March 21, 2019

[Book Review] Dirt on My Boots - Titi Sanaria

Judul: Dirt on My Boots
Penulis: Titi Sanaria
Genre: Novel Dewasa (18+)
Halaman: 300 halaman
Tahun: September, 2017
Penerbit: Elex Media Komputido
ISBN: 9786020447230
Harga: -
Rate: ★★★☆☆


B l u r b :

Entah ini kutukan atau anugerah, tapi ada banyak laki-laki tampan di kantorku.

Bos besarku masih menawan di usianya yang sudah enam puluhan, namun tentu saja dia bukan pilihan potensial. Aku mencari kekasih, bukan ayah angkat. Lalu Pak Freddy, laki-laki paling tampan di kantor. Dia punya senyum maut yang sayangnya hanya diperuntukkan istrinya. Masih ada pria yang tidak kalah tampan di divisiku lho, dan mereka lajang!

Hore...? Tidak juga.

Putra lebih muda dariku, tapi menjalin cinta dengan berondong tidak ada di daftarku. Sandro lebih tua, tapi aku tak menemukan ada aliran listrik yang tiba-tiba menyambar saat kami berdekatan. Tidak ada ribuan kupu-kupu yang tiba-tiba membentuk koloni, bersarang, dan mendadak mengepak bersamaan di perutku.

Lalu Pak Andra, bos baru di kantorku dengan bokong terindah di dunia. Ya, dia potensial. Tampan dan pintar, dua keunggulan yang hanya dimiliki satu dari seribu laki-laki di dunia. Barangkali masalahnya ada pada diriku. Aku jelas bukan calon potensial baginya. Aku tidak memiliki apa yang diharapkan olehnya, atau lelaki lainnya di dunia ini. You know what I mean—sesuatu yang besar di bagian tubuhmu. Tapi yang jadi masalah, seharusnya sejak awal aku tahu kalau dia tidak memercayai komitmen.

Kebingunganku semakin berlimpah-ruah, ketika aku suatu hari terbangun di sebuah ranjang dan mendapati sosoknya di sampingku. Semenjak itu pikiranku kian terusik. Apa yang sudah kulakukan dengan bosku? Atau, tepatnya apa yang telah bosku lakukan kepadaku?

K a r a k t e r :

Sita → Perempuan lajang a.k.a belum menikah, berusia 27 tahun dengan status jomblo. Mulutnya kayak talang bocor, terutama kalau ngomongin soal ML.

Pak Andra a.k.a Fendy → Bos baru yang menjadi atasan langsung Sita. Orangnya punya stok pede segudang dan bisa dikatakan diktator. Nggak mau mengikat diri dengan lawan jenis, alias sex just for have fun.

Putra & Sandro → Teman sekantor Sita yang kalau ngomong juga nggak pakai saringan. Blak-blakan sekali soal seks dan tetek bengeknya.

Raisa → Teman sekantor Sita yang bisa dikatakan paling junior. Mesum juga meski belum se-expert Sita. Kalau diajak ngomong suka lola alias loading lama.... *krikkk krikkk*

Sofi → Sohib Sita.

Kak Gian → Mantan kecengan Sita zaman cinta monyet.

💑

Tbh, aku baca buku ini karena racun dari salah seorang teman. Dia bisa dibilang penggemar setia karya-karya Titi Sanaria. DoMB ini adalah buku ketiga dari Titi Sanaria yang aku baca. Kalau dua buku sebelumnya aku nggak ngerasain apa-apa waktu baca alias anyep, buku ini berbeda.

DoMB ini bercerita mengenai Sita, cewek yang punya mulut kayak talang bocor mengenai hal-hal vulgar padahal dia sendiri masih segelan. Bisa dikata Sita ini jago ngomong doang, pengalaman nol. Tapi seringnya sih Sita ngomongin soal bokong para cowok, menurutnya bokong laki-laki adalah bagian terseksi. Lalu ada bos baru datang untuk menggantikan bos lamanya. Nama bos barunya itu Pak Andra. Selain memiliki bokong seksi, rupanya Pak Andra juga nggak segan-segan meladeni mulut talang bocor Sita, yang terkadang membuat Sita malu sendiri.

Oke, mari kita bahas lebih lanjut. . . .
Buku ini kocak. Lucu. Aku sempat ngakak beberapa kali ngelihat kegajean geng mesum yang membahas soal seks dan tetek bengeknya. Aku cukup suka dengan para karakternya yang nggak muna dan lebih apa adanya. Mungkin bahasan atau obrolan mengenai seks di sini terkesan blak-blakan, bahkan berlebihan. So? Bagiku wajar, toh mereka udah pada dewasa. Lagi pula kalau lawan bicara kita merasa fine-fine aja dengan topik obrolan semacam itu, kenapa tidak? Ya, kan? Kalau toh ada beberapa pembaca yang nggak nyaman dengan ini, ya nggak usah dibaca. Hehe....

Dari segi kocaknya, dapet banget. Aku suka.
Tapi dari segi ceritanya sendiri, aku sempat tersesat. Arah ceritanya ke mana, itu udah ketebak banget di awal. Hanya saja menurutku terlalu 'nyaman' di kocaknya, ceritanya jadi stuck. Aku sempat bertanya-tanya lho, ini hubungan Sita-Pak Andra kapan ada kemajuan sih? Setelah separuh lebih baru ada tanda-tanda 'maju'.

Feel antar tokohnya juga nggak berasa di aku. Entah karena aku yang udah mati rasa atau gimana, yang pasti bagiku chemistry antara Sita dan Pak Andra itu nggak ada. Kaku banget.

Terus soal endingnya. Fix, aku muterin mata di bagian ini.
Jadi—menurutku—karena terlalu banyak lucu-lucuan di depan, fase seriusnya jadi nggak kegarap. Kisah Sita-Pak Andra berasa cuma numpang lewat doang. Apalagi di akhir mereka dibuat bertengkar lagi, terus cara baikannya gitu amat.

Banyak yang bilang DoMB terbitan mayor ini beda banget dengan yang di Wattpad. Sayang sekali aku nggak sempat baca yang di Wattpad, huhu.....

Dari segi penulisan nggak overdosis kata 'aku' seperti yang di MP. Tapi sempat terganggu dengan bahasan Big-O yang entah berapa kali disebut di awal. Dikit-dikit nyebut Big-O.

Bagiku buku ini menghibur dan enak dibaca. Secara keseluruhan aku cukup suka, tapi rasa sukaku cuma sekadar suka, nggak sampai suka banget. Mungkin aja kalau kisah antara Sita dan Pak Andra nggak hanya numpang lewat, aku bisa bakal lebih menikmati. So far aku cuma menikmati dirty talk-nya aja, selebihnya nggak.

