laki-laki itu ternyata ingin menikahinya karena materi. Hampir seumur hidup Heidy berada di bawah kendali sang Ibu, Fatya yang selalu mengatur-ngaturnya dengan alasan demi kebaikan. Heidy adalah gadis yang mandiri. Meski keluarganya kaya raya, Heidy tidak bergantung dan memilih mendirikan usahanya sendiri. Bahkan dia menyembunyikan identitasnya sebagai putri tunggal keluarga Hilal.

Mirza → Mantan calon suami Heidy. Mengaku cintanya pada Heidy adalah nyata, namun di balik itu semua dia tergoda oleh iming-iming materi.




P e n u l i s a n :

Entah kenapa aku selalu cocok dengan gaya menulis Kak Indah. Bahasanya formal, tapi luwes. Diksinya simpel, nggak menggunakan kiasan berlebihan yang bisa bikin kalimat jadi terasa njlimet/berat/alay. Setiap tempat atau penjelasan dijabarkan dengan kalimat yang ngalir, so nggak perlu khawatir bakalan kayak baca koran atau Wikipedia ya. Hehe.... Perbendaharaan katanya juga banyak, jadi waktu baca jarang tuh nemuin kalimat/kata yang diulang-ulang. Enaklah dibaca. Typo juga hampir nggak ada, Cuma sayangnya ukuran font-nya lebih kecil ketimbang buku-buku terbitan GPU yang lainnya. But that's okay! Masih cukup nyaman buat dibaca dalam jangka waktu lama kok.

S e t t i n g :

Ini adalah kali ketiga aku baca tulisan Kak Indah. Setting tempat dalam buku-bukunya selalu jelas, termasuk dalam buku ini. Jadi enak bayanginnya, imajinasi bisa langsung timbul tanpa kesulitan menciptakannya. Setiap tempat yang dikunjungi digambarkan dengan sangat mendetail, termasuk juga suasananya saat itu.



Selain kovernya yang cakep, secara keseluruhan buku ini menarik dan menyenangkan untuk dibaca. Aku berasa 'jalan-jalan' ke Venesia sungguhan. Aku juga suka Kak Indah memaparkan tentang agama di sini. Entahlah aku ngerasa kalau beberapa poin di sini bisa meluruskan pandangan orang mengenai agama yang dianggap teroris, padahal BUKAN (- h. 118-119). Yup! Buku ini sarat akan ajaran agama Islam serta toleransi antar umat beragama. Aku non Muslim, tapi tetap bisa menikmati buku ini. Karena apa, buku ini memberi aku pengetahuan mengenai agama teman-temanku yang lain. Aku jadi lebih bisa mengerti seperti apa ajaran agama mereka. Meski condong ke salah satu agama, tapi tetap netral alias tidak memojokkan yang lainnya. So, tidak ada kerasisan di sini. For me, that's a good hint.

"Kami diajarkan bertoleransi. Nabi kami sudah memberi contoh nyata. Beliau hidup berdampingan dengan paman yang begitu dicintai tapi tak pernah mengikuti ajarannya. Memberi makan pengemis buta yang setiap hari memfitnah dan mengejeknya sebagai penyihir. Ironisnya, orang yang selalu bicara tentang 'meneladani Rasulullah' justru abai terhadap hal-hal semacam itu. Mereka menyamakan terorisme dengan jihad. Memerangi orang-orang yang tak bersalah hanya karena berbeda pandangan politik. Tapi dengan pengecut berlindung di balik alasan agama. Itu yang akhirnya kulihat dan membuatku berhenti marah." - h. 119



Karakter favoritku dalam buku ini adalah Heidy.
Di mataku sebagai seorang perempuan, Heidy cukup mengagumkan. Pembawaannya tenang dan dewasa, nggak baperan. Mayoritas dari kita pasti akan melakukan hal yang nekat atau bodoh saat menghadapi sesuatu yang dihadapi Heidy. Yah, siapa sih yang masih bisa bepikir dengan jernih setelah merasa ditipu sampai batal menikah? Namun di sini, semarah-marahnya Heidy, dia nggak berbuat bodoh. Malahan Heidy mengambil keputusan yang mungkin sama sekali nggak terpikirkan oleh kita kalau kita berada di posisinya. Di sisi lain, sebagai wanita yang multi-karir, Heidy juga nggak lepas tanggung jawab gitu aja. Marah, patah hati, kecewa, sampai ngerasa hampir gila nggak lantas membuat Heidy lepas tangan. Sesekali Heidy masih menanyakan kabar usajanya kepada Paulita, asistennya. Oh ya, Heidy juga rajin shalat. Dia nggak melupakan kewajibannya meski tengah mengikuti tour. Salut! Karena biasanya orang udah nggak inget sama Tuhan kalau lagi di posisi seperti ini. Seringnya kita bodo amat sama ibadah, lha kan gue lagi tour nih. Ya, nggak?
So intinya karakter Heidy di sini menyenangkan untuk dibayangkan. Walau mungkin agak too good to be true. Setidaknya sosok Heidy di sini bisa dijadikan panutan.