💑

Q u o t e s :

Sejatinya, cinta pada pandangan pertama itu hanya tipuan. Terlihat sangat indah karena itu tidak akan terjadi di dunia nyata. [Sita] - h. 35
"Masalahnya, hati lo nggak pernah minta persetujuan untuk cinta sama seseorang, Sit. Cinta seringnya datang karena kebersamaan. [Sofi] - h. 45
Terkadang sesuatu yang pernah terlintas di benak kita bisa menjelma nyata, dan saat itu terjadi kita malah tidak tahu bagaimana harus meresponsnya. [Sita] - h. 53
Hanya perlu satu kebohongan untuk jatuh dalam rentetan kebohongan lain yang lebih panjang. [Sita] - h. 87
Kata-kata buruk dari seseorang yang berarti bagi kita selalu menyakitkan. Karena kita memaknainya dengan hati. [Sita] - h. 206
"Orang nggak bisa putus setiap kali berbeda pandangan, Sita. Mereka mencari jalan tengah untuk menjembatinya." [Fendy] - h. 239 

March 20, 2019

[Book Review] Five Feet Apart - Rachael Lippincott

Judul: Five Feet Apart
Penulis: Rachael Lippincott
Genre: Teen, Young Adult
Halaman: 288 halaman
Penerbit: Simon and Schuster Books for Young Readers
Tahun: November, 2018
ISBN: -
Harga: -
Rate: ★★★★☆


B l u r b :

Can you love someone you can never touch?

Stella Grant likes to be in control—even though her totally out of control lungs have sent her in and out of the hospital most of her life. At this point, what Stella needs to control most is keeping herself away from anyone or anything that might pass along an infection and jeopardize the possibility of a lung transplant. Six feet apart. No exceptions.

The only thing Will Newman wants to be in control of is getting out of this hospital. He couldn’t care less about his treatments, or a fancy new clinical drug trial. Soon, he’ll turn eighteen and then he’ll be able to unplug all these machines and actually go see the world, not just its hospitals.

Will’s exactly what Stella needs to stay away from. If he so much as breathes on Stella she could lose her spot on the transplant list. Either one of them could die. The only way to stay alive is to stay apart. But suddenly six feet doesn’t feel like safety. It feels like punishment.

What if they could steal back just a little bit of the space their broken lungs have stolen from them? Would five feet apart really be so dangerous if it stops their hearts from breaking too?

P. S. Maap blurb-nya copas dari GR dan nggak aku terjemahin.

K a r a k t e r :

Stella → Penderita CF yang dirawat di rumah sakit sejak usia enam tahun. Nggak sepenuhnya dirawat sih, dia masih sekolah juga kok. Selama di rawat dia nggak cuma diem aja, tapi bikin channel YouTube tentang CF. Terus dia juga bikin aplikasi hp untuk mempermudah penderita CF minum obat dan treatment tepat waktu.

Will → Cowok penderita CF juga. Bedanya, Will juga terinfeksi oleh B. cepacia yang membuatnya tereliminasi dari daftar penerima donor paru-paru. Berbeda dengan Stella yang optimis, Will ini malah nggak pengin dirawat di rumah sakit. Baginya, waktu yang tersisa itu harusnya dinikmati dengan hidup sesuai keinginannya, bukannya malah terkurung di rumah sakit. Cowok ini hobinya menggambar, terutama kartun.

Poe → Teman baik Stella, sesama penderita CF. Mereka ini temenan sejak mereka masih kecil, tepatnya waktu pertama kali Stella dirawat di rumah sakit. Meski cowok Poe ini pinter masak lho!

Mya & Camilla → Stella's BFF.

Hope & Jason → Will's BFF.

💔💔💔💔💔

Another story like A Fault in Our Stars, Before I Die or A Walk to Remember?
Hm, at the start I guess this book will be same with the previous. Tapi setelah di baca, aku ngerasa enjoy dan begitu menikmatinya.

Buku ini menceritakan tentang penderita CF (Cystic Fibrosis) atau disebut juga kista fibrosis. Yaitu sebuah penyakit genetik yang menyebabkan lendir di dalam tubuh menjadi kental dan lengket. Karena kental dan lengket, lendir-lendir ini kemudian menyumbat berbagai saluran yang ada di dalam tubuh, terutama saluran pernapasan dan pencernaan. Nah, para penderita CF ini dilarang untuk berdekatan, karena dapat menularkan bakteri atau virus satu sama lain. Hal itulah yang membuat Stella dan Will tetap menjaga jarak. Will sendiri selain menderita CF, juga menderita B, cepacia. B. cepacia ini adalah bakteri yang menginfeksi tubuh seseorang yang sedang rentan.

Meski udah berusaha, tapi yang namanya hati memang susah dinasihati. Stella dan Will harusnya cukup berteman aja, eh malah saling jatuh cinta. Stella itu sebel lihat Will yang males minum obat dan skip skip treatment. Sementara Will yang dasarnya emang nggak suka diatur-atur akhirnya milih nurut aja daripada dicerewetin, hehe....

Mereka dekat. Mereka pacaran. Tapi tetap nggak boleh bersentuhan. Jarak aman mereka six feet alias enam langkah. Lah, kok bisa jadi five feet? Yes, they broke the rule.

Dari kacamata young adult, buku ini bikin aku ngerasain senang dan sedih dalam waktu bersamaan. Senang karena jatuh cinta, tapi sedih karena nggak bisa bersentuhan. Hiks, pengangan tangan pun nggak boleh. Bener-bener harus ada jarak.

Lalu dari kacamata lainnya, banyak pelajaran yang bisa diambil. Jadi memahami apa yang orang sakit inginkan itu nggak gampang. Mereka punya ketakutan besar yang mengalahkan harapan mereka untuk hidup. Contohnya Will, mamanya ingin Will sembuh gimanapun caranya. Tapi yang Will pikirkan nggak gitu. Cepat atau lambat dia pasti bakalan mati, so daripada buang-buang waktu buat treatment, dll yang nggak penting, dia milih buat hidup sesuai keinginannya, pergi ke tempat-tempat yang dia ingin kunjungi selagi bisa. Sementara Stella yang dari awal optimis dan semangat, drop di akhir karena merasa orang-orang yang harusnya pergi setelah dia, malah pergi terlebih dulu.

Ada sisi mengharukan ketika mereka harus merelakan sebuah kehilangan. Teman yang beru saja tertawa dan bersenang-senang bersama, tiba-tiba paru-parunya nggak berfungsi dan.... yah, u know lah.

People come and go. Itu nggak bisa ditolak.
CF merenggut apa yang seharusnya dimiliki Stella dan Will. Di saat teman-temannya bisa pergi ke mana-mana dan leluasa jatuh cinta, mereka nggak bisa. Bayangin juga mereka yang harus hidup dengan alat-alat di badan mereka, G-tube dan portabel oksigen misalnya, terus badan penuh dengan luka bekas operasi. It's hard to carry. And, pretty much CFer are infertile.