Buku ini bagiku juga kaya akan pengetahuan. Selain setting tempatnya yang nggak sekadar tempelan, unsur sejarah dari tempat-tempat di Venesia juga menjadi poin menarik bagiku. Dari buku ini aku juga baru tahu kalau permukaan Venezia tiap tahunnya mengalami penurunan satu hingga dua milimeter. Artinya entah kapan, Venesia akan tenggelam ๐Ÿ™ˆ Can't imagine that point! Sayang banget kota se-epic itu harus jadi puing-puing di bawah laut.

Kisah Heidy dan si Mr. Cool a.k.a Graeme bagiku tidak se-epic setting tempat dan suasana yang disuguhkan. Yang aku suka dari mereka itu sama-sama dewasa dan nggak menye-menye. Meski aku sejujurnya agak 'doeng' dengan first sight yang terjadi antara Heidy dan Graeme. Hm, gimana ya.... Heidy kan lagi patah hati sepatah-patahnya tuh, pas pertama kali lihat Graeme langsung dag-dig-dug-dhuaaar! Aku rasa perasaan ini kurang pas untuk orang yang sedang patah hati. Mau dibilang perasaan yang sekadar pelarian juga kurang pas, soalnya pergulatan batin Heidy nggak menjurus ke sana. Emosi antara Heidy dan Graeme menurutku kurang greget dan cenderung banyak basa-basi, malahan yang greget adalah scene Heidy dan Mirza. Mungkin karena pertemuan Heidy dan Graeme lebih dikemas dalam tour di Venesia, jadi yang banyak dibicarakan adalah tempat-tempat yang mereka kunjungi. Baru menjelang akhir aku menemukan greget antara Heidy dan Graeme.

"Kau takkan disakiti oleh orang yang benar-benar mencintaimu." - h. 224

September 04, 2018

[Book Review] Fireflies in the Midnight Sky - Francisca Todi

Judul: Fireflies in The Midnight Sky
Penulis: Francisca Todi
Halaman: 360 halaman
Genre: Young Adult, Dystopia
Tahun: 2018
Penerbit: GPU
ISBN: 9786020382845, 9786020382852 (Digital)
Harga: IDR 79.000 (P. Jawa)
Rate: ★★★★☆



Kunang-kunang di langit malam
Meskipun kecil, kau pancar terang
Saat hatiku merasa muram
Indah kelipmu kan kukenang

Kunang-kunang di langit malam
Tuntunku pulang sebelum fajar
Walau dunia terasa kelam
Tidak berhenti kau berpijar

~Lagu anak-anak Valestia



Damai tidak ada di kamus negeri penindas ini. -h. 13

B l u r b :

Alyssa bergabung dengan grup gerilya untuk bertahan hidup sejak negerinya diserang meski sebenarnya membenci kekerasan. Di tengah situasi yang semakin genting, Alyssa dikirim dalam misi yang berakhir kacau, lalu akhirnya terdampar dengan kaki terluka di teritori musuh.

Dan saat itulah Alyssa diselamatkan oleh Vigo, pemuda misterius yang merupakan musuh negerinya.

Setelah berhari-hari dalam teritori musuh, Alyssa sadar ternyata Vigo lebih mengerti pergumulan dan trauma gadis itu dibanding teman-teman sebangsanya. Namun, mereka berdua bagaikan air dan api. Saling menjinakkan, juga saling membinasakan. Saat ada percikan kasih sayang antara keduanya, adakah masa depan agar mereka bisa bersatu?

"Mungkin perang... tidak pernah hitam-putih. Ada masa ketika semua menjadi kelabu dan kabur, benar atau salah, teman atau musuh." - h. 136

S t o r y l i n e :

Sebagai mata-mata Valestia, Alyssa mendapat tugas untuk mengintai kemungkinan adanya senjata rahasia dari Sedera untuk membantu Togaro, negara yang membuat Valestia nyaris rata dengan tanah. Padahal Sedera dikenal sebagai negara yang tertutup, tidak mau mengurusi urusan kedua negara tetangganya.