Gaya bahasa yang dipakai ringan dan simpel meski buku ini tentang penyakit, nggak njlimet lah pokoknya. Sekali baca bisa langsung habis.

Endingnya?
Tenang, nggak sad ending kok meski 'ewh'. Wkwk....
Hoping someday this book will be translated into Bahasa.

Btw jangan lupa nonton movie-nya juga ya.... Cole Sprouse as Will Newman loh!❤❤



Q u o t e s :

"My lungs are toast. So I'm going to enjoy the view while I can." [Will]
"Everyone in this world is breathing borrowed air." [Will]
"Wanting someone to live isn't same thing as wanting them." [Stella]
"I've been dying my whole life. Evehry birthday, we celebrated like it wa my last one." [Stella] 
"This disease is a fucking prison! I want to hug you." [Will]
Time. All this waiting is agony. [Will]
For me, it was easy to give up. It was easy to fight my treatments and focus on the time I do have. Stop working so damn hard for just a few seconds more. But Stella and Poe are making me want every second more than I get. [Will]
The distance between us will never go away or change. Six feet forever. [Will]
I know in that moment, even though it could not be more ridiculous, that if I die in there, I won't die without falling ini love. [Stella]
The only thing worse than not being able to be with her or be around her would be living in a world that she didn't exist in at all. Especially if it's my fault. [Will]
When you have CF, you don't know how much time you have left. But, honestly, you don't know much time the ones you love have left either. [Stella]
Every minute of my life is what-if, and it would be no different with Will. But I can already tell one thing. It'll be different without him. [Stella]
"You know what someone gets for loving me? They get to help me pay of all my care, and then they watch me die. How is that fair to anyone?" [Poe]
"Cystic fibrosis will steal no more from me. From now on, I am the thief." [Stella]
“When I was really little, I used to just stare at these fish, wondering what it would feel like to be able to hold my breath long enough to swim like they do.” [Stella]
“There’s one theory I like that says in order to understand death, we have to look at birth.” [Stella]
“But we all die alone, don’t we? The people we love can’t go with us.” [Will]
“God, you’re beautiful. And brave. It’s a crime I can’t touch you.” [Will]
It hurts, but the pain isn’t as sharp. [Stella]
I’ll die or they will, and this cycle of people dying and people grieving will just continue. [Stella]
If this year has taught me anything, it’s that grief can destroy a person. [Stella]
“It’s just life, Will. It’ll be over before we know it.” [Stella]
“You know I want to. But I can’t.” [Will]
“You make me want a life I can’t have.” [Will]
“Don’t think about what you’ve lost. Think of how much you have to gain. Live, Stella.” [Will]
“I guess it’s true what that book of yours says—the soul knows no time. These past few weeks will last forever for me. My only regret is that you never got to see your lights.” [Will]
“The only thing I want is to be with you. But I need for you to be safe. Safe from me.” [Will]
“I don’t want to leave you, but I love you too much to stay.” [Will]
“We need that touch from the one we love, almost as much as we need air to breathe. I never understood the importance of touch, his touch . . . until I couldn’t have it.” [Stella] 
The pain reminds me that they were here, that I’m alive. [Stella]

March 12, 2019

[Book Review] Nagra & Aru - Inggrid Sonya & Jenny Thalia

Judul: Nagra & Aru
Penulis: Inggrid Sonya & Jenny Thalia
Genre: Novel Remaja (15+)
Halaman: 360 halaman
Tahun: 2019
Penerbit: GPU
ISBN: 9786020620961, 9786020620978 (Digital)
Harga: IDR. 92.000 (P. Jawa)
Rate: ★★★½


B l u r b :

"Gue jadi saksi pertama Aru nembak Nagra. Temen gue itu emang cewek nggak tahu malu. Udah ditolak Nagra, masih maju terus."
Fera, teman pertama Aru di SMA Grafika.

"Ngeliat Nagra kayak lagi alergi tiap ada Aru tuh hal biasa. Sampai Nagra akhirnya kebal tiap kali Aru ngegombalin dia!"
Leon, salah satu Gerombolan Boros yang suka kongkow bareng Nagra.

Aru seneng banget bisa sekelas dengan Nagra, cowok jangkung yang mencuri hatinya sejak MOS. Serangan gencar Aru ke Nagra sudah dengan berbagai cara: drama Korea, Webtoon, dan rayuan alay. Sayangnya, Nagra tetap cuek. Cowok itu hanya menganggap Aru teman sekelas, bahkan kadang merasa terganggu dengan kehadiran cewek boncel itu.

Tapi, biasanya kan dua kutub yang bertolak belakang bakal tarik-menarik. Nagra dan Aru mungkin nggak ya kayak begitu?

K a r a k t e r :

Aru → Cewek selebor yang naksir berat sama Nagra. Demen banget baca Webtoon dan nonton drakor. Kerjaannya ngecengin Nagra di mana pun, entah di kelas, di lapangan futsal, pokoknya di mana aja deh.

Nagra → Cowok yang kata Aru kenakalannya masih dalam batas wajar ini udah kebal sama sikap Aru yang selalu ngecengin dia. Ada alasan kenapa dia sama sekali nggak pacaran juga, padahal cewek yang dimodusin banyak.

Igo → Pentolan SMA Grafika. Berandal yang sebenarnya cuma terjebak dalam dunia hitam karena frustrasi—keluarganya nggak pernah peduli. Bersahabat baik dengan Nagra meski sempat musuhan.

Wulan → Cinta pertama Nagra yang ngilang selama dua tahun sebelum akhirnya muncul kembali di SMA Grafika.


♥♥♥

Yah, seperti gelarnya, buku ini memang bener-bener receh. Dari segi cerita sebetulnya juga simpel. Dimulai dari Aru yang nguber-nguber Nagra, terus Nagra yang ngerasa udah memiliki Wulan menyuruhnya untuk berhenti. Di saat Aru patah hati, muncul Igo, cowok berandal yang rupanya memiliki luka tersendiri. Aru dan Igo awalnya cuma dekat buat simulasi Aru dalam mendekati Nagra, tapi setelah ditolak, mereka malah saling bersandar. Nagra yang melihat itu cuek-cuek aja, dia udah punya Wulan, kan? Tapi perasannya nggak bisa bohong, bahkan Wulan pun tahu kalau setiap kali Nagra ngomongin Aru, Nagra kelihatan seneng banget.

Plot semacam ini udah biasa ditemui di novel-novel teenlit, tapi yang buat novel ini berbeda adalah recehnya itu lho! Sumpah receh banget, dari obrolan sampai guyonannya super receh. Jadi memang kelebihan buku ini terletak di recehnya, bikin yang baca nggak ngantuk.

Gaya bahasa yang dipakai, sekali lagi, receh banget. Kalimat-kalimatnnya nggak puitis-puitis gitu, tapi ngena. Nggak perlu puitis kan, buat bikin baper?

Masa-masa SMA mereka dikemas dengan receh dan seru sih, unsur-unsurnya pas. Ada manisnya, asemnya, pedihnya.... Bagiku semua itu pas di buku ini. Tapi sayangnya waktu mereka udah lulus, kuliah, kemudian kerja, aku kurang menikmati part itu. Padahal masih receh juga. Entahlah, aku ngerasa ada sesuatu yang nggak pas gitu aja sih. Untungnya ada sisi menyenangkannya, yaitu ketika mereka behasil meraih impian masing-masing. Siapa yang nyangka sih waktu SMA-nya mereka gitu, tapi bener-bener gigih sama impiannya. Salut gue.

Overall buku ini nyenengin untuk dibaca, bisa ngakak, nyengir, dan kadang-kadang baper.

Lalu, ngomong-ngomong soal karakter favorit, aku kepelet sama Igo. Hm, bukan hal baru lagi buat aku kepincut sama second lead male, haha.... Bukannya aku nggak suka Nagra sih, tapi bagiku Igo lebih memberikan kesan aja di aku.

Am I recomending this book?
Hell, YES! Kali aja ada yang mau mengenang masa putih abu-abu, ciye....



Q u o t e s :

"Dia berhak melihat dunia sebelum berlabuh ke dunia dia sebenarnya." [Aru] - h. 27
Gue bisa bercanda soal apa pun, kecuali agama. Gue udah kebanyakan dosa. Masa iya gue mau nambah dosa-dosa nggak penting dengan mengentengkan Tuhan gue sendiri? [Nagra] - h. 46
"Gue emang nakal, Neng. Tapi gue nggak pernah nakalin cewek. Jangan kayak kebanyakan, Ra, terlalu sering berprasangka sampai hidup dengan prasangka itu sendiri." [Igo] - h. 70
"Tiap orang emang punya pilihan. Lo mungkin milih mau hidup lebih lama, tapi orang lain mau mati lebih cepet." [Igo] - h. 88
Selama ini aku berpikir aku menyukai Nagra bagaimanapun kondisinya. Aku selalu melarang diriku sendiri untuk galau dan baper berkepanjangan. Tapi kadang-kadang... aku merasa kalau semua ini melelahkan. [Aru] - h. 89-90
"Berhenti, Ru. Nggak ada rasa suka yang cuma nyiksa diri sendiri." [Nagra] - h. 106
"Kalo mau ngadepin psikopat, ya harus jadi psikopat jugalah." [Nagra] - h. 111
"Disakitin kok terbiasa sih, Go? Gimana caranya biar kita terbiasa?" [Aru] - h. 124
"Ya, jangan cari cara supaya terbiasa disakiti, Ra. Kita cuma perlu cari cara buat tetap bertahan sesering apa pun kita disakitin. Manusia sering kali cari hal-hal besar buat mengubah dunia, buat mengubah diri sendiri. Tapi sebenernya kita cuma butuh hal-hal kecil buat bertahan di dunia ini." [Igo] - h. 124
"Gue lebih milih denger pemikiran absurd lo dibanding denger ketawa lo yang terpaksa." [Igo} - h. 125
"Bersandar aja, Ra. Bersandar itu nggak harus nunggu lo lemah dan nggak harus nunggu gue kuat. Siapa tahu dengan bersandar kita jadi sama-sama kuat." [Igo] - h. 125
Gue diem. Bukan karena nggak ada kata yang harus disampaikan lagi, tapi lebih karena kecewa dengan apa yang baru aja gue dengar. [Nagra] - h. 150
Buat apa aku menyukai seseorang yang dengan tegas menyuruhku berhenti menyukainya? [Aru] - h. 158
"Rasa kasihan itu termasuk emosi, Go!. Emang kenapa kalau gue kasihan sama lo? Kasihan itu bukan berarti meremehkan, tapi peduli! Emang dosa dikasihani orang?" [Aru] - h. 205
Ngeliat Aru yang udah sesantai ini waktu ngomong sama gue, membuat gue yakin kalo udah nggak ada lagi gue di hidupnya. [Nagra] - h. 234
"Gue seneng kerja jantung lo udah seirama dengan jantung gue." [Igo} - h. 253
"Kenapa kita nggak pernah ketemu di satu jalan yang sama ya, Ru?" [Nagra] - h. 298
Kata orang, kalau ada mantan yang masih bisa berteman, hanya ada dua kemungkinan; mereka masih saling mencintai atau mereka selama ini tidak pernah benar-benar saling mencintai. [Aru] - h. 310
Yah, ketika seseorang pergi, hal-hal kecil pun selalu berhasil mengingatkan kita pada orang tersebut. [Nagra] - h. 314
Mungkin benar, aku suka dia habis-habisan sampai babak belur, kemudian berusaha sembuh, tapi lebam itu masih ada. Dan tidak akan bisa sembuh karena perasaan itu bahkan setelah dihancurkan berkai-kali—masih tetap ada. [Aru] - h. 320

February 28, 2019

[Book Review] Kamu Patah Hati Terbaikku - Aila Radit

Judul: Kamu Patah Hati Terbaikku
Penulis: Aila Radit
Halaman: 232 halaman
Genre: Teenlit
Tahun: 2018
Penerbit: Lumiere Publishing
ISBN: 9786025169953
Harga: IDR. 64.500
Rate: ★★½


B l u r b :

Dinda menyayangi Risky dan pemuda itu tahu. Selama berpacaran, tidak ada pertengkaran di antara mereka.

"Kamu tahu bahwa aku sebenarnya menghkianati hubungan kita?"

Tepat di peringatan satu tahun hubungan mereka, Risky mengatakan ada gadis lain yang ia sayangi. Bahkan, mereka sudah jadian!

Rina, sahabat Dinda sendiri yang menjadi 'Perebut Cowok Orang'.

"Lho... lho... lho... kenapa? Kalau kamu benar suka suka dengan Risky, aku rela membaginya untukmu. Kita kan sudah lama berteman."

Ajaibnya, Dinda tidak marah dan malah mencetuskan sebuah ide gila. Apa sebenarnya niat Dinda? Lalu bagaimana hubungan Dinda-Risky-Rina?

K a r a k t e r :

Dinda → Digambarkan sebagai cewek yang baik hatinya kebangetan—plus bego kebangetan. Saking cintanya sama Risky, dia rela berbagi sama Rina, sahabatnya sendiri.

Risky → Cowok galau yang rakus. Nggak puas dengan Dinda, dia juga ngembat Rina. Ujung-ujungnya kerepotan sendiri pas udah punya pacar dua.