Di tengah-tengah pengintaian, Alyssa diserang oleh pasukan elit Togaro yang membuatnya terpaksa berpisah dengan partnernya, Izolda. Alyssa terluka dan terbangun di tempat yang asing. Ya, Alyssa berada di rumah salah seorang Togaro. Namun bukannya menyerahkan kepada tentara Togaro, pemuda yang menyelamatkannya malah menyembunyikan Alyssa di rumahnya.

Hari demi hari yang Alyssa lalui bersama pemuda bernama Vigo itu akhirnya membuat Alyssa mengerti bila tak semua orang yang Togaro memiliki tujuan untuk membinasakan bangsanya. Namun semua itu tak menolong, apa pun yang terjadi saat ini, suatu saat harus berakhir. Vigo adalah orang Togaro, Alyssa adalah orang Valestia.

Diskriminasi itu terasa begitu absurd, begitu picik. Perang tidak pernah mendiskriminasi. Perang tidak pernah peduli siapa yang benar dan salah. Perang merenggut nyawa siapa pun yang bisa direnggut, menghancurkan siapa pun yang bisa dihancurkan. Perang tidak pernah pedulu dari negeri mana kau berasal. - h. 172


K a r a k t e r :

Rata-rata tokoh dalam buku ini memiliki karakter yang setipe: keras, kejam, cerdik, dan tidak pandang bulu. Sejauh ini menurutku wajar karena mereka tengah dalam situasi perang. Hanya Vigo yang karakternya kelihatan kontras, yang tetap tenang, punya pikiran panjang, bahkan sedikit jenaka.

"Apa pun yang terjadi di masa depan, ingatlah hari-harimu di sini tanpa penyesalan." - h. 227

P e n u l i s a n :

Baru kali ini aku baca karya Kak Francisca Todi dan langsung cocok. Dalam buku ini author menggunakan POV 1, yaitu Alyssa. Bisa dibilang world building-nya oke. Aku bisa dengan gampang bayangin setting tempat dan suasanya. Bahasa yang digunakan bahasa baku, tapi nggak kaku. Untuk typo, masih ada beberapa, tapi okelah aku bisa memaklumi.

"Segelap apa pun malam, kunang-kunang tidak pernah berhenti bersinar. Saat memandang mereka, orang lupa akan kegelapan. Yang mereka lihat hanyalah keindahan." - h. 244




"Perang memang malapetaka, tapi siapa yang tahu apa efeknya di masa depan?" - h. 254 

Yah, meski memiliki ending yang bisa dibilang gantung, secara keseluruhan buku ini tetap seru. Sekelebat, buku ini mengingatkanku pada Divergent Series. Nggak sama, tapi entah kenapa aku ingatnya itu, hehe.... Konflik utama, fall in love with enemy yang diangkat dalam buku ini bisa dibilang sudah pasaran, tapi kisahnya tetap bisa terasa manis dan sempat bikin aku baper lho. Ingat waktu Alyssa dan Vigo harus berpisah, kan? Nah, di situ rasanya hatiku rontok ๐Ÿ’” Apalagi pas baca suratnya Vigo untuk Alyssa.... :(

Kau memiliki kewajiban terhadap negerimu. Aku terperangkap dalam kewajiban negeriku. - h. 285

Sepanjang aku baca, aku terus bertanya-tanya, apakah Togaro dan Valestia akan berdamai, sehingga Vigo dan Alyssa bisa bersama? Atau Togaro dan Valestia akan tetap bermusuhan sehingga Vigo dan Alyssa akan bertemu di medan perang sebagai musuh? Tapi ternyata di akhir cerita aku dibikin nyengir kuda karena perkiraanku nggak ada yang benar. Ending yang ngeselin, tapi realistis.

Akhir kata aku cukup puas dengan buku ini. Apa yang disuguhkan cukup seru, bikin penasaran, dan berhasil bikin aku nggak bisa naruh buku ini sampai selesai dibaca. Perang-perangnya seru, kisahnya Vigo dan Alyssa juga ngena.