Rina → Katanya sih sahabatnya Dinda, tapi pas ditembak sama Risky, dia nggak bisa nolak. Berkebalikan dengan Dinda yang tulus, Rina ini evil banget.

Zami → Ketua OSIS yang sukanya marah-marah. Niatnya cuma mendisiplinkan, biar semua tepat waktu. Tapi tetap aja pembawaannya yang temperamen bikin para anggota OSIS kesal.

Farel → Kakak Dinda.

S t o r y l i n e :

Jadi buku ini menceritakan Dinda yang dimadu sama pacarnya, Risky. Parahnya madu Risky itu adalah sahabatnya sendiri, Rina.
Karena saking cintanya sama Risky, Dinda nggak mau diputusin. Dia rela berbagi Risky dengan Rina. Rina yang nggak enak sama Dinda oke-oke aja, toh dia juga sayang sama Risky kan. Akhirnya dibuatlah beberapa perjanjian, misalnya jadwal kencan. Dinda kebagian hari Senin, Kamis, dan Minggu. Sementara Rina pada hari Selasa, Rabu, dan Jumat. Sisanya, hari Sabtu mereka threesome alias kencan bertiga.

Mulanya hubungan poligami ala anak SMA itu berjalan lancar, akan tetapi lama-lama ricuh juga. Risky selalu cemburu kalau Dinda bareng teman band-nya, Aditya. Rina yang tahu akan hal itu ikut-ikutan tersulut api cemburunya. Dia merasa selalu jadi yang kedua setelah Dinda. Siapa sih yang rela jadi nomor dua. Iya, kan?

Puncak kekacauan hubungan mereka terjadi saat Dinda manggung bersama band-nya. Itu tepatnya hari Sabtu, hari yang harusnya jatah mereka bertiga jalan bareng. Berhubung Dinda manggung, jadilah Risky dan Rina berduaan menonton. Tiba-tiba Farel datang dan menghadiahi bogem mentah untuk Risky. Rina salah paham, menganggap semua itu akal-akalan Dinda. Sejak kejadian itu, dua sahabat ini pun putus hubungan.

Hubungan mereka bertiga terlanjur kacau balau.
Dinda dilarang ketemu dengan Risky.
Rina membenci Dinda karena sejak kejadian malam itu Risky tidak mau berhubungan lagi dengannya.
Sementara Risky galau sendiri.

Siapa suru sok-sokan punya dua cewek, coba?!

Di saat Dinda tengah patah hati sepatah-patahnya, muncul Zami. Mulanya hubungan mereka cuma sebatas ketua OSIS dan sekretaris aja. Tapi karena sifat Zami yang temperamental, Dinda jadi kerepotan. Bermula dari bertukar pesan sederhana, mereka akhirnya dekat. Zami sering menawarkan untuk mengantar Dinda les atau latihan band.
Zami tahu, di hati Dinda masih ada Risky. Meski begitu dia berani untuk mempertaruhkan perasaannya untuk sebuah hubungan tanpa kepastian dengan Dinda.

Sedangkan Risky, dia merasa ada yang kurang tanpa Dinda di sisinya. Itu membuat Rina marah hingga mereka berdua bertengkar. Mereka sempat putus dan Risky ingin kembali pada Dinda. Di saat inilah Dinda seperti disadarkan, dia tidak mau lagi sakit hati.

❣❣❣❣❣


Ini adalah buku ter-WTF yang aku baca sejauh tahun 2019. Konflik yang diangkat memang berbeda dengan novel remaja pada umumnya. Semacam poligami ala-ala anak SMA gitulah. Tapi jujur aku nggak begitu suka—ini subjektif sih, setiap orang bisa aja berbeda.
Sementara dari segi penulisan aku lumayan suka, terutama dengan narasi-narasinya. Penggambarannya pas banget gitu. Sayangnya percakapannya terasa kaku buat aku, perpindahan scene-nya juga nggak smooth. Karakter para tokohnya dan alur ceritanya konsisten.

Jujur pas baca ini, aku berasa kek nonton FTV. Udah ceritanya nganu, beberapa scene juga berasa lebay. Menurutku karakter yang waras di sini cuma Zami. Lainnya nggak banget buat aku. Menurutku Dinda terlalu bego, Risky sok-sokan, dan Rina egois. Padahal kalau aku jadi Dinda ataupun Rina, aku ogah banget lah dimadu. Tahu Risky selingkuh aja udah pasti aku kebiri.

Risky ngerasa hubungannya dengan Dinda terlalu mulus, jadi boring. Makanya dia nyari sesuatu yang seru. Dan itu dia temukan dalam diri Rina yang sifatnya berkebalikan dengan Dinda. Tapi apa pun alasan yang dimiliki Risky, selingkuh itu tetap aja salah—dan nggak termaafkan.

Pelajaran yang aku ambil sih, cinta sama orang itu wajar, asal jangan sampe jadi bucin. Lagian kalau orang bener-bener cinta, nggak mungkin selingkuh. Pokoknya jangan pernah mencintai terlalu dalam, kamu bakalan kecewa. Lebih baik cintai diri sendiri dulu, baru cintai orang lain. Intinya jangan bego.

Q u o t e s :

"Cinta nggak diukur dari berapa lama hubungan itu terjalin, melainkan berapa lama perasaan itu mengendap di sanubari." [Dinda] - h. 5
Kesedihan lebih baik daripada kesunyian. Setidaknya menandakan perasaan masih ada. - h. 16
"Tapi kamu harus tahu, yang lebih buruk dari patah hati adalah mencintai tanpa memiliki." [Zami] - h. 143
"Aku sadar bahwa ada seseorang di masa lalu kamu masih menguasai hatimu, sedangkan aku hanya mampu menyayangimu dengan ikhlas." [Zami] - h. 143
"Jangan lama-lama, hati juga punya kedaluwarsa jika terlalu lama digantung." [Zami] - h. 143

February 20, 2019

[Book Review] Mouth to Mouth - Christian Simamora

Judul: Mouth to Mouth
Penulis: Christian Simamora
Halaman: 378 halaman
Genre: Novel Dewasa (21+)
Tahun: September, 2018
Penerbit: Roro Raya Sejahtera
ISBN: 9786025903021
Harga: 95.000 (P. Jawa)
Rate: ★★★☆☆


B l u r b :

SERINGNYA,YANG KAMU RINDUKAN HANYA KENANGAN, BUKAN ORANGNYA.

Dear pembaca,

Ketimbang bercerita tentang isi buku, aku memilih untuk mengajukan pertanyaan sederhana yang anehnya tak semua orang tahu jawabannya: seberapa lama waktu yang kamu butuhkan untuk melupakan mantan?

Di salah satu episode How I Met Your Mother, malah ada beberapa pendapat. Lily bilang, setengah umur relationship itu sendiri. Marshall bilang, satu minggu per bulan kalian jadian. Robin bilang, sepuluh ribu gelas minuman beralkohol—tak peduli selama waktu yang kamu butuhkan untuk mencapai target itu.

How about you?
Apakah menurutmu, move on berarti menunggu sampai punya pacar baru lagi? Dan sampai itu benar-benar terjadi, kamu malah membiarkan si mantan kembali lagi, sekaligus menguji apakah kamu masih sebodoh dulu?

Selagi kamu memikirkan jawabannya, nikmati dulu cerita Jordi dan Isadora (plus drama mantan menyebalkan) di buku MOUTH TO MOUTH ini. Seperti biasa aku ucapkan....

Selamat jatuh cinta,

CHRISTIAN SIMAMORA


S t o r y l i n e :

Punya mantan yang masih belum bisa move on?
Untunglah kalau kamu nggak punya, tapi sayangnya Isadora punya lho!
Jadi buku ini menceritakan tentang Isadora yang diuber-uber mantannya yang nggak bisa move on. Demi menghindari sang mantan, Isadora mengaku kalau udah punya pacar baru. Tapi nggak semudah itu Al, mantan Isadora, percaya. Al minta pembuktian dengan meminta Isadora bawa pacar barunya pas di acara pernikahan Dewinta, kakak Isadora. Fyi Al ini masih saudara sama calon kakak iparnya Isadora.
Alhasil Isadora mumet. Eh, di saat lagi buntu-buntunya, Tuhan mengirimkan penghuni baru ke kosannya. Yep, siapa lagi kalau bukan Jordi. Cowok yang mulanya dianggap Isadora terlalu mulus, plus tampangnya bersih kayak oppa-oppa Korea. Kata Isadora sih, bukan tipenya banget. Tapi bolehlah dijadikan pacar jadi-jadian.
Singkat kata dimulailah sandiwara mereka. Jordi yang berprofesi sebagai DJ jelas punya pesona tersendiri. Celakanya, Isadora malah klepek-klepek meski masih aja nggak mau mengakui. Di sisi lain, Jordi yang awalnya cuma disewa buat jadi pacarnya Isadora, malah menginginkan hubungan mereka jadi kenyataan.

❣❣❣❣

Masih sama kok kayak buku-buku Babangse yang lain, buku ini tetap mengusung konsep fun, fresh, dan sexy. Plot yang simpel, juga gaya nulis yang kekinian bikin 'relaxing time-ku' jadi betulan relax.

Cukup ikuti dan nikmati. Itu aja.
Nggak perlu mikir atau cemas dengan gimana endingnya, yang jelas happy ending sih. Soalnya kalau sampai Oppa Jordi dibikin patah hati, aku bakalan santet authornya.

Q u o t e s :

"Mandiri bikin kamu ngurangin ketergantungan sama orang lain. Bikin kamu nggak terlihat lemah juga." [Dewinta] - h. 11
"Women never dress to impress men. We try hard to look fabulous to irritate other women." [Isadora] - h. 71
"Yang paling menyakitkan itu justru bukan pas putus, melainkan trauma yang mengikutinya. Rasanya kayak terbangun dari tidur panjang dan lo nggak ngenalin sekeliling lo. Gue mampu ngobatin luka hati gue sendiri, tapi jujur gue kayak kehilangan nyali untuk memulai hubungan yang baru lagi." [Isadora] - h. 100
"Kamu tahu nggak, selingkuh itu berarti mengkhianati orang yang memercayaimu sungguh-sungguh. Mengecewakan orang yang memercayakan tempat spesial untuk kamu di hatinya. Yang mengira bisa bersama-sama denganmu selamanya. Yang begitu naifnya berpikir kalo kamu nggak akan pernah nyakiti perasaannya." [Isadora] - h. 128
"Micin adalah obat patah hati yang ampuh." [Isadora] - h. 136
"Tergantung, lo kepengen perbedaan kita jadi daya tarik atau malah alasan buat menjauh dari satu sama lain?" [Jordi] - h. 226
"Lo tahu nggak, selain kata-kata, menunggu adalah pertanda cinta dan kesabaran. Semua orang bisa seenaknya bilang 'aku cinta kamu', Is. Tapi seberapa banyak orang yang sabar menunggu dan terus membuktikan kesabarannya?" [Jordi] - h. 231
"Cinta baru itu kayak masuk ke negara asing tanpa buku panduan. Adalah sesuatu yang natural bagi manusia untuk merasakan ketakutan atas hal-hal yang nggak kita ketahui." [Arik] - h. 248

P. S. This book for adult only. For underage, sorry, you must hold your feeling to Jordi.


February 18, 2019

[Book Review] After That Day - Carroll

Judul: After That Day
Penulis: Carroll
Halaman: 235 halaman
Genre: Teenlit
Tahun: Desember, 2018
Penerbit: Lumiere Publishing
ISBN: 9786025296215
Harga: IDR. 64.000
Rate: ★★★☆☆



B l u r b :

"Aku penasaran. Apa arti hati bagimu, Tristan? Kalau menurut aku, hati itu seperti rumah."

Tristan mengikuti langkah Amelia saat dia menyusuri rak buku. "Maksudnya?"

"Iya. Menurutku,hati dan rumah itu sama. Orang-orang bisa datang dan pergi, hanya beberapa yang bisa tinggal."

Tristan menggeleng. "Semua orang selalu datang beranjak pergi."

***

Masa lalu yang kelam membuat Tristan lebih nyaman sendiri. Dia tidak butuh teman. Atau siapa pun. Dia hanya ingin hidupnya tenang.

Namun, semua berubah sejak kedatangan seorang Amelia. Gadis ceria dan berisik itu berhasil menjungkirbalikkan hidupnya.

Akankah gadis baru itu bisa tinggal, ataukah dia juga akan pergi, sama seperti semua orang lain?

K a r a k t e r :

Tristan → Cowok kelas XII, tapi usianya masih 16 tahun. Pendiam abis dan nggak suka bersosialisasi. Tipe orang yang perfeksionis banget, semuanya kudu sempurna. Bahkan tiap hari ke sekolah jam 5 pagi demi bukain gerbang dan bersih-bersih kelas, terus pulangnya juga paling lambat karena beres-beres kelas dulu.

Amelia → Digambarkan sebagai cewek yang super duper ceria. Kepindahannya ke sekolah Tristan membuat hidup Tristan berubah, yang biasanya tenang menjadi super ramai.

Alan → Mantan cowok Amelia. Ke mana pun Amelia pindah, dia selalu ngintil.

Agustus → Cewek yang tiba-tiba muncul di saat Tristan lagi renggang dengan Amelia. Cenderung suka cari masalah di sekolah karena menurutnya seru. Diam-diam sih, dia suka sama Tristan.