Namun, kami tahu betapa cepatnya kehidupan berubah. Aku tak sanggup mengucapkan janji semu yang mungkin tidak bisa kutepati besok. - h. 309
"Bagaimana kalau kau berjanji tetap di sisiku hari ini? Besok, aku akan mengulangi permintaanku dan kau akan berjanji tetap di sisiku hari itu. Begitu seterusnya..." - h. 310 

August 21, 2018

[Book Review] If Only - Innayah Putri

Judul: If Only
Penulis: Innayah Putri
Halaman: 343 halaman
Genre: Teenlit, Romance
Penerbit: Bentang Pustaka
ISBN: 9786024302689
Harga: IDR 79.000 (P. Jawa)
Rate: ★★★★☆




"Dan seperti biasanya, kenangan buruk jauh lebih bertahan." - h. 89
"Menyimpan rasa sakit sendirian itu bikin capek, tapi lebih capek lagi kalau harus pura-pura baik-baik saja." - h. 97

B l u r b :

Arjuna Pranaja. Pemuda bermata gelap itu telah belajar banyak mengenai kehilangan. Keluarga kecilnya berantakan, hal-hal menyakitkan terjadi di depan matanya, orang-orang tercintanya pergi tanpa pernah bisa kembali.

Selang waktu berjalan, ia berusaha untuk bangkit. Ia kira setelah segala hal menyakitkan terjadi, tinggal senyum yang menanti.

Saat itulah, Kiana Niranjana berdiri di sana, membawanya keluar dari labirin masa lalu yang gelap. Gadis itu mengajarkannya cara tertawa, juga bahagia.

Tapi ternyata, semesta memang kerap kali suka bercanda. Badai itu belum reda sepenuhnya. Luka itu belum kering seutuhnya. Keberadaan Kiana justru menyeretnya menuju luka yang lebih dalam.

Hingga pada satu titik kelelahannya, ia mulai bertanya-tanya: Mungkinkah ia memiliki akhir yang bahagia?


S t o r y l i n e :

Cerita dalam buku ini dibuka dengan Kiana yang terlambat saat ospek. Sebagai hukuman, kakak pembinanya menyuruh Kiana untuk meminta tanda tangan cowok bernama Arjuna. Singkat cerita Kiana kesel banget waktu tahu kalau Arjuna itu adalah sang kakak pembina yang memberi hukuman itu sendiri→ya iyalah kesel, udah terlanjur muterin seantero kampus sampai lecek๐Ÿ˜‚

Awalnya sih Juna cuek-cuek aja sama Kiana, tapi lama-lama tingkah polah Kiana yang 'abnormal' membuat Juna tertarik. Terlebih setelah Juna tahu Kiana memiliki sisi lain yang bisa dibilang berseberangan dengan Kiana yang biasanya. Kiana yang tidak pernah memandang dengan kasihan saat mengetahui masa lalu Juna.

Di sisi lain, ada seorang cowok yang patah hati saat melihat kedekatan Kiana dan Juna. cowok itu adalah Dimas๐Ÿ’” Sebagai sahabat Kiana sedari orok, Dimas memiliki perasaan lebih pada Kiana. Namun Kiana yang cuek bebek sama sekali nggak menyadari perasaan Dimas. Berkali-kali Dimas dibuat patah hati, namun Dimas tetap setia dan selalu ada untuk Kiana dengan tulus. Seperti bintang yang kecewa dan pecah menjadi titik-titik. Namun karena cintanya yang terlalu besar kepada bulan, bintang tetap berada di sisi bulan.


Perlahan tapi pasti dia akan dilupakan. Layaknya orang-orang yang jatuh cinta sendirian, mereka hancur sendirian. - h. 131
Katanya, yang spesial akan kalah dengan yang selalu ada. Namun, ternyata, menjadi berarti dan selalu ada saja belum cukup jika dia tidak melakukan sebuah usaha. - h. 132




Pernah dengar dongeng tentang Matahari, Bulan, dan Bintang?

Sejak lahir Bulan telah ditakdirkan untuk berjodoh dengan Bintang, dan Bintang pun mencintai Bulan karena kecantikannya. Namun sebenarnya Bulan jatuh cinta pada Matahari, begitu pun dengan Matahari yang memiliki keinginan untuk menjadikan Bulan sebagai permaisurinya.

Sayangnya, ada peraturan semesta yang mereka lupakan. Takdir telah ditentukan; Bulan adalah jodoh Bintang, sebagai penguasa, Matahari ditakdirkan hidup sendiri. Bulan dan Matahari pun dipisahkan dalam dua rotasi langit yang berbeda. Bintang yang begitu kecewa pecah menjadi titik-titik kecil. Walau begitu, rasa cintanya yang terlampau besar pada Bulan, Bintang tetap setia di sisi Bulan.

Beautiful sad story, right?