S t o r y l i n e :

Cerita dibuka dengan Tristan yang mendapatkan teman sebangku baru, yaitu Amelia. Cewek yang cerianya kebangetan, sekalipun Tristan cuek, Amelia tetep nyerocos. Awalnya sih Tristan terganggu, dia merasa risi ditempeli cewek model begitu. Apalagi gara-gara Amelia, satpam sekolah yang mulanya memercayakan semua kunci pada Tristan jadi nggak percaya lagi.

Herannya, saat Amelia terus 'memepet' Tristan dengan memaksanya untuk pulang bareng dan belajar naik sepeda bikin Tristan nggak kuasa nolak. Ehm, udah ada getar-getar gitu sebenarnya.

Tapi siapa yang tahu kalau Tristan ini memendam luka yang sangat dalam. Ibu dan saudaranya, Leo, meninggal. Dan semua itu akibat kesalahan sang ayah. Jadi Tristan ini benci banget sama ayahnya. Selama ini dia tinggal bersama keluarga tantenya.

Amelia yang melihat ada kekeroposan pada diri Tristan mencoba untuk masuk, tapi yang ada Tristan malah marah. Hal itu diperparah dengan kehadiran Alan kembali di hidup Amelia.

Ayah Tristan yang menyesal berulang kali mencoba untuk meminta maaf, namun Tristan masih belum bisa memaafkannya. Semua berubah ketika sang ayah masuk rumah sakit. Saat itulah Tristan menyadari bila semuanya bisa diperbaiki sebelum terlambat.


❣❣❣❣❣


Seperti novel-novel teenlit pada umumnya, After That Day ini menceritakan dunia remaja bernama Tristan yang memiliki luka dalam keluarganya. Kalau biasanya semua cerita berakhir dengan 'tuntas', novel ini menurutku malah cuma sekadar 'mengutip' sepenggal kehidupan Tristan. Yang 'dikutip' di sini adalah bagian kehidupan Tristan pada saat kedatangan Amelia dan saat memperbaiki hubungan dengan ayahnya. Mohon maaf sebelumnya, aku baca buku ini seperti ada awalnya, tapi nggak ada akhirnya. Bukan nggantung, tapi berasa kayak: Oh, jadi ini cuma sepenggal hari-hari Tristan. Storyline-nya kurang tegas. Karena memang nggak disebutin dengan jelas gimana akhir hubungan Tristan dan Amelia, lalu apakah Amelia jadi pindah ke Palembang. Kalau misalnya Amelia jadi pindah ke Palembang, apakah Tristan memilih tetap bertahan di Jakarta atau ikut ayahnya ke Australia? Hm, cukup banyak pertanyaan buat akunya.

Aku pikir kedatangan Amelia ini bakalan berperan dominan dalam hidup Tristan, termasuk masalah keluarganya. Tapi sampai akhir aku ngerasa hubungan mereka ngambang. Dibilang deket tapi Tristan masih belum bisa buka hati, dibilang nggak deket tapi Tristan selalu kepikiran Amelia.

Dari segi penulisan buku ini terbilang sangat rapi, mini typo, dan enak dibaca. Hanya saja ada beberapa hal yang 'nganu'. Dari yang aku tangkap sih seperti ini:

1. Cowok itu membelikan susu, menuangkan sebagian isi ke wadah plastik bekas minuman mineral [- h. 12]
→ Hm, setahuku semua minuman mineral wadahnya botol kan, ya? Kalau buat minum kucing, misalnya bagian atasnya dipotong, apa nggak tetap sulit, ya?

2. Bobot tubuhnya tidak mampu menggerakkan besi berukuran empat kali massa tubuhnya [- h. 14]
→ Massa tubuh di sini maksudnya berat tubuh, kan? Oke, mari kita hitung-hitungan. Berhubung sosok Amelia digambarin kecil dan mungil, aku anggap beratnya 40 kg. 
40 kg x 4 = 160 kg ⇨ Ini setara dengan berat motor sport (Motor Kawasaki Ninja 250 R beratnya 169 kg).
→ Jadi Amelia ini naik motor sport gitu ke sekolah?

3. Ia memarkirkan kendaraan itu di bawah atap supaya catnya tidak cepat mengelupas [- h. 16]
Hello.... Ini cat motor loh, nggak sereceh kasih sayangmu yang cepat memudar. Cat motor itu khusus dan berlapis-lapis, nggak bakal mengelupas. Adanya cuma pudar, itupun kalau dipanasin selama bertahun-tahun. Kalau cat motor sejelek itu kualitasnya, apa jadinya motor yang berderet-deret di parkiran kampus atau kantor? Motor-motor itu rela nongkrong dari pagi sampai sore demi nungguin pemiliknya, hiks.... Cat motor itu lebih kuat dari pada yang kamu kira.

4. Sebuah sepeda motor bebek terguling di sampingnya [- h. 20]
→ Akhirnya dapat pencerahan kalau motornya Amelia motor bebek. Yuk, kita hitung-hitungan lagi....
Berat motor bebek, misalnya Honda Supra X 125 terbaru, beratnya aku cari di gugel antara 103-107 kg. Kita ambil yang 107 kg.
107 kg : 4 = 26,75 kg ⇨ Seriusan berat Amelia segini? Ini mah berat anak usia 8-9tahun.

5. Tristan mengambil kotak P3K, menekan alkohol kuat-kuat ke setiap luka sebagai pelampiasan rasa dongkol [- h. 22]
→ Pernah nggak luka terbuka terus dikasi alkohol? Perih banget woy! Alkohol itu ditujukan untuk membersihkan sekitar luka, bukan untuk lukanya. Kalau untuk luka terbuka, biasanya pakai antiseptik.
→ Lalu alkohol itu juga untuk mencegah infeksi. Misalnya sebelum suntik atau sebelum melakukan bedah, tapi kondisi bagian tubuh yang diolesi masih sepenuhnya tertutup alias belum luka.

6. Jenny yang rambut bawahnya diwarnai kecokelatan [- h. 24]
→ Emang boleh sekolah rambutnya diwarnai?
*Gue iri deh, dulu waktu SMA ketahuan warnain rambut kena omel tak berujung dan kudu dibalikin item lagi besoknya. Gara-gara itu si guru kimia jadi mantau gue terus, huaaaaaa :(

7. Karena cowok berusia enam belas tahun yang waras harusnya mencuci pakaian sendiri [- h. 31]
→ Tristan masih enam belas tahun dan udah kelas 12? *Daebak!
Dia ini ikut kelas akselerasi atau gimana?

8. "Bunda, Tristan itu lebih baik di sini. Dia sering bantu mengerjakan  PR Matematikaku. Diam-diam dia baik, kok." Aira tersenyum puas. [- h. 33]
→ Jadi Tristan kan tinggal sama tantenya, tante Lara. Nah, anak tante Lara itu ada dua, Aira dan Jery. Aira sedang skripsi, sedangkan Jery masih semester dua. Pertanyaannya, masa Tristan malah ngerjain PR Matematika anak kuliahan?