Seperti bintang, bulan, dan matahari, kelak ketiganya akan saling menyakiti, menghancurkan satu sama lain karena terlalu mencintai. - h. 142


K a r a k t e r :


  • Kiana → Cewek yang doyan tidur dan makan ini bisa dibilang urakan. Masa bodo sama yang namanya kuliah→sebelas-dua belas lah sama tokoh Candra [Novel Arka Candra] dan Niken [Novel Ratu Nyontek]. Meski urakan tapi nggak terkesan 'receh'.
  • Arjuna → Cowok ganteng, tajir, dan pintar ini adalah kating Kiana. Dari luar auranya cerah, padahal dalamnya kelam :(
  • Dimas → Sahabat Kiana sedari orok. Rasa yang dimiliki Dimas terhadap Kiana bermutasi seiring berjalannya waktu. Yang mulanya rasa sayang sebagai sahabat, berubah menjadi cinta. #eakkk๐Ÿ˜›
  • Naura → Sahabat Kiana. Mula-mula Naura naksir Juna, tapi akhirnya malah suka sama Dimas.
  • Saka → Cowok teman satu jurusan Dimas, sekaligus selayaknya saudara bagi Juna. Tahu segala hal sesuatu tentang Juna, termasuk sisi kelamnya.

P e n u l i s a n :

Buku ini ditulis menggunakan POV 3 serba tahu. Dari segi penulisan sudah rapi kok, diksi yang digunakan terkesan pas, nggak muluk-muluk tapi ngena. Tambahan quote di setiap awal chapter dan selipan puisinya juga keren. Penulis juga bisa dikatakan berhasil membangun karakter tokoh-tokoh di sini. Beberapa scene memang sempat bikin aku ngerutin kening, cuma karena aku belum riset sendiri, mungkin nanti kapan-kapan akan aku tambahkan.




One sentence: Thank you for make me cry๐Ÿ˜ญ

Yep! This book takes all my breath until my lungs totally empty.
Serius, ini nggak lebay atau buat promosi doang. I really feel it. 
Memang di awal-awal terkesan seperti novel teenlit atau YA pada umumnya, ke tengah mulai nyesek, lalu di bab akhir dan epilog, I swear to jellyfish, I cried~hard.

"Gue tahu, gue nggak bisa memaksa lo menetap selamanya. Semua orang pada akhirnya bakal pergi, entah karena takdir atau waktu. But please, not you." - h. 177

Jujur sebetulnya aku sampai bingung mau nulis apa untuk review, karena bergitu banyak yang pengin aku bagikan dan bahas. Kalau diibaratkan, kisah Juna dan Kiana di sini sebelas-dua belas sama kisahnya Om-Ganteng-Goblin dan Eun Tak. Lucu di awal, gokil, tapi nyesek di ending. Sama-sama menderita karena takdir. Yep! Semesta memang kadang-kadang kejam, melambungkan harapan kita setinggi langit yang ujung-ujungnya membanting harapan kita ke tanah dan membiarkannya tercerai-berai. Bedanya, kalau Ahjussi sama Eun Tak bisa ketemu kembali meski harus menunggu 30 tahun, Juna dan Kiana tidak. Takdir sama sekali nggak berbelas kasihan pada mereka.

Atau mungkin, mereka bisa bahagia hanya jika Tuhan bisa lebih baik, membiarkan waktu berjalan tanpa ada rahasia terbuka. - h. 239

This is beautiful sad story. Mungkin bagi kalian yang doyan cerita dengan alur sederhana dan konflik ringan, ngerasa 'agak' berat ketika baca buku ini. Tapi bagi aku yang doyan bacaan berat dan 'njlimet' cukup puas dengan buku ini. Konflik batin dan garis takdir yang tak bisa dilawannya complicated banget. Nggak cuma itu, buku ini juga mengusung topik mengenai keluarga dan persahabatan. Well, buku ini recomended banget untuk dibaca :) Aku ngerasa beruntung diberi kesempatan untuk membaca dan mereview buku ini. Sama sekali nggak nyesel bisa kenalan sama Juna, dkk.

"Forget the truth just for a while." - h. 246

August 15, 2018

[Blog Tour] Remuk Redam - Christian Simamora - GIVEAWAY





GIVEAWAY timeee!!!!




Nah, part terakhir dari rangkaian Book Tour ini adalah GIVEAWAY. Syaratnya gampang aja kok....

  1. Like postingan ini di IG.
  2. Follow @twigora, @xsimamora, dan @sandra.bianca
  3. Repost/reshare banner ini dan sertakan hastag #SanBiRemukRedamGA - nggak perlu tag aku ya
  4. Follow blog-ku - follow button-nya ada di bagian kanan bawah. Ini opsional alias nggak wajib kok.
  5. Komen DONE di postingan IG dan tag 2 orang temanmu yang berminat.
  6. Tinggalkan komen kalian di kolom komentar postingan ini dengan format nama, usia, domisili. Sertakan juga alasan kalian pengin baca buku ini.
  7. Terakhir, silakan menunggu pengumuman. Maksimal 3 hari setelah closed yak! Semoga beruntung! ❤❤


Luc is waiting for y'all....

[Blog Tour] Remuk Redam - Christian Simamora - Review+Photo Challenge



Judul: Remuk Redam
Penulis: Christian Simamora
Halaman: 376 halaman
Genre: Novel Dewasa (21+)
Tahun: Maret, 2018
Penerbit: Roro Raya Sejahtera
ISBN: 9786025129001
Rate: ★★★★☆

"Men are basically dogs. You have to train them, so that they can love you properly." - h. 21

Blurb:

Jatuh cinta itu gampang.
Kau bahkan tak perlu alasan untuk merasakannya di dalam dirimu.
Menghangatkan jantungmu. Membuatmu tersipu.

Sedangkan mencintai, itu perkara yang lain lagi.
Kau dituntut untuk beradaptasi dan memahami. Berkorban dan mengampuni.
Dan setelah semuanya dilakukan pun, belum tentu juga cintamu akan berbuah baik.
Seringnya, kau kembali sendirian dan merasa jauh lebih buruk daripada sebelumnya.

Jadi, pesanku: jatuh cintalah... tapi jangan kau sampai mencintainya.
Kau mungkin jauh lebih bahagia.


Storyline:

Olivia tengah dilanda kekhawatiran karena butik miliknya, Gentleman 1995, terancam bangkrut karena jumlah omzet yang kian menurun. Yup! Satu-satunya butik kesayangan Olivia itu bak hidup tak mampu, mati pun ogah. Lalu Fendy, cowok non-straight yang disebut Olivia sebagai sahabat sehidup setengah mati menyarankan Olivia untuk menutup butiknya.
"Kalo keadaan ini berlanjut dan semakin parah, gue pastiin butik yang sangat lo cintai ini akan balik membebani lo dengan jerat utang." - Fendy [- h. 11]
Hell, no! Tentu saja Olivia menolak ide itu. Butik itu adalah hasil kerja keras sekaligus kebanggannya, nggak mungkin dong Olivia bersedia menyerah gitu aja. Singkat cerita, obrolan demi obrolan membawa mereka menemukan satu solusi yang paling memungkinkan untuk dijalankan saat ini. Yep, menyewa seorang influencer sebagai endorse. But, but, but ...yang namanya menyewa itu jelas butuh duit lah, sementara Olivia hanya bisa megap-megap ketika Fendy memberitahu tarif para influencer. Mereka kembali cas-cis-cus sampai akhirnya terceletuk sebuah ide di benak Olivia, yaitu memacari salah satu influencer dan memintanya untuk meng-endorse barang dagangannya. Jatuhlah pilihan Olivia kepada Mahir Siregar. Namun saat Olivia menghadiri MagCon dengan maksud untuk menarik perhatian Mahir, yang Olivia dapat malah Lucas Wolff a.k.a vokalis Expectation a.k.a sohibnya Mahir. 

Olivia langsung ilfil di pertemuan pertama mereka karena penampilan Luc mengingatkannya pada mantannya yang brengsek part ultimate~sumpah mantannya ini brengsek abis, nanti kalian baca sendiri deh, nggak seru kalau diceritain di sini juga. Sementara Luc merasa tertantang karena seberapa keras dia flirting ke Olivia, cewek itu benar-benar nggak merasa tertarik dengan pesona bad boy-nya. Iya, bad boy: badan penuh tato, vokalis band rock. But he's damn sexy. Heck!

Luc bersikeras mengejar dengan berbagai cara dan Olivia pun memberi 'kesempatan' dengan segudang risiko. Hubungan mereka berjalan 'tipu-tipu' karena sebetulnya ada alasan lain yang mendasari. Sayangnya Luc dan Olivia akhirnya malah terjerat dalam hubungan 'tipu-tipu' mereka. Saat segalanya terungkap, mereka marah, mereka berpisah, namun hati mereka sama-sama menangis. Hiks :(

Sad ending dong?
Enggaklah, mana mungkin Babang tega mematahkan hati para pembacanya. Ya, nggak? 