9. Halaman 169 dan 170 isinya nggak nyambung. Baru nyambung di halaman 172. Jadi halaman 170 dan 171 itu berasa nyempil gitu, memisahkan kamu dan aku. Huwee~

10. Nama Kak Ayra dan Kak Jemy pada ponsel Tristan yang baru aja dibeliin tante Lara. [- h. 163]
→ Padahal di depan namanya Aira dan Jery. Ayra dan Jemy itu nama panggilankah?

Yah, itu poin-poin janggal yang berhasil aku tangkap. Mungkin waktu nulis kita seringnya bablas aja, sampai mengabaikan pritilan-pritilan kayak gini. That's okay! Semoga sefruit koreksi dari aku ini bakal bermanfaat bagi penulisnya, biar di lain waktu lebih teliti sehingga menghasilkan tulisan yang lebih baik.

February 13, 2019

[Book Review] Pelik - Ary Nilandari

Judul: Pelik
Penulis: Ary Nilandari
Halaman: 266 halaman
Genre: Teenlit
Tahun: Agustus, 2018
Penerbit: Bentang Pustaka
ISBN: 9786024303297
Harga: IDR. 69.000
Rate: ★★★★☆


"I'm face blind, but my heart can see...." [Rayn] - h. 128

B l u r b :

Rayn mengidap prosopagnosia, enggak bisa mengenali wajah orang. Kelainan ini ia rahasiakan mati-matian demi keamanan. Ardi, sahabat setia, menjadi malaikat pelindungnya.

Semuanya baik-baik saja sampai Rayn jatuh hati pada Megan tanpa sempat tahu namanya.

Ardi pun membantu Rayn menemukan Megan. Masalah muncul saat Ardi enggak mampu menilak pesona Megan untuk dirinya sendiri. Dan, semakin pelik karena Megan kayak magnet yang menarik banyak masalah lain.

Layak enggak sih, cewek itu dikejar dengan taruhan persahabatan Rayn-Ardi dan rahasia kelainnya?

K a r a k t e r :

Rayn → Cowok kelas 10, pengidap prosopagnosia alias nggak bisa ngenalin wajah orang. Di pesta ulang tahun Joecelyn, dia bertemu seorang gadis yang untuk kali pertama bikin dag-dig-dhuarrr! Tapi gimana nyarinya coba? Rayn ingat wajah cewek itu aja nggak, cuma ingat ciri-ciri non fisik yang bisa berubah kapan saja.

Ardi → Teman sekelas Rayn yang melabeli diri sebagai malaikat pelindung buat Rayn. Berusaha mati-matian bantu Rayn mencari cewek yang ditaksirnya—cewek dengan kode nama Mitsuha.

Megan → Cewek kelas 11. Berasal dari keluarga biasa, bersekolah di Darmawangsa karena dapat beasiswa. Suka baca seri Runako, sama kayak Rayn. Suka make apa aja buat tusuk konde, entah sumpit, pulpen, bahkan ranting.

S t o r y l i n e :

Buku ini menceritakan tentang persahabatan Rayn dan Ardi. Di mana Ardi yang normal melabeli diri sebagai malaikat pelindung sekaligus 'mata' bagi Rayn. Awalnya sih baik-baik saja, akan tetapi semuanya mendadak terusik sejak kehadiran Megan. Cewek taman bonsai yang selama ini dicari-cari oleh Rayn, di sisi lain Ardi juga langsung jatuh cinta pada pandangan pertama sama Megan.

Awalnya baik Rayn maupun Ardi nggak tahu kalau si cewek taman bonsai dan Megan itu adalah orang yang sama. Tapi saat mereka akhirnya mereka sama-sama tahu, mereka malah mati-matian nyembunyiin. Alasannya sih demi kebaikan sahabatnya, biar nggak potek gitu.

Nah, Megan sendiri adalah cewek yang tengah bermasalah karena kekalapannya dalam beli buku, sampai-sampai nilep uang kas dan SPP. Lucy, mantan sahabat Megan yang mengetahui hal itu ngasih duit ke Megan untuk gantiin uang kas yang ditilep dengan syarat melakukan empat permintaan Lucy. 

Masalah semakin pelik saat Raiden, keponakan pemilik sekolah naksir juga sama Megan. Padahal Megan saat itu udah mulai deket sama Rayn dan Ardi, bahkan jatuh cinta pada salah satunya.



Pelik adalah buku kedua karya Kak Ary yang aku baca, bulan lalu udah baca WMHS. Biasanya sih aku nggak pernah berekspetasi tinggi sama genre teenlit, tapi aku memang suka dan menikmati aja, nggak sampai muluk-muluk lah. Berhubung WMHS yang aku baca bulan lalu meninggalkan kesan tersendiri buat aku, jadi untuk Pelik ini aku memang menaruh ekspetasi yang lebih tinggi ketimbang biasanya. Hasilnya? Nggak mengecewakan. This book stayed in my heart.

Seperti teenlit pada umumnya, tema persahabatan dan cinta segitiga masih menjadi topik utama. Cuma ide mengenai prosopagnosia yang dimasukkan menjadi nilai plus tersendiri. 
Mungkin bagi kita orang dewasa bakalan ngasih cap receh pada konflik remaja seperti ini, tapi kalau kita mau menempatkan diri kita sebagai mereka, kita bakalan bisa ngerasain betapa peliknya situasi yang mereka hadapi.

Untuk konflik dan karakternya pas banget. Cara pikir para tokohnya sesuai dengan usianya, nggak berlebihan atau sok dewasa. Tahulah ABG kan mikirnya masih labil gitu.

Aku sendiri sama sekali nggak ngerasa baper waktu baca buku ini, geregetan iya!
Habisnya akutu nggak telaten sama Rayn yang ragu-ragu karena kekurangannya, Megan yang punya rahasia, dan Ardi yang nggak mau Rayn patah hati. Sumpah bikin gemez euy! Mereka sendiri loh yang benernya bikin masalah jadi makin pelik. Tapi yah, namanya juga anak-anak..




Thanks to Kak Ary♡♡

Halo, Kak.... Makasih ya udah ngasih kesempatan aku buat baca Pelik. Aku suka. Nggak cuma dari gaya nulisnya yang luwes dan perbendaharaan katanya yang buanyakkkk, tapi juga sama idenya. Komposisinya juga pas. Walau ada beberapa part yang aku ngarep 'live' tapi ternyata cuma ditulis di checkpoint aja. Misalnya waktu Rayn dan Ardi ketahuan saling menyimpan rahasia soal Megan. Buat aku ini ngurangin feel, jadi kurang greget gitu sih.
But thanks a lot. I love your writing. Moga-moga bisa baca karya Kak Ary yang lain juga ya.