Love doesn't guarantee happiness.
Jadi, jatuh cintalah..., pesan Olivia untuk dirinya sendiri, tapi jangan tergoda untuk mencintainya.
Jaga baik-baik hatimu.
- h. 68


Karakter:

Nothing's wrong with characters here. Aku suka gaya Olivia yang bisa menjaga perasaannya, nggak mengumbar klepek-klepek kek drama queen. Cewek perlu punya harga diri juga lah. Sedikit gengsi dan jual mahal itu perlu~pake banget! Karakter Luc juga feels so real. Yeah, cowok kalau udah kadung jatuh cinta, apa pun dilakukan, termasuk mengorbankan harga diri. Anything to get her heart, right?


What are we doing, Luc? We're not in a relationship but we act like we are exclusive. - h. 232

Penulisan:

Alah-alah, seperti biasanya, tulisan Babang nggak pernah bikin aku bosen waktu baca. Bahasa, setting, dan topiknya kekinian banget, so nggak perlu lah kita mikir keras buat berimajinasi. Malah semua itu bikin kita gampang masuk ke dalam buku ini~dan ogah keluar karena kecantol Luc. Lol๐Ÿ˜˜ Btw buku ini aku habisin dalam sekali duduk loh. I swear to Dick Butt! ~click if you wanna know what it was :D and don't laugh please.... Aha! Di buku ini juga ada nyerempet-nyerempet soal itu kok. Siap-siap nyengir kuda yak!


Scene favorit↠ Waktu ngomongin soal cukuran itu. Sumpah ngakak sampe nangis aku๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…๐Ÿ˜… Nggak bisa bayangin deh pokoknya.


"I'm tired of this game. I don't want to play it anymore. Hearts aren't toys and our feelings aren't playgrounds." - h. 342


Akan tiba saatnya ketika lirik lagu yang sedang kamu dengarkan seperti ditulis khusus untukmu. - h. 155

Well, buku ini seru banget menurutku. Dengan storyline yang ringan dan tokoh-tokoh yang hm~ interesting, buku ini sayang banget buat dilewatin gitu aja. Seperti biasa, suguhan ceritanya seksi, so wajib siapin kipas ya. Arrrggh, bayangin Luc aja udah bikin keringetan nih! Oh ya, aku nggak nyangka lho, kalau lagu-lagu yang dinyanyiin Luc ternyata ada juga di favorite playlist-ku. Seperti All My Life-nya K-Ci & Jojo, tapi aku punyanya yang versi Shayne Ward, wkwk. Terus Jessie's Girl-nya Rick Springfield, nah yang ini aku punyanya versi Glee yang dinyanyiin mendiang Cory Monteith. Yang ngikutin Glee pasti taulah :3 Di halaman awal juga udah disuguhin playlist yang entah kebetulan atau enggak, aku juga suka, misalnya: That's Not My Name (The Tings Tings), I Believe in a Thing Called Love (The Darkness), Still Into You (Paramore), I Love Loving You (The Vamps), Bed of Roses (Bon Jovi), I Miss You (Blink 182), She Will Be Loved (Maroon 5), Marry Me (Train).

Jujur sebagai penggemar bad boy, aku suka pake banget sama buku ini. Babang berhasil menciptakan my boyfie a.k.a Luc sesuai dengan apa yang ada di imajinasiku. Bad, dangerous, but sweet. Ceritanya yang ringan dengan ending yang nggak muluk-muluk a.k.a ngalir, bisa banget buat refreshing, haghaghaghag!

Fyi → Waktu baca aku bayangin Luc itu Jamie Campbell Bower, vokalisnya Counterfeit. Mungkin agak kekurusan ya? But dunno when I read this, Jamie's face popped up in my head. Lol.



♫ 'I saw a girl with the most beautiful eyes that I've ever known. 
I saw a girl and then forgot how to look away.'

'I saw a girl then thought, she would make me down to my knees.
I also thought, why the hell not?
I would be more than glad to let her ruin my world completely.' 

♫ 'I want to kiss her until she forgets herself completely.
Kiss her crazy, kiss her stupid.
And when I ask for her name and she doesn't answer,
that's the sign to kiss her more.' 


Itu lagunya siapa sih?
Hm, itu lagu yang diciptain Luc spesial buat Olivia.
Not just hot, he's so damn romantic! Aw!!!!
So, are you guys ready to rock with Luc?


"There are four things I want to tell you, Luv:
that I love you
I deeply care for you
I will always be faithful to you
and now... I want to marry you."


Photo Challenge:




Don't miss the GIVEAWAY on my next post. Thank you! x

August 14, 2018

[Blog Tour] Remuk Redam - Christian Simamora - ASK AUTHOR



Hi.... Sebelumnya aku mau ngucapin banyak-banyak terima kasih pada Penerbit Roro Raya Sejahtera yang sudah milih aku sebagai salah satu host buku Remuk Redam ini. I'm so, so, so fucking happy with this. Siapa sih yang nggak happy dapat kesempatan ikut rangkaian blog tour-nya buku karangan Babang Christian Simamora ini? Hehe....

Okay, hari ini dan besok aku bakalan ngajak kalian-kalian semua—baik yang udah baca maupun belum—untuk kepoin bareng buku Remuk Redam ini. Yep! You must read this one and feel it how fucking remuk redam. Lol ๐Ÿ˜




Nah, sebagai first post-ku, yuk kita simak wawancara singkat seputar buku Remuk Redam yang dijawab langsung sama authornya:

๐ŸŒน♬♫๐ŸŽถ♪♩๐ŸŒน


Hai, Bang.... Sebetulnya aku punya pertanyaan ini lamaaa banget. Babang kan bisa dibilang produktif meluncurkan novel nih, btw ide-idenya ngalir gitu aja atau memang sudah ada draft-nya sejak lama?
Kalo lagi nggak sibuk nulis novel, biasanya Babang bikin plot. Di saat perlu, tinggal buka-buka folder plot dan cari yang bisa dibikin lebih matang/diotak-atik sesuai kemauan, lalu mulai nulis deh.

Remuk Redam selesai dalam waktu berapa lama, Bang?
Sama kayak novel-novel sebelumnya. 2-3 bulan.

Kendala apa yang ditemui saat menulis novel Remuk Redam ini?
Justru karena bukan bagian dari #jboyfriend, Babang lebih santai ngerjainnya.

Siapa tokoh favorit Babang di novel Remuk Redam ini?
LUC TEAM garis keras dong ah.

Last, one word untuk novel Remuk Redam.
Tipu-Tipu. Haghaghaghag!

๐ŸŒน♬♫๐ŸŽถ♪♩๐ŸŒน 



Oh ya, menurutku buku ini tuh agak berbeda dengan buku-buku Babang CS yang lain lho! Ehm, gimana ya.... Pokoknya lebih seru dan lebih W.O.W aja. Haghaghaghag!
Penasaran? Harus penasaran dong! Rugi banget kalau kalian nolak kenalan sama Luc. For God sake, he's HOT as hell. Penggemar bad boy kayak aku pasti klepek-klepek๐Ÿ˜ต
Masih belum penasaran? Hm, ikuti postinganku selanjutnya ya, kita kenalan sama Luc—and why you must read this one๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹



P. S. Sekadar info nggak penting, pas nunggu email balasan dari Babang rasanya tuh kayak lagi nembak cowok tapi nggak segera dapet balasan. Waktu ada notif email masuk dan itu dari Babang, rasanya tuh.... Aw! Aw! Aw! Nggak dapat dilukiskan dengan kata-kata, apalagi dengan cat air atau spidol. Lol๐Ÿ˜


Tentang Penulis :



CHRISTIAN SIMAMORA
Penulis 21 novel romance sejak 2005. Belajar mencintai musik rock karena REMUK REDAM. I Believe In A Thing Called Love-nya The Darkness adalah lagu rock favorit buat naikin semangat menulis.

CHECK HIM OUT
Fanpage: @ChristianSimamoraAuthor
Twitter: @09061983
Instagram: @XSIMAMORA


Blog tour akan diadakan selama 20  hari dengan jadwal sebagai berikut:


4 – 5 AGUSTUS 2018: SRI SULISTYOWATI
Url Blog: https://www.kubikelromance.com/

6 – 7 AGUSTUS 2018: INTAN NOVRIZA KAMALA SARI
Url Blog: http://www.ketimpukbuku.com/

8 – 9 AGUSTUS 2018: ILMI FADILLAH
Url blog: http://ilmifadillah.blogspot.com

10 – 11 AGUSTUS 2018: HILEL HODAWYA
Url blog : hilelhodawya.wordpress.com

12 – 13 AGUSTUS 2018: ERHI DIVINA
Url blog : http://runeofstories.wordpress.com

14 – 15 AGUSTUS 2018: SANDRA BIANCA
Url Blog: https://biancatwinbee.blogspot.com/

16 – 17 AGUSTUS 2018: PUTU RINI CIPTA RAHAYU
URL Blog : rinspiration95.blogspot.com

18 – 19 AGUSTUS 2018: SEFFI SOFFI
URL blog: http://seffisoffi.blogspot.com

20 – 21 AGUSTUS 2018: ADE DELINA PUTRI
URL blog: delinabook.wordpress.com

22 – 23 AGUSTUS 2018: CAROLINA TEDJAPRANATA
Url Blog: www.wolfcxreads.wordpress.